alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Salah Satu Kuliner dari Kabupaten Sragen: Soto Tengkleng Sumberlawang

SRAGEN – Tengkleng dikenal sebagai makanan khas Kota Solo. Namun apa jadinya jika tengkleng yang identik dengan tetelan daging kambing dikombinasikan dengan soto? Lahirnya menu kuliner unik Soto Tengkleng.

Soto Tengkleng ini bisa didapatkan di warung Mak’e Susi di Jalan Solo-Purwodadi, Plosorejo, Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Dalam satu porsi, Soto Tengkleng dihidangkan dengan sepiring nasi panas. Di dalamnya terdapat empat sampai lima potong daging sapi yang menempel di tulang, alias tetelan.

Dagingnya empuk, begitu diangkat, langsung lepas dari tulang. Bagi yang beruntung, ada beberapa bagian tulang yang bisa disedot sumsumnya. Sedangkan kuahnya cukup bening. Selain itu tidak nampak lemak daging yang biasanya terlihat di permukaan.

Sebelumnya saat proses memasak, lemak tersebut sudah dipisahkan. Sehingga Soto Tengkleng ini lebih sehat dikonsumsi. Terlebih harganya cukup terjangkau, meskipun daging pilihan. Kuliner ini merupakan racikan Parmi, pemilik warung teresbut.

Parmi mengaku sudah berjualan Soto Tengkleng sejak 2002. Awalnya di Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang. Lantas pindah ke Jalan raya Solo-Purwodadi dua tahun lalu.

”Kalau komentar pembeli, rata-rata bilangnya seger. Lebih seger dibandingkan tempat yang lain,” jelasnya.

Dia mengaku resep Soto Tengkleng ini racikannya sendiri. Bermula dari melihat tengkleng kesukaan suaminya, dia lantas mencoba mengembangkannya menjadi soto. Bedanya, daging di soto tersebut merupakan daging sapi. ”Sedikit berbeda dari Soto biasa memang, dagingnya lebih besar dan harus ada tulangnya,” ujarnya.

Soal bumbu, dia menyampaikan tidak terlalu ribet. Seperti miri, jahe, bawang dan sebagainya. Bumbu yang sudah diracik kemudian digoreng. Lantas ditiriskan, sehingga saat dihidangkan tidak mengandung minyak.

Selain itu menggunakan daging bagian iga pilihan yang tidak tercampur lemak. Untuk menikmati Soto Tengkleng sepaket dengan es teh hanya cukup dengan merogoh kocek Rp 23.000.

”Kebetulan untuk bahan bakunya mahal, sekarang sekilo Rp 80 ribu. Karena memang iga pilihan,” ujarnya.

Selain menyediakan Soto Tengleng, di warungnya juga menyediakan soto babat, soto daging, kare ayam dan gule babat. (din/adi/dam)

SRAGEN – Tengkleng dikenal sebagai makanan khas Kota Solo. Namun apa jadinya jika tengkleng yang identik dengan tetelan daging kambing dikombinasikan dengan soto? Lahirnya menu kuliner unik Soto Tengkleng.

Soto Tengkleng ini bisa didapatkan di warung Mak’e Susi di Jalan Solo-Purwodadi, Plosorejo, Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Dalam satu porsi, Soto Tengkleng dihidangkan dengan sepiring nasi panas. Di dalamnya terdapat empat sampai lima potong daging sapi yang menempel di tulang, alias tetelan.

Dagingnya empuk, begitu diangkat, langsung lepas dari tulang. Bagi yang beruntung, ada beberapa bagian tulang yang bisa disedot sumsumnya. Sedangkan kuahnya cukup bening. Selain itu tidak nampak lemak daging yang biasanya terlihat di permukaan.

Sebelumnya saat proses memasak, lemak tersebut sudah dipisahkan. Sehingga Soto Tengkleng ini lebih sehat dikonsumsi. Terlebih harganya cukup terjangkau, meskipun daging pilihan. Kuliner ini merupakan racikan Parmi, pemilik warung teresbut.

Parmi mengaku sudah berjualan Soto Tengkleng sejak 2002. Awalnya di Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang. Lantas pindah ke Jalan raya Solo-Purwodadi dua tahun lalu.

”Kalau komentar pembeli, rata-rata bilangnya seger. Lebih seger dibandingkan tempat yang lain,” jelasnya.

Dia mengaku resep Soto Tengkleng ini racikannya sendiri. Bermula dari melihat tengkleng kesukaan suaminya, dia lantas mencoba mengembangkannya menjadi soto. Bedanya, daging di soto tersebut merupakan daging sapi. ”Sedikit berbeda dari Soto biasa memang, dagingnya lebih besar dan harus ada tulangnya,” ujarnya.

Soal bumbu, dia menyampaikan tidak terlalu ribet. Seperti miri, jahe, bawang dan sebagainya. Bumbu yang sudah diracik kemudian digoreng. Lantas ditiriskan, sehingga saat dihidangkan tidak mengandung minyak.

Selain itu menggunakan daging bagian iga pilihan yang tidak tercampur lemak. Untuk menikmati Soto Tengkleng sepaket dengan es teh hanya cukup dengan merogoh kocek Rp 23.000.

”Kebetulan untuk bahan bakunya mahal, sekarang sekilo Rp 80 ribu. Karena memang iga pilihan,” ujarnya.

Selain menyediakan Soto Tengleng, di warungnya juga menyediakan soto babat, soto daging, kare ayam dan gule babat. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/