23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Kreasi Masakan Ingkung: Diungkep, Disantan hingga Digoreng

RADARSOLO.ID – Sajian ingkung sudah mulai jarang ditemui di masyarakat. Kalau pun ada, hanya dibuat saat peringatan hari tertentu dalam upacara adat Jawa. Kini, ada satu rumah makan yang khusus menyediakan menu tradisional ini.

Sajian ingkung cocok dihidangkan untuk menjamu tamu rombongan dan disantap bersama-sama. Untuk bisa menikmati olahan berbahan dasar ayam ini, tidak perlu jauh-jauh keluar kota. Di pusat Kota Karanganyar, ada yang menyediakan menu tersebut.

”Yang menjadi pembeda dalam sajian ingkung ini adalah pemilihan bahan baku ayam. Karena ayam yang kami gunakan pilihan khas ayam kampung, bukan ayam potong atau jenis ayam yang lain. Sehingga kualitas daging dan rasanya itu sangat terasa,” terang Kukuh Waskito, pengelola rumah makan khusus ingkung di Jalan Lawu, Cangakan Barat, Karanganyar Kota, kemarin (6/1/2023).

Kukuh mengungkapkan, dalam penyajiannya menggunakan bumbu alami nusantara seperti kemiri, santan yang dia sebut dengan bumbu areh.

”Untuk lauknya itu kami sajikan dalam satu paket ingkung. Ada sayur tuntut, kemudian sayur daun pepaya atau biasanya disebut dengan jangan dong kates, dan kripik bayam, serta sambel korek,” ungkapnya.

Sajian ingkungnya bisa dinikmati empat sampai lima orang. Hal itu karena dalam penyajian ingkung, gramasi atau berat rata-rata satu ingkung kurang lebih sekira 9 ons.

”Jadi memang cocoknya untuk rombongan sajian ingkung. Tidak hanya kami masak dengan cara dikekep (diungkep) dan ditaburi santan, akan tetapi jika ada masyarakat yang tidak suka dengan santan, juga bisa disajikan dengan cara digoreng,” paparnya.

Untuk menyantap ingkung sendiri, Kukuh juga menyediakan nasi khusus agar konsumen bisa menikmati bumbu racikan ingkung tersebut. Nasi yang digunakan yakni tidak lain adalah nasi gurih, dimana dalam proses masaknya, nasi tersebut dicampur dengan santan atau diberi parutan kelapa. (rud/adi/dam)

RADARSOLO.ID – Sajian ingkung sudah mulai jarang ditemui di masyarakat. Kalau pun ada, hanya dibuat saat peringatan hari tertentu dalam upacara adat Jawa. Kini, ada satu rumah makan yang khusus menyediakan menu tradisional ini.

Sajian ingkung cocok dihidangkan untuk menjamu tamu rombongan dan disantap bersama-sama. Untuk bisa menikmati olahan berbahan dasar ayam ini, tidak perlu jauh-jauh keluar kota. Di pusat Kota Karanganyar, ada yang menyediakan menu tersebut.

”Yang menjadi pembeda dalam sajian ingkung ini adalah pemilihan bahan baku ayam. Karena ayam yang kami gunakan pilihan khas ayam kampung, bukan ayam potong atau jenis ayam yang lain. Sehingga kualitas daging dan rasanya itu sangat terasa,” terang Kukuh Waskito, pengelola rumah makan khusus ingkung di Jalan Lawu, Cangakan Barat, Karanganyar Kota, kemarin (6/1/2023).

Kukuh mengungkapkan, dalam penyajiannya menggunakan bumbu alami nusantara seperti kemiri, santan yang dia sebut dengan bumbu areh.

”Untuk lauknya itu kami sajikan dalam satu paket ingkung. Ada sayur tuntut, kemudian sayur daun pepaya atau biasanya disebut dengan jangan dong kates, dan kripik bayam, serta sambel korek,” ungkapnya.

Sajian ingkungnya bisa dinikmati empat sampai lima orang. Hal itu karena dalam penyajian ingkung, gramasi atau berat rata-rata satu ingkung kurang lebih sekira 9 ons.

”Jadi memang cocoknya untuk rombongan sajian ingkung. Tidak hanya kami masak dengan cara dikekep (diungkep) dan ditaburi santan, akan tetapi jika ada masyarakat yang tidak suka dengan santan, juga bisa disajikan dengan cara digoreng,” paparnya.

Untuk menyantap ingkung sendiri, Kukuh juga menyediakan nasi khusus agar konsumen bisa menikmati bumbu racikan ingkung tersebut. Nasi yang digunakan yakni tidak lain adalah nasi gurih, dimana dalam proses masaknya, nasi tersebut dicampur dengan santan atau diberi parutan kelapa. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img