alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Ini Bebek Bacem Goreng Khas Klaten yang Butuh 2 Hari Proses Pengolahan

BEBEK bacem goreng bisa jadi pilihan kuliner wajib ketika singgah di Kabupaten Klaten. Dengan bumbu rempahnya yang khas, serta dimasak selama dua hari, menghasilkan cita rasa gurih sekaligus manis.

Warung yang menjajakan bebek bacem goreng banyak dijumpai di Jalan Solo-Jogja, Jogonalan. Tetapi di wilayah Wedi juga terdapat warung bebek bacem goreng yang sudah melegenda. Salah satunya milik Maryam Ulfa, 33. Dia merupakan generasi ketiga yang mewarisi resep bebek bacem goreng khas sejak 1987.

”Dalam mengolah bebek kita pilih yang betina, tetapi yang sudah tidak produktif lagi. Kenapa kita pilih yang betina, karena dagingnya yang lebih empuk ketimbang jantan. Begitu cita rasanya kalau diolah lebih nikmat yang bebek betina,” beber Ulfa di salah satu cabang warungnya di Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (10/9).

Ulfa menjelaskan, setiap harinya mampu mengolah daging bebek sebanyak 10-15 ekor. Apabila ada pesanan dari luar kota bisa mengolah hingga 50 ekor dalam satu hari. Bahan-bahan yang disiapkan seperti bawang putih, bawang merah, merica, ketumbar, kunir, daun salam hingga serai. Begitu juga garam, gula, dan bumbu rahasia yang diwariskan kepadanya hingga membuat olahan daging bebeknya tidak amis.

”Kebetulan di samping menyajikan menu utama bebek bacem goreng, juga ada soto bebek. Jadi sebelum proses pembaceman itu dimasukkan dalam kuah soto yang memang sudah dibumbui. Sekitar dua jam lantas diangkat untuk disiapkan dalam proses pembaceman,” imbuh Ulfa.

Proses pembaceman menjadi penentu dari cita rasa khas bebek bacem goreng tersebut. Daging bebek yang sudah dibumbui, direbus dengan berbagai rempah-rempah dalam panci yang cukup besar. Bahkan, dia memiliki alat khusus untuk memastikan seluruh daging tercelup selama proses pembaceman.

Diawali dengan memanaskan panci selama 30 menit terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan seluruh rempah-rempah bisa meresap dalam daging bebek tersebut. Tetapi tidak setiap waktu selalu dipanaskan dengan api kompor. Pada hari kedua, daging bebek juga dipanaskan hanya dalam waktu 15 menit saja.

”Proses perebusan selama dua hari itu untuk memastikan daging bebek menjadi empuk. Begitu juga rempah-rempahnya meresap dalam daging, tetapi airnya tidak sampai kering. Jadi kondisinya dalam bentuk basah, lalu disajikan dengan digoreng terlebih dahulu,” ucapnya.

Proses pembaceman selama dua hari itu membuat daging bebek bacem goreng bisa tahan di luar dalam waktu dua hari. Apabila pengolahannya tepat, bau amis tidak akan tercium. Biasanya disajikan dengan nasi yang masih panas beserta lalapan.

Soal harga, sesuai dengan rasa. Satu ekor utuh dengan bagian ati dan kepala dibanderol harga Rp 120.000. Sedangkan bebek bacem goreng ingkung tanpa ati dan kepala Rp 110.000. Pelanggan juga bisa memesan dalam ukuran seperempat dari satu ekor bebek seharga Rp 25.000. Tentunya lengkap dengan nasi, sambal dan lalapan.

”Untuk pelanggan sendiri tidak hanya dari Klaten, tetapi sejumlah luar kota. Seperti ke Kota Semarang yang setiap dua minggu sekali bisa mengirim 35-50 ekor bebek. Paling jauh juga pernah di bawa ke Kalimantan karena daging yang saya olah ini bisa bertahan selama dua hari,” tandasnya. (ren/adi)

BAHAN-BAHAN

  • Daging bebek betina
  • Bawang Putih
  • Bawang Merah
  • Merica
  • Ketumbar
  • Kunir
  • Dalam Salam
  • Serai
  • Gula
  • Garam

SAMBAL

  • Sambal Bawang
  • Sambal Tomat

LALAPAN

  • Mentimun
  • Kemangi
  • Seledri

 


BEBEK bacem goreng bisa jadi pilihan kuliner wajib ketika singgah di Kabupaten Klaten. Dengan bumbu rempahnya yang khas, serta dimasak selama dua hari, menghasilkan cita rasa gurih sekaligus manis.

Warung yang menjajakan bebek bacem goreng banyak dijumpai di Jalan Solo-Jogja, Jogonalan. Tetapi di wilayah Wedi juga terdapat warung bebek bacem goreng yang sudah melegenda. Salah satunya milik Maryam Ulfa, 33. Dia merupakan generasi ketiga yang mewarisi resep bebek bacem goreng khas sejak 1987.

”Dalam mengolah bebek kita pilih yang betina, tetapi yang sudah tidak produktif lagi. Kenapa kita pilih yang betina, karena dagingnya yang lebih empuk ketimbang jantan. Begitu cita rasanya kalau diolah lebih nikmat yang bebek betina,” beber Ulfa di salah satu cabang warungnya di Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (10/9).

Ulfa menjelaskan, setiap harinya mampu mengolah daging bebek sebanyak 10-15 ekor. Apabila ada pesanan dari luar kota bisa mengolah hingga 50 ekor dalam satu hari. Bahan-bahan yang disiapkan seperti bawang putih, bawang merah, merica, ketumbar, kunir, daun salam hingga serai. Begitu juga garam, gula, dan bumbu rahasia yang diwariskan kepadanya hingga membuat olahan daging bebeknya tidak amis.

”Kebetulan di samping menyajikan menu utama bebek bacem goreng, juga ada soto bebek. Jadi sebelum proses pembaceman itu dimasukkan dalam kuah soto yang memang sudah dibumbui. Sekitar dua jam lantas diangkat untuk disiapkan dalam proses pembaceman,” imbuh Ulfa.

Proses pembaceman menjadi penentu dari cita rasa khas bebek bacem goreng tersebut. Daging bebek yang sudah dibumbui, direbus dengan berbagai rempah-rempah dalam panci yang cukup besar. Bahkan, dia memiliki alat khusus untuk memastikan seluruh daging tercelup selama proses pembaceman.

Diawali dengan memanaskan panci selama 30 menit terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan seluruh rempah-rempah bisa meresap dalam daging bebek tersebut. Tetapi tidak setiap waktu selalu dipanaskan dengan api kompor. Pada hari kedua, daging bebek juga dipanaskan hanya dalam waktu 15 menit saja.

”Proses perebusan selama dua hari itu untuk memastikan daging bebek menjadi empuk. Begitu juga rempah-rempahnya meresap dalam daging, tetapi airnya tidak sampai kering. Jadi kondisinya dalam bentuk basah, lalu disajikan dengan digoreng terlebih dahulu,” ucapnya.

Proses pembaceman selama dua hari itu membuat daging bebek bacem goreng bisa tahan di luar dalam waktu dua hari. Apabila pengolahannya tepat, bau amis tidak akan tercium. Biasanya disajikan dengan nasi yang masih panas beserta lalapan.

Soal harga, sesuai dengan rasa. Satu ekor utuh dengan bagian ati dan kepala dibanderol harga Rp 120.000. Sedangkan bebek bacem goreng ingkung tanpa ati dan kepala Rp 110.000. Pelanggan juga bisa memesan dalam ukuran seperempat dari satu ekor bebek seharga Rp 25.000. Tentunya lengkap dengan nasi, sambal dan lalapan.

”Untuk pelanggan sendiri tidak hanya dari Klaten, tetapi sejumlah luar kota. Seperti ke Kota Semarang yang setiap dua minggu sekali bisa mengirim 35-50 ekor bebek. Paling jauh juga pernah di bawa ke Kalimantan karena daging yang saya olah ini bisa bertahan selama dua hari,” tandasnya. (ren/adi)

BAHAN-BAHAN

  • Daging bebek betina
  • Bawang Putih
  • Bawang Merah
  • Merica
  • Ketumbar
  • Kunir
  • Dalam Salam
  • Serai
  • Gula
  • Garam

SAMBAL

  • Sambal Bawang
  • Sambal Tomat

LALAPAN

  • Mentimun
  • Kemangi
  • Seledri

 

Populer

Berita Terbaru