alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Rica Mentok Alaska Kerjo: Langganan Pejabat hingga Bupati

KARANGANYAR – Pecinta makanan pedas tentunya tidak asing dengan rica mentok khas Karanganyar. Ada beberapa lokasi yang menjualnya, salah satunya di kawasan Alas Karet (Alaska) Kecamatan Kerjo.

Saking istimewanya, rica mentok di alas karet Kerjo ini jadi langganan pejabat penting. Misalnya Bupati Karanganyar Juliyatmono yang sering menyempatkan mampir saat kunjungan kerja di Kecamatan Kerjo. Lokasinya sangat strategis, berada di pinggir jalan Kerjo-Jenawi.

Menu pedas ini dari tulang mentok atau itik. Dicampur dengan olahan bumbu cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, garam, dan gula. Tidak ada bau amis sama sekali di dagingnya.

Pemilik rica mentok alaska Kerjo, Larmi, 45, mengatakan, rica-rica mentok miliknya sebenarnya punya cita rasa sama seperti di lokasi lain. Hanya saja, dia heran banyak pejabat yang rela datang jauh-jauh ke warungnya.

”Dari bupati Karanganyar, kemudian pejabat dari Solo, Sragen dan Jawa Timur sering ke sini,” bebernya.

Untuk bisa menikmati makanan khas Karanganyar tersebut, Larmi yang dibantu suaminya yakni Sugimin Gethok menyarankan agar pecinta rica menambahkan bubuk merica atau kecap manis. Sehingga rasa kuah dan daging rica mentok lebih nikmat di lidah.

”Sebenarnya sama dengan rica-rica yang lain. Rasa orang itu kan beda-beda, kadang ada yang suka sedikit agak pedas, ada yang suka manis. Oleh karena itu, kami sediakan tambahan bubuk merica dan kecap,” kata Larmi.

Selain menyediakan rica mentok, Larmi juga menyediakan mentok goreng. Mentok yang sudah dilumuri bumbu dipotong kecil, kemudian langsung digoreng. Rasa metok goreng ini pun sangat gurih dan cocok untuk mendampingi rica-rica.

”Untuk harga sama. Satu porsi baik rica-rica maupun mentok goreng Rp 25 ribu. Sudah termasuk seporsi nasi dan segelas es teh,” ungkapnya.

Setidaknya dia menyiapkan 60 ekor mentok setiap harinya. Pada akhir pekan lebih banyak lagi mencapai 100 ekor.

”Untuk mentoknya kami datangkan dari peternak dan pedagang pasar Nglangon, Sragen, hingga Magetan,” ungkapnya. (rud/adi/dam)

KARANGANYAR – Pecinta makanan pedas tentunya tidak asing dengan rica mentok khas Karanganyar. Ada beberapa lokasi yang menjualnya, salah satunya di kawasan Alas Karet (Alaska) Kecamatan Kerjo.

Saking istimewanya, rica mentok di alas karet Kerjo ini jadi langganan pejabat penting. Misalnya Bupati Karanganyar Juliyatmono yang sering menyempatkan mampir saat kunjungan kerja di Kecamatan Kerjo. Lokasinya sangat strategis, berada di pinggir jalan Kerjo-Jenawi.

Menu pedas ini dari tulang mentok atau itik. Dicampur dengan olahan bumbu cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, garam, dan gula. Tidak ada bau amis sama sekali di dagingnya.

Pemilik rica mentok alaska Kerjo, Larmi, 45, mengatakan, rica-rica mentok miliknya sebenarnya punya cita rasa sama seperti di lokasi lain. Hanya saja, dia heran banyak pejabat yang rela datang jauh-jauh ke warungnya.

”Dari bupati Karanganyar, kemudian pejabat dari Solo, Sragen dan Jawa Timur sering ke sini,” bebernya.

Untuk bisa menikmati makanan khas Karanganyar tersebut, Larmi yang dibantu suaminya yakni Sugimin Gethok menyarankan agar pecinta rica menambahkan bubuk merica atau kecap manis. Sehingga rasa kuah dan daging rica mentok lebih nikmat di lidah.

”Sebenarnya sama dengan rica-rica yang lain. Rasa orang itu kan beda-beda, kadang ada yang suka sedikit agak pedas, ada yang suka manis. Oleh karena itu, kami sediakan tambahan bubuk merica dan kecap,” kata Larmi.

Selain menyediakan rica mentok, Larmi juga menyediakan mentok goreng. Mentok yang sudah dilumuri bumbu dipotong kecil, kemudian langsung digoreng. Rasa metok goreng ini pun sangat gurih dan cocok untuk mendampingi rica-rica.

”Untuk harga sama. Satu porsi baik rica-rica maupun mentok goreng Rp 25 ribu. Sudah termasuk seporsi nasi dan segelas es teh,” ungkapnya.

Setidaknya dia menyiapkan 60 ekor mentok setiap harinya. Pada akhir pekan lebih banyak lagi mencapai 100 ekor.

”Untuk mentoknya kami datangkan dari peternak dan pedagang pasar Nglangon, Sragen, hingga Magetan,” ungkapnya. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/