Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Candi Lawang Boyolali, Keagamaan, dan Sisa Arkeologisnya

Niko Auglandy
Penulis: Niko Auglandy❯

Candi Lawang berada di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Situs arkeologis ini berada tepat di belakang rumah warga. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)
Candi Lawang berada di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Situs arkeologis ini berada tepat di belakang rumah warga. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)


Advertisement

 

RADARSOLO.COM - Candi Lawang berada di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Situs arkeologis ini berada tepat di belakang rumah warga dan dalam keadaan setengah bagian candi induknya masih tersisa.

Candi Lawang merupakan sebuah kompleks candi yang untuk umat hindu di masa lalu. Teridentifikasi, setelah adanya yoni dan beberapa arca Durga Mahisasuramardini yang masih ada di halaman candi.

Advertisement

Makna Lawang sebagai nama candi muncul karena pengucapan masyarakat sekitar. Di mana bagian yang utuh di atas candi induk adalah bagian pintu. Lawang dalam bahasa Jawa berarti pintu.

Untuk bagian atap dan dinding badan candi kini sudah tak ada lagi. Selain candi induk, di depan candi induk ada beberapa bangunan candi perwara.

Keadaan candi perwara hampir semuanya telah bubrah (hancur) dan hanya menyisakan bagian pondasinya saja.

Advertisement

Di sekitar reruntuhan candi perwara, terdapat beberapa tumpukan batu komposisi candi. Seperti antefik, puncak ratna, komponen relief, hingga lapik arca.

Candi ini diprediksikan dibuat sekira abad ke-9. Sezaman dengan candi-candi yang dibuat di sekitar Gunung Merapi lainnya. Baik di kawasan Boyolali, Magelang, Sleman, ataupun Klaten.

Di sekitar Cepogo sebenarnya masih banyak situs-situs sejarah yang keberadaannya kurang diketahui secara luas. Situs-situs marjinal tersebut antara lain adalah: Candi Sari, Situs Tapak Noto, Situs Cabean Kunti, hingga Situs Sumur Songo.

Semoga untuk kedepannya rekonstruksi untuk candi ini bisa dilaksanakan, agar Boyolali bisa bangga memiliki bangunan candi yang yang utuh dan megah. (nik)

Advertisement
Editor : Niko Auglandy

Artikel Terkait

Cara Airell Luthfan-Naufal Sa’ad Hidupkan Sejarah Kolonial lewat Klaten Lampau

Cara Airell Luthfan-Naufal Sa’ad Hidupkan Sejarah Kolonial lewat Klaten Lampau

Dua pemuda lulusan ilmu sejarah menggagas komunitas Klaten Lampau. Kemas sejarah masa kolonial dan kemerdekaan lewat konsep walking tour yang diminati anak muda.

Studio Edukasi Dan Kolaborasi Arsitektur Hadir Di Solo, Pertama Di Jateng

Studio Edukasi Dan Kolaborasi Arsitektur Hadir Di Solo, Pertama Di Jateng

Owner Candi Aluminium Sumartono Hadinoto menjelaskan, kehadiran TOSTEM Studio dapat memperluas penggunaan produk aluminium premium di Solo dan Jawa Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer