alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Mi Ayam Wonogiri Punya Cita Rasa Gurih, Dikenal di Berbagai Daerah

WONOGIRI – Selain bakso, mi ayam Wonogiri tidak kalah melegenda. Lantas apa yang menjadikannya punya cita rasa khas?

Ketua Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia Maryanto mengatakan, baik mi ayam maupun bakso dari Wonogiri biasanya dibuat dengan bahan-bahan berkualitas. Dengan begitu, cita rasa yang dihasilkan juga bakal berkualitas.

”Mulai dari mi hingga ayamnya pasti dipilih yang berkualitas,” terangnya dihubungi Jawa Pos Radar Solo sambungan telepon, kemarin (1/4).

Menurut dia, rasa khas mi ayam Wonogiri bisa didapatkan di Kota Sukses. Jumlah warung yang menjajakannya sangat banyak. Menurut dia, rasa mi ayam Wonogiri sangatlah mak nyus.

”Ibaratnya makan mi ayam hari ini, rasanya setelah itu masih kebayang-bayang. Jadi kepingin makan itu lagi,” kata dia.

Menurut Maryanto, karakteristik mi ayam Wonogiri adalah rasa gurih yang dominan. Namun, rasa gurih itu juga diselimuti rasa manis. ”Percampuran rasa ini sangat pas dan menggoyang lidah,” kata Maryanto.

Menurut dia, para pedagang mi ayam Wonogiri sangat responsif. Artinya, bisa memenuhi selera pelanggan. Selain itu, juga ada yang menyesuaikan rasa mi ayam dengan lidah masyarakat lokasi berjualan. Sebab seperti diketahui, banyak perantau dari Wonogiri yang berjualan mi ayam atau bakso di berbagai daerah.

”Pedagang mi ayam di zaman sekarang juga harus bisa berinovasi. Kan kesukaan pelanggan juga bisa berubah-ubah. Pedagang mi ayam Wonogiri sensitif dengan selera lokal tempatnya berdagang,” kata dia.

Karena itu, munculah beraneka inovasi. Misalnya, daging ayam yang biasanya dipotong dadu bisa diubah dengan daging ayam suwir atau bahkan daging ayam giling, tergantung dari selera daerah tempatnya berjualan.

Menurut Maryanto, dulunya mi ayam dengan topping full potongan ayam diperkenalkan oleh para pedagang mi ayam dari Wonogiri. Bahkan dulu juga ada mi ayam yang toppingnya ayam bercampur sayuran.

”Tapi orang Wonogiri konsisten, dagang ya benar-benar serius. Kalau dulu saya makan mi ayam ada yang dagingnya dicampur sawi. Pedagang lain akhirnya mengikuti gerakan pedagang mi ayam dari Wonogiri,” kata dia

Tak bisa dipungkiri, mi ayam Wonogiri telah dikenal di berbagai daerah. Sama dengan bakso sapi khas Wonogiri yang menggoyang lidah. Apalagi, jika mi ayam ditambahkan topping bakso. (al/adi/dam)

WONOGIRI – Selain bakso, mi ayam Wonogiri tidak kalah melegenda. Lantas apa yang menjadikannya punya cita rasa khas?

Ketua Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia Maryanto mengatakan, baik mi ayam maupun bakso dari Wonogiri biasanya dibuat dengan bahan-bahan berkualitas. Dengan begitu, cita rasa yang dihasilkan juga bakal berkualitas.

”Mulai dari mi hingga ayamnya pasti dipilih yang berkualitas,” terangnya dihubungi Jawa Pos Radar Solo sambungan telepon, kemarin (1/4).

Menurut dia, rasa khas mi ayam Wonogiri bisa didapatkan di Kota Sukses. Jumlah warung yang menjajakannya sangat banyak. Menurut dia, rasa mi ayam Wonogiri sangatlah mak nyus.

”Ibaratnya makan mi ayam hari ini, rasanya setelah itu masih kebayang-bayang. Jadi kepingin makan itu lagi,” kata dia.

Menurut Maryanto, karakteristik mi ayam Wonogiri adalah rasa gurih yang dominan. Namun, rasa gurih itu juga diselimuti rasa manis. ”Percampuran rasa ini sangat pas dan menggoyang lidah,” kata Maryanto.

Menurut dia, para pedagang mi ayam Wonogiri sangat responsif. Artinya, bisa memenuhi selera pelanggan. Selain itu, juga ada yang menyesuaikan rasa mi ayam dengan lidah masyarakat lokasi berjualan. Sebab seperti diketahui, banyak perantau dari Wonogiri yang berjualan mi ayam atau bakso di berbagai daerah.

”Pedagang mi ayam di zaman sekarang juga harus bisa berinovasi. Kan kesukaan pelanggan juga bisa berubah-ubah. Pedagang mi ayam Wonogiri sensitif dengan selera lokal tempatnya berdagang,” kata dia.

Karena itu, munculah beraneka inovasi. Misalnya, daging ayam yang biasanya dipotong dadu bisa diubah dengan daging ayam suwir atau bahkan daging ayam giling, tergantung dari selera daerah tempatnya berjualan.

Menurut Maryanto, dulunya mi ayam dengan topping full potongan ayam diperkenalkan oleh para pedagang mi ayam dari Wonogiri. Bahkan dulu juga ada mi ayam yang toppingnya ayam bercampur sayuran.

”Tapi orang Wonogiri konsisten, dagang ya benar-benar serius. Kalau dulu saya makan mi ayam ada yang dagingnya dicampur sawi. Pedagang lain akhirnya mengikuti gerakan pedagang mi ayam dari Wonogiri,” kata dia

Tak bisa dipungkiri, mi ayam Wonogiri telah dikenal di berbagai daerah. Sama dengan bakso sapi khas Wonogiri yang menggoyang lidah. Apalagi, jika mi ayam ditambahkan topping bakso. (al/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/