Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Desa Wisata Sumberbulu, Mojogedang: Sajikan Wisata Budaya dan Alam

Rudi Hartono RS • Minggu, 17 September 2023 | 15:00 WIB
BERANI KOTOR: Wisatawan belajar menanam padi di Desa Wisata Sumberbulu, Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.
BERANI KOTOR: Wisatawan belajar menanam padi di Desa Wisata Sumberbulu, Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Desa Wisata Sumberbulu di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar meraih penghargaan dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (kemenparekraf) dalam ajang Anugerah Desa Wisata Kategori Suvenir pada 2021 lalu. Seperti apa keistimewaan desa ini?

Desa Wisata Sumberbulu terletak di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang. Desa ini layak dijadikan sebagai salah satu kunjungan wisata yang ingin belajar kebudayaan Jawa. Menyajikan kehidupan tradisional masyarakat setempat. Mulai dari cara bercocok tanam, berkebun hingga beternak.

Desa Wisata Sumberbulu berjarak sekira 13 kilometer (km) ke arah utara Kota Karanganyar. Luas areanya sekira 41 hektare, mengusung konsep wisata berbasis kearifan lokal yang bersandar pada kelestarian alam dan tradisi budaya agraris. Potensi tersebut dikemas dalam paket-paket wisata dengan mengusung prinsip-prinsip wisata ramah, dengan berpedoman pada community based tourism. Mengedepankan tradisi kehidupan masyarakat di pedesaan dengan segala kearifan lokalnya.

Jika datang ke lokasi tersebut, maka wisatawan akan melihat hamparan lembah menghijau, kekayaan flora dan fauna khas pedesaan. Serta kentalnya nuansa tradisi yang berbalut corak budaya masyakat agraris.

Pengelola Desa Wisata Sumber Bulu, Titin Riyadiningsih mengungkapkan, nama Sumberbulu sesuai dengan salah satu sumber air di desa ini yang mengalir di bawah pohon bulu. Sumber air inilah yang menghidupi masyarakat dan akhirnya menjadi sebuah desa dengan nama Sumberbulu.

Wilayah yang awalnya hanya desa biasa, mulai berdikari sebagai desa wisata di bawah kerjasama para pemuda bersama dengan beberapa akademisi yang saat itu datang langsung ke dusun Sumberbulu. Melihat kearifan lokal dan kehidupan di pedesaan yang saat ini masih dilakukan oleh masyarakat di dusun tersebut, kemudian beberapa pemuda bergerak dan memperkenalkan desa tersebut ke khalayak ramai. Akhirnya pada 2019 Sumberbulu dinobatkan sebagai salah satu desa wisata.

”Kehidupan masyarakatnya dengan pola-pola gotong royongnya itu sampai saat ini masih ada. Kemudian sumber daya manusia (SDM) dan beberapa lokasi letak geografis sama dengan salah satu desa wisata yang ada di Jogjakarta. Saya berfikir untuk mengembangkan desa ini seperti yang ada di sana. Alhamdulillah sampai saat ini berkembang,” kata Titin.

Disinggung apa yang ditawarkan di desa wisata Sumberbulu, Titin mengungkapkan menitik beratkan pada community based tourism. Yakni upaya membawa pola pikir yang segar pada masyarakat desa dan juga pengunjung.

”Pengunjung yang berasal dari berbagai macam tempat, dengan terciptanya wisata yang dekat antar masyarakat dan pengunjung akan dapat saling belajar bagaimana memahami keberagamaan dan memaknai kebersamaan. Yakni Desa Sumberbulu menawarkan ragam wisata seperti kegiatan pertanian organik, bio gas, peternakan, outbound, kerajinan, dan kesenian. Saat pagebluk merebak, mereka mengembangkan jamu-jamu tradisional yang diproduksi oleh mereka sendiri. Inisiatif masyarakat inilah yang membuat desa ini terus bertahan mempertahankan kearifan lokal,” terang Titin. (rud/adi)

Editor : Damianus Bram
#beternak #kemenparekraf #bercocok tanam #desa wisata sumberbulu #desa pendem