alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Kopi Decaf Buatan Siswa SMA: Dari Biji Kurma, Manisnya Nendang

SOLO – Ada pecinta kopi yang tidak tidak tahan dengan kandungan kafein di dalamnya. Solusinya, mereka meminum kopi decaf yang kadar kafeinnya rendah, atau bahkan tidak ada sama sekali. Siapa sangka, siswa jurusan MIPA, salah satu SMA negeri di Kota Solo Fazra Isnaniyah berhasil membuat kopi tersebut.

Bahan kopi decaf buatan Fazra lain daripada yang lain. Bukan dari biji kopi pilihan. Melainkan dari biji buah kurma. Idenya bemula dari keresahan teman-temannya, yang tidak suka kafein. Kebetulan, di rumahnya banyak sekali biji kurma yang tidak dimanfaatkan saat Ramadan lalu.

“Sudah diuji di laboratorium salah satu perguruan tinggi swasta di Solo. Bahwa biji kurma mengandung antikosidan tinggi, magnesium, dan gula,” kata Fazra.

Proses pembuatan kopi, lanjut Fazra sangat mudah dan tidak memakan waktu lama. Mulai dari proses pengupasan biji, hingga menjadi bubuk. Bahkan tanpa mesin khusus.

“Mungkin prosesnya butuh waktu sekitar tiga jam. Pertama biji kurma dikupas, dibersihkan, kemudian dikeringkan. Supaya lebih cepat, bisa pakai oven. Kemudian disangrai dan ditumbuk sampai menjadi bubuk halus,” jelasnya.

Setelah jadi, bubuk kopi dikemas dalam toples ukuran kecil. “Idenya dari teman yang suka kopi, tapi yang tanpa kafein. Selain itu ada tiga juga dari guru pas kelas XI semester satu. Semoga inovasi ini bisa dikembangkan lagi. Dan rencananya akan saya pasarkan ke masyarakat,” ujarnya

OLAHAN: Biji kurma setelah dioven dan disangrai. (DOK. PRIBADI)

Guru pembimbing inovasi siswa SMA setempat Eko Setyaningsih menambahkan, awalnya bubuk kopi dari biji kurma hanya diproduksi dalam skala kecil. “Waktu itu kami hanya beli buah kurmanya 1 kg. Kemudian diambil bijinya, tinggal seperempat kg. Itu yang dibuat jadi kopi,” terangnya.

Soal rasa, Eko mengaku lebih manis dari kopi pada umumnya. Karena bahan dasarnya dari kurma yang terkenal akan rasanya yang manis.

“Rasanya khas sekali. Tapi kalau mau lebih enak, sebaiknya dicampur kopi murni. Rasanya manis dan ada pahit-pahitnya,” bebernya.

Eko menyarankan, agar penikmat kopi tanpa kafein untuk mencoba produk kreasi siswanya. Karena tiap seduhnya memunculkan sensasi rasa yang unik.

“Inovasi ini sangat cocok untuk para pecinta kopi, tapi yang tidak tahan dengan kadar kafein tinggi. Semoga bisa menambah referensi bagi para pecinta kopi, dengan sensai yang berbeda,” tuturnya. (mg2/ian/fer)

SOLO – Ada pecinta kopi yang tidak tidak tahan dengan kandungan kafein di dalamnya. Solusinya, mereka meminum kopi decaf yang kadar kafeinnya rendah, atau bahkan tidak ada sama sekali. Siapa sangka, siswa jurusan MIPA, salah satu SMA negeri di Kota Solo Fazra Isnaniyah berhasil membuat kopi tersebut.

Bahan kopi decaf buatan Fazra lain daripada yang lain. Bukan dari biji kopi pilihan. Melainkan dari biji buah kurma. Idenya bemula dari keresahan teman-temannya, yang tidak suka kafein. Kebetulan, di rumahnya banyak sekali biji kurma yang tidak dimanfaatkan saat Ramadan lalu.

“Sudah diuji di laboratorium salah satu perguruan tinggi swasta di Solo. Bahwa biji kurma mengandung antikosidan tinggi, magnesium, dan gula,” kata Fazra.

Proses pembuatan kopi, lanjut Fazra sangat mudah dan tidak memakan waktu lama. Mulai dari proses pengupasan biji, hingga menjadi bubuk. Bahkan tanpa mesin khusus.

“Mungkin prosesnya butuh waktu sekitar tiga jam. Pertama biji kurma dikupas, dibersihkan, kemudian dikeringkan. Supaya lebih cepat, bisa pakai oven. Kemudian disangrai dan ditumbuk sampai menjadi bubuk halus,” jelasnya.

Setelah jadi, bubuk kopi dikemas dalam toples ukuran kecil. “Idenya dari teman yang suka kopi, tapi yang tanpa kafein. Selain itu ada tiga juga dari guru pas kelas XI semester satu. Semoga inovasi ini bisa dikembangkan lagi. Dan rencananya akan saya pasarkan ke masyarakat,” ujarnya

OLAHAN: Biji kurma setelah dioven dan disangrai. (DOK. PRIBADI)

Guru pembimbing inovasi siswa SMA setempat Eko Setyaningsih menambahkan, awalnya bubuk kopi dari biji kurma hanya diproduksi dalam skala kecil. “Waktu itu kami hanya beli buah kurmanya 1 kg. Kemudian diambil bijinya, tinggal seperempat kg. Itu yang dibuat jadi kopi,” terangnya.

Soal rasa, Eko mengaku lebih manis dari kopi pada umumnya. Karena bahan dasarnya dari kurma yang terkenal akan rasanya yang manis.

“Rasanya khas sekali. Tapi kalau mau lebih enak, sebaiknya dicampur kopi murni. Rasanya manis dan ada pahit-pahitnya,” bebernya.

Eko menyarankan, agar penikmat kopi tanpa kafein untuk mencoba produk kreasi siswanya. Karena tiap seduhnya memunculkan sensasi rasa yang unik.

“Inovasi ini sangat cocok untuk para pecinta kopi, tapi yang tidak tahan dengan kadar kafein tinggi. Semoga bisa menambah referensi bagi para pecinta kopi, dengan sensai yang berbeda,” tuturnya. (mg2/ian/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/