alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Tengkleng Sapi Sragen: Solusi Hindari Kolesterol Kambing

SRAGEN – Masakan tengkleng selalu identik dengan daging kambing. Pada momentum Idul Adha besok, tidak ada salahnya mencoba memasak tengkleng sapi.

Hari raya Idul Adha diperingati seluruh umat muslim di dunia. Pada momentum ini daging kambing dan sapi begitu melimpah dengan berbagai olahan. Seperti sate, tongseng dan sebagainya. Termasuk pada bagian tulang yang sayang untuk dibuang dan dilewatkan.

Namun sebagian orang menghindari olahan daging kambing dengan alasan kesehatan. Sehingga olahan tengkleng sapi menjadi alternatif. Salah satu warung yang terkenal dengan menu tengkleng sapi berada di Jalan Ahmad Yani, Cantel Wetan, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan/Kabupaten Sragen. Cukup banyak penggemar tingkleng sapi.

Biasanya warung khusus tengkleng sapi Bu Ninik ini juga menyajikan tongseng sapi. Ada pula bakso tongseng dan tongseng ayam. Untuk penyajiannya sendiri cukup menggugah selera. Porsinya lumayan banyak, bahkan tengkleng yang disajikan sampai menggunung di piring.

Dalam penyajian, tidak hanya potongan daging yang masih menempel di tulang saja. Namun ada pelengkap masakan seperti kubis, potongan tomat, dan kikil sapi. Untuk rasanya, cukup menggugah selera bagi penyuka makanan pedas. Rasa pedasnya tidak berlebihan. Sehingga tidak mengganggu bumbu kuah tengkleng yang cukup kental.

Daging yang menempel di tulang pada tengkleng sapi ini tidak terlalu lembut. Tetapi juga tidak alot. Kematangannya dirasa cukup pas bagi penyuka tengkleng dan cocok disantap dengan nasi hangat.

Warung ini buka setiap hari, mulai pukul 09.00-20.00. Pada umumnya disinggahi pembeli pada jam makan siang. Harganya pun cukup terjangkau, untuk satu porsi tengkleng sapi Rp 15 ribu. Jika ditambah nasi dan minum hanya Rp 20 ribu.

Pemilik warung, Samijo menyampaikan, sudah berjualan menu tengkleng sejak 2007. Sebelumnya berupa masakan olahan dari kambing. Sepeti sate, gule, tongseng dan tengkleng. Kemudian beralih ke daging sapi karena peminatnya juga banyak.

”Peminat tengkleng sapi juga banyak, mungkin alasan kesehatan. Sehingga banyak yang menghindari kambing,” terangnya.

Warung tersebut dikelola oleh istrinya. Pada momentum Idul Adha, biasanya ada rezeki tidak terduga. Seperti warga yang minta dimasakkan, baik tongseng maupun tengkleng. Selain itu pihaknya juga siap jika ada pesanan bancaan. (din/adi)

SRAGEN – Masakan tengkleng selalu identik dengan daging kambing. Pada momentum Idul Adha besok, tidak ada salahnya mencoba memasak tengkleng sapi.

Hari raya Idul Adha diperingati seluruh umat muslim di dunia. Pada momentum ini daging kambing dan sapi begitu melimpah dengan berbagai olahan. Seperti sate, tongseng dan sebagainya. Termasuk pada bagian tulang yang sayang untuk dibuang dan dilewatkan.

Namun sebagian orang menghindari olahan daging kambing dengan alasan kesehatan. Sehingga olahan tengkleng sapi menjadi alternatif. Salah satu warung yang terkenal dengan menu tengkleng sapi berada di Jalan Ahmad Yani, Cantel Wetan, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan/Kabupaten Sragen. Cukup banyak penggemar tingkleng sapi.

Biasanya warung khusus tengkleng sapi Bu Ninik ini juga menyajikan tongseng sapi. Ada pula bakso tongseng dan tongseng ayam. Untuk penyajiannya sendiri cukup menggugah selera. Porsinya lumayan banyak, bahkan tengkleng yang disajikan sampai menggunung di piring.

Dalam penyajian, tidak hanya potongan daging yang masih menempel di tulang saja. Namun ada pelengkap masakan seperti kubis, potongan tomat, dan kikil sapi. Untuk rasanya, cukup menggugah selera bagi penyuka makanan pedas. Rasa pedasnya tidak berlebihan. Sehingga tidak mengganggu bumbu kuah tengkleng yang cukup kental.

Daging yang menempel di tulang pada tengkleng sapi ini tidak terlalu lembut. Tetapi juga tidak alot. Kematangannya dirasa cukup pas bagi penyuka tengkleng dan cocok disantap dengan nasi hangat.

Warung ini buka setiap hari, mulai pukul 09.00-20.00. Pada umumnya disinggahi pembeli pada jam makan siang. Harganya pun cukup terjangkau, untuk satu porsi tengkleng sapi Rp 15 ribu. Jika ditambah nasi dan minum hanya Rp 20 ribu.

Pemilik warung, Samijo menyampaikan, sudah berjualan menu tengkleng sejak 2007. Sebelumnya berupa masakan olahan dari kambing. Sepeti sate, gule, tongseng dan tengkleng. Kemudian beralih ke daging sapi karena peminatnya juga banyak.

”Peminat tengkleng sapi juga banyak, mungkin alasan kesehatan. Sehingga banyak yang menghindari kambing,” terangnya.

Warung tersebut dikelola oleh istrinya. Pada momentum Idul Adha, biasanya ada rezeki tidak terduga. Seperti warga yang minta dimasakkan, baik tongseng maupun tengkleng. Selain itu pihaknya juga siap jika ada pesanan bancaan. (din/adi)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/