alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Kreasi Brownies dan Ice Cream Kulit Pisang: Rendah Kalori, Cocok untuk Diet

SOLO – Berawal dari banyaknya limbah kulit pisang di sekitar rumahnya, siswa SMP Warga Surakarta Chiara Yorianne Nanditya dan Brian Dwi Harjanto menyulapnya jadi camilan menyehatkan. Rendah kalori dan cocok digunakan untuk menu diet.

Di tangan Chiara dan Brian Dwi Harjanto, kulit pisang diolah menjadi kue brownies dan ice cream. Brownies ini merupakan paduan olahan kulit pisang dengan tepung terigu. Chiara mengaku tidak mudah dalam menemukan resep brownies kulit pisang, sesuai yang diinginkan. Karena butuh kombinasi tepat antara rasa, takaran bahan, dan lainnya.

“Kandungan gizi kulit pisang sangat banyak. Ada mineral, vitamin C, dan vitamin B yang baik untuk kesehatan tubuh,” ungkapnya.

Chiara menambahkan, tidak asal pisang bisa diolah menjadi kue. Hanya pisang ambon saja yang digunakan. Karena teksturnya lebih lembut, dan rasanya manis. Jauh dibandingkan kulit pisang lainnya.

Selain itu, kulit pisang yang digunakan harus fresh. Tidak boleh digunakan, setelah dikupas lebih dari empat jam dari dagingnya.

Proses membuatnya mudah. Kulit pisang yang sudah matang dan kulitnya kuning dibersihkan, lalu dihaluskan untuk diambil ekstraknya. Setelah itu dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti tepung terigu, telur, gula, pengembang, dan lainnya.

“Setelah adonan jadi, dimasukkan ke dalam cetakan. Lalu dikukus sampai matang. Brownies ini rendah kalori. Cocok untuk diet dan menurunkan berat badan,” terangnya.

Selain brownies, kulit pisang ambon juga bisa diolah menjadi ice cream. Cara pengolahannya sedikit berbeda. Kulit pisang ambon dibersihkan, lalu direbus dalam air gula. Supaya menghilangkan rasa sepat dan pahit.

Setelah matang, kulit pisang dihaluskan dan diambil ekstraknya. Nah, ekstrak kulit pisang kemudian dicampur dengan adonan ice cream dan diberi berbagai macam rasa.

“Pemilihan kulit pisang tidak bisa sembarangan. Kami menggunakan kulit yang masih segar dan bersih. Bahan ice cream kulitnya masih sama, pakai pisang ambon,” bebernya.

YUMMY: Brownies dari olahan kulit pisang ambon. (ISTIMEWA)

Memang dari segi tekstur, ice cream dari kulit pisang jauh lebih berserat. Namun dari segi rasa, Brian mengklaim enak di lidah dan kaya akan vitamin. Terkait daya tahan ice cream, tergantung penyimpanannya.

“Memang kalau dibandingkan ice cream pada umumnya, kurang tahan lama. Karena pakai bahan-bahan alami semua. Namun rasanya tetap enak dan teksturnya lebih berserat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Warga Surakarta Budi Prabowo menyebut inovasi olahan kulit pisang ambon ini, bentuk implementasi pembelajaran Kurikulum Merdeka. Siswa diberi kebebasan berkreasi dan berinovasi, sesuai bakat dan minatnya. Bahkan produk ini sudah dibuat dalam jumlah banyak, supaya bisa dinikmati seluruh warga sekolah.

“Saat ini peserta didik memang harus digali bakat dan kemampuannya. Sekolah sebagai tempat pengembang kompetensi siswa, sudah seharusnya mendukung dan mendorong ke arah yang lebih baik. Pengembangan inovasi siswa ini, sebagai wujud pembentukan profil Pelajar Pancasila yang berkualitas,” tandasnya. (ian/fer/dam)

SOLO – Berawal dari banyaknya limbah kulit pisang di sekitar rumahnya, siswa SMP Warga Surakarta Chiara Yorianne Nanditya dan Brian Dwi Harjanto menyulapnya jadi camilan menyehatkan. Rendah kalori dan cocok digunakan untuk menu diet.

Di tangan Chiara dan Brian Dwi Harjanto, kulit pisang diolah menjadi kue brownies dan ice cream. Brownies ini merupakan paduan olahan kulit pisang dengan tepung terigu. Chiara mengaku tidak mudah dalam menemukan resep brownies kulit pisang, sesuai yang diinginkan. Karena butuh kombinasi tepat antara rasa, takaran bahan, dan lainnya.

“Kandungan gizi kulit pisang sangat banyak. Ada mineral, vitamin C, dan vitamin B yang baik untuk kesehatan tubuh,” ungkapnya.

Chiara menambahkan, tidak asal pisang bisa diolah menjadi kue. Hanya pisang ambon saja yang digunakan. Karena teksturnya lebih lembut, dan rasanya manis. Jauh dibandingkan kulit pisang lainnya.

Selain itu, kulit pisang yang digunakan harus fresh. Tidak boleh digunakan, setelah dikupas lebih dari empat jam dari dagingnya.

Proses membuatnya mudah. Kulit pisang yang sudah matang dan kulitnya kuning dibersihkan, lalu dihaluskan untuk diambil ekstraknya. Setelah itu dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti tepung terigu, telur, gula, pengembang, dan lainnya.

“Setelah adonan jadi, dimasukkan ke dalam cetakan. Lalu dikukus sampai matang. Brownies ini rendah kalori. Cocok untuk diet dan menurunkan berat badan,” terangnya.

Selain brownies, kulit pisang ambon juga bisa diolah menjadi ice cream. Cara pengolahannya sedikit berbeda. Kulit pisang ambon dibersihkan, lalu direbus dalam air gula. Supaya menghilangkan rasa sepat dan pahit.

Setelah matang, kulit pisang dihaluskan dan diambil ekstraknya. Nah, ekstrak kulit pisang kemudian dicampur dengan adonan ice cream dan diberi berbagai macam rasa.

“Pemilihan kulit pisang tidak bisa sembarangan. Kami menggunakan kulit yang masih segar dan bersih. Bahan ice cream kulitnya masih sama, pakai pisang ambon,” bebernya.

YUMMY: Brownies dari olahan kulit pisang ambon. (ISTIMEWA)

Memang dari segi tekstur, ice cream dari kulit pisang jauh lebih berserat. Namun dari segi rasa, Brian mengklaim enak di lidah dan kaya akan vitamin. Terkait daya tahan ice cream, tergantung penyimpanannya.

“Memang kalau dibandingkan ice cream pada umumnya, kurang tahan lama. Karena pakai bahan-bahan alami semua. Namun rasanya tetap enak dan teksturnya lebih berserat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Warga Surakarta Budi Prabowo menyebut inovasi olahan kulit pisang ambon ini, bentuk implementasi pembelajaran Kurikulum Merdeka. Siswa diberi kebebasan berkreasi dan berinovasi, sesuai bakat dan minatnya. Bahkan produk ini sudah dibuat dalam jumlah banyak, supaya bisa dinikmati seluruh warga sekolah.

“Saat ini peserta didik memang harus digali bakat dan kemampuannya. Sekolah sebagai tempat pengembang kompetensi siswa, sudah seharusnya mendukung dan mendorong ke arah yang lebih baik. Pengembangan inovasi siswa ini, sebagai wujud pembentukan profil Pelajar Pancasila yang berkualitas,” tandasnya. (ian/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/