alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Tempe Alakatak, Kuliner Khas Sukoharjo: Mulai Langka dan hanya Dijual di Weru

RADARSOLO.ID – Jika berkunjung ke Sukoharjo, tidak ada salahnya mencoba makanan khas satu ini. Namanya tempe alakatak khas Kecamatan Weru.

Tempe Alakatak tergolong makanan langka. Karena hanya bisa ditemui di beberapa pasar tradisional di daerah selatan Kabupaten Sukoharjo. Itu pun hanya di hari-hari pasaran saja seperti Wage, Pahing, Kliwon maupun Pon. Dari penelusuran Jawa Pos Radar Solo, alakatak masih dijual di Pasar Cakruk Karangtengah, Pasar Watukelir, Pasar Tawang yang semuanya berada di Kecamatan Weru.

Koran ini mencoba berburu alakatak di Pasar Watu Kelir, kemarin (19/11). Namun, baru pukul 09.00, enam pedagang yang menjajakan alakatak sudah hampir tutup karena dagangannya habis. Beruntung masih ada salah seorang pedagang yang belum menutup lapaknya.

”Ya kalau jam segini sudah habis semua, saya saja tinggal sedikit,” kata Poniyem, 60, pedagang asal Dusun Karanganyar, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru.

Poniyem berjualan alakatak di Pasar Watukelir hanya saat hari pasaran Wage dan Legi. Selebihnya tidak berjualan.

Alakatak ini berisi tempe dan mi. Tempe yang digunakan berbahan dasar kacang benguk, sedangkan mi terbuat dari tepung singkong yang berwarna putih dan kuning. Untuk warna kuningnya, mi menggunakan campuran perwarna alami dari kunyit. Mi berteksur lembut yang memiliki bentuk kotak memanjang dengan rasa yang gurih dan kenyal. Berbeda dengan mi pada umumnya yang berbentuk bulat memanjang.

”Tempe benguk diolah terlebih dahulu dengan cara direbus dan digiling. Kemudian dicampur dengan kelapa dan kunyit. Bumbunya ya semua bumbu dapur,” katanya.

Ada yang khas lagi dengan makanan ini. Yakni disajikan dengan bungkus daun jati segar. Alakatak bisa digunakan sebagai lauk, dimakan bersama nasi hangat yang akan menambah nikmat. Bisa saja langsung dimakan sebagai kudapan.

”Saya jualnya tergantung yang beli. Rp 1.000 boleh, Rp 2.000 boleh dan Rp 5.000 juga boleh. Sekali jualan menghabiskan tempe 2,5 kilogram, sedangkan mi habis 6 kilogram,” katanya. (kwl/adi/dam)

Bahan-Bahan :

  • Tempe benguk
  • Tepung singkong
  • Santan
  • Daun jati

Bumbu halus :

  • Kunir
  • Parutan kelapa
  • Tumbar
  • Kemiri
  • Daun salam
  • Daun jeruk
  • Laos
  • Bawang merah
  • Bawang putih

Cara membuat :

  1. Pertama koro benguk direbus hingga matang lalu direndam selama tiga hari. Setelah itu benguk dikukus beberapa lama.
  2. Selanjutnya benguk ditumbuk hingga halus.
  3. Setelah halus dibungkus menggunakan daun jati atau daun pisang dengan ukuran kecil-kecil dibiarkan satu hari.
  4. Selanjutnya masak santan dan bumbu halus seperti, kunir, parutan kelapa, tumbar, kemiri, daun salam, daun jeruk, dan laos.
  5. Setelah mendidih masukan tempe , 15 menit kemudian angkat.

Cara membuat mie :

  1. Pertama tepung singkong dibikin adonan menggunakan air mendidih.
  2. Lalu adonan dibuat pipih menggunakan botol atau paralon. Selanjutnya dirajang memanjang dengan lebar sekitar 1 cm.
  3. Hasil rajangan lalu direbus hingga mengapung. Setelah itu ditiriskan dan diberi minyak.

RADARSOLO.ID – Jika berkunjung ke Sukoharjo, tidak ada salahnya mencoba makanan khas satu ini. Namanya tempe alakatak khas Kecamatan Weru.

Tempe Alakatak tergolong makanan langka. Karena hanya bisa ditemui di beberapa pasar tradisional di daerah selatan Kabupaten Sukoharjo. Itu pun hanya di hari-hari pasaran saja seperti Wage, Pahing, Kliwon maupun Pon. Dari penelusuran Jawa Pos Radar Solo, alakatak masih dijual di Pasar Cakruk Karangtengah, Pasar Watukelir, Pasar Tawang yang semuanya berada di Kecamatan Weru.

Koran ini mencoba berburu alakatak di Pasar Watu Kelir, kemarin (19/11). Namun, baru pukul 09.00, enam pedagang yang menjajakan alakatak sudah hampir tutup karena dagangannya habis. Beruntung masih ada salah seorang pedagang yang belum menutup lapaknya.

”Ya kalau jam segini sudah habis semua, saya saja tinggal sedikit,” kata Poniyem, 60, pedagang asal Dusun Karanganyar, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru.

Poniyem berjualan alakatak di Pasar Watukelir hanya saat hari pasaran Wage dan Legi. Selebihnya tidak berjualan.

Alakatak ini berisi tempe dan mi. Tempe yang digunakan berbahan dasar kacang benguk, sedangkan mi terbuat dari tepung singkong yang berwarna putih dan kuning. Untuk warna kuningnya, mi menggunakan campuran perwarna alami dari kunyit. Mi berteksur lembut yang memiliki bentuk kotak memanjang dengan rasa yang gurih dan kenyal. Berbeda dengan mi pada umumnya yang berbentuk bulat memanjang.

”Tempe benguk diolah terlebih dahulu dengan cara direbus dan digiling. Kemudian dicampur dengan kelapa dan kunyit. Bumbunya ya semua bumbu dapur,” katanya.

Ada yang khas lagi dengan makanan ini. Yakni disajikan dengan bungkus daun jati segar. Alakatak bisa digunakan sebagai lauk, dimakan bersama nasi hangat yang akan menambah nikmat. Bisa saja langsung dimakan sebagai kudapan.

”Saya jualnya tergantung yang beli. Rp 1.000 boleh, Rp 2.000 boleh dan Rp 5.000 juga boleh. Sekali jualan menghabiskan tempe 2,5 kilogram, sedangkan mi habis 6 kilogram,” katanya. (kwl/adi/dam)

Bahan-Bahan :

  • Tempe benguk
  • Tepung singkong
  • Santan
  • Daun jati

Bumbu halus :

  • Kunir
  • Parutan kelapa
  • Tumbar
  • Kemiri
  • Daun salam
  • Daun jeruk
  • Laos
  • Bawang merah
  • Bawang putih

Cara membuat :

  1. Pertama koro benguk direbus hingga matang lalu direndam selama tiga hari. Setelah itu benguk dikukus beberapa lama.
  2. Selanjutnya benguk ditumbuk hingga halus.
  3. Setelah halus dibungkus menggunakan daun jati atau daun pisang dengan ukuran kecil-kecil dibiarkan satu hari.
  4. Selanjutnya masak santan dan bumbu halus seperti, kunir, parutan kelapa, tumbar, kemiri, daun salam, daun jeruk, dan laos.
  5. Setelah mendidih masukan tempe , 15 menit kemudian angkat.

Cara membuat mie :

  1. Pertama tepung singkong dibikin adonan menggunakan air mendidih.
  2. Lalu adonan dibuat pipih menggunakan botol atau paralon. Selanjutnya dirajang memanjang dengan lebar sekitar 1 cm.
  3. Hasil rajangan lalu direbus hingga mengapung. Setelah itu ditiriskan dan diberi minyak.

Populer

Berita Terbaru