alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Kreasi Olahan Mete Jatisrono, Wonogiri: Varian Pedas Manis

WONOGIRI – Mete Wonogiri sudah diakui kelezatannya di berbagai penjuru tanah air. Cita rasa gurih dan renyah bakal menggoyang lidah orang yang menikmatinya. Apalagi varian rasanya cukup beragam.

Camilan ini kerap menjadi suguhan saat hari raya Idul Fitri. Selain itu, mete juga dihidangkan sebagai snack dalam acara hajatan bersama dengan sejumlah makanan lain. Produk mete asal Wonogiri juga sudah dikenal kelezatannya.

Bahkan saking banyak pesanannya di momentum tertentu, mete lokal tak mencukupi permintaan pasar. Hingga akhirnya para perajin mendatangkan mete dari luar daerah seperti Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu daerah dengan jumlah perajin mete yang cukup banyak adalah Kecamatan Jatisrono. Perajin mete asal Dusun Sabuk RT 07 RW 02 Desa Gunungsari Kecamatan Jatisrono, Parsi juga mengamini bahwa mete adalah salah satu makanan khas dari Kota Sukses.

Diketahui, mete diolah dari biji pohon jambu monyet atau jambu mete. Mete sendiri diolah dari wujud gelondongan. Lalu dikupas dan dibersihkan terlebih dahulu. Menurut Parsi, mete bisa digoreng atau dioven bersama bumbu sederhana. Selain itu, mete juga bisa diberi bumbu pedas manis.

”Tapi kalau untuk mete bumbu pedas manis peminatnya tidak begitu banyak. Lebih banyak yang orisinal,” kata dia, kemarin (10/6).

Untuk mete dengan rasa orisinal, Parsi biasanya mengolahnya dengan bawang putih dan daun jeruk. Sementara untuk kreasi pedas manis, mete diolah dengan cabai, bawang putih dan gula jawa. Ada pula perajin yang menambahkan sedikit garam. Sensasi rasanya bercampur jadi satu antara pedas, manis, gurih dan renyah.

Biasanya, pesanan mete banyak mengalir menjelang hari raya Idul Fitri. Banyak pula kaum boro yang memesan mete untuk dijadikan oleh-oleh ketika kembali ke perantauan.

Beberapa waktu lalu, mete matang kualitas super dibanderol seharga Rp 160 ribu per kilogram, sementara kualitas biasa Rp 150 ribu. Sedangkan harga mete mentah super sebesar Rp 150 ribu per kilogram dan untuk kualitas biasa Rp 140 ribu. (al/adi/dam)

WONOGIRI – Mete Wonogiri sudah diakui kelezatannya di berbagai penjuru tanah air. Cita rasa gurih dan renyah bakal menggoyang lidah orang yang menikmatinya. Apalagi varian rasanya cukup beragam.

Camilan ini kerap menjadi suguhan saat hari raya Idul Fitri. Selain itu, mete juga dihidangkan sebagai snack dalam acara hajatan bersama dengan sejumlah makanan lain. Produk mete asal Wonogiri juga sudah dikenal kelezatannya.

Bahkan saking banyak pesanannya di momentum tertentu, mete lokal tak mencukupi permintaan pasar. Hingga akhirnya para perajin mendatangkan mete dari luar daerah seperti Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu daerah dengan jumlah perajin mete yang cukup banyak adalah Kecamatan Jatisrono. Perajin mete asal Dusun Sabuk RT 07 RW 02 Desa Gunungsari Kecamatan Jatisrono, Parsi juga mengamini bahwa mete adalah salah satu makanan khas dari Kota Sukses.

Diketahui, mete diolah dari biji pohon jambu monyet atau jambu mete. Mete sendiri diolah dari wujud gelondongan. Lalu dikupas dan dibersihkan terlebih dahulu. Menurut Parsi, mete bisa digoreng atau dioven bersama bumbu sederhana. Selain itu, mete juga bisa diberi bumbu pedas manis.

”Tapi kalau untuk mete bumbu pedas manis peminatnya tidak begitu banyak. Lebih banyak yang orisinal,” kata dia, kemarin (10/6).

Untuk mete dengan rasa orisinal, Parsi biasanya mengolahnya dengan bawang putih dan daun jeruk. Sementara untuk kreasi pedas manis, mete diolah dengan cabai, bawang putih dan gula jawa. Ada pula perajin yang menambahkan sedikit garam. Sensasi rasanya bercampur jadi satu antara pedas, manis, gurih dan renyah.

Biasanya, pesanan mete banyak mengalir menjelang hari raya Idul Fitri. Banyak pula kaum boro yang memesan mete untuk dijadikan oleh-oleh ketika kembali ke perantauan.

Beberapa waktu lalu, mete matang kualitas super dibanderol seharga Rp 160 ribu per kilogram, sementara kualitas biasa Rp 150 ribu. Sedangkan harga mete mentah super sebesar Rp 150 ribu per kilogram dan untuk kualitas biasa Rp 140 ribu. (al/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/