alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Wingko Kenep Khas Sukoharjo Terus Eksis, Sudah Masuk Generasi Ketiga

SUKOHARJO –  Begitu banyak resep makanan dengan bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Salah satunya wingko. Bahan utamanya hanya kelapa, tepung beras, dan gula.

Wingko merupakan makanan khas Indonesia yang banyak terdapat di Pulau Jawa. Khusus di Sukoharjo, wingko bisa dengan mudah didapatkan di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo kota. Kelurahan ini merupakan sentra industri makanan ringan, salah satunya wingko.

”Sejak zaman kakek saya, saya sudah generasi ke 3,” kata perajin wingko, Widya Setyo Rahayu,37, warga Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo kota.

Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo terletak di sebelah selatan kota Sukoharjo, di sebelah utara sungai Bengawan Solo. Masyarakat Kenep selain petani adalah pedagang yang terkenal ulet dan kreatif. Desa kenep memiliki potensi yang menarik, terutama di bidang kuliner berupa aneka jajanan khas kota Sukoharjo Makmur, termasuk wingko.

”Biasanya dijadikan oleh-oleh saat orang berkunjung dari Sukoharjo. Saya juga menjualnya ke pasar Tawangsari, pasar Tawangweru dan pasar Ngadirojo, Wonogiri,” ungkapnya.

Biasanya makanan yang satu ini disajikan bersama secangkir teh hangat atau kopi. Teksturnya yang kenyal serta rasanya yang manis memang sangat cocok untuk selingan sebelum makan malam. Makanan ringan ini juga bisa bikin kenyang, karena ada kandungan gula, ketan, dan parutan kelapa.

”Selain oleh-oleh, orang punya hajatan juga sering menggunakan kue ini sebagai ater-ater bahkan sebagai hidangan,” bebernya.

Berbeda dengan kebanyakan kue tradisional lain, cara pembuatan Wingko Babat terbilang cukup sederhana karena hanya membutuhkan sedikit bahan baku. Hanya kelapa muda parut, tepung ketan, santan, gula pasir, garam, vanili, dan air. Namun, Wingko Kenep beda dengan Wingko Semarang atau Wingko Babat. Selain bahan, bentuk Wingko Kenep kotak dicetak dengan Loyang. Sedangkan Wingko Semarangan berbentuk bulat pipih.

”Kalau saya, ada tambahan telur dan margarin. Wingko dicetak dengan loyang, per loyang Rp 27 ribu,” katanya.

Nah, musim mudik Lebaran mendatang, wingko babat dari Kenep ini bisa menjadi buah tangan untuk kerabat dan para sahabat. (kwl/adi)

SUKOHARJO –  Begitu banyak resep makanan dengan bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Salah satunya wingko. Bahan utamanya hanya kelapa, tepung beras, dan gula.

Wingko merupakan makanan khas Indonesia yang banyak terdapat di Pulau Jawa. Khusus di Sukoharjo, wingko bisa dengan mudah didapatkan di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo kota. Kelurahan ini merupakan sentra industri makanan ringan, salah satunya wingko.

”Sejak zaman kakek saya, saya sudah generasi ke 3,” kata perajin wingko, Widya Setyo Rahayu,37, warga Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo kota.

Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo terletak di sebelah selatan kota Sukoharjo, di sebelah utara sungai Bengawan Solo. Masyarakat Kenep selain petani adalah pedagang yang terkenal ulet dan kreatif. Desa kenep memiliki potensi yang menarik, terutama di bidang kuliner berupa aneka jajanan khas kota Sukoharjo Makmur, termasuk wingko.

”Biasanya dijadikan oleh-oleh saat orang berkunjung dari Sukoharjo. Saya juga menjualnya ke pasar Tawangsari, pasar Tawangweru dan pasar Ngadirojo, Wonogiri,” ungkapnya.

Biasanya makanan yang satu ini disajikan bersama secangkir teh hangat atau kopi. Teksturnya yang kenyal serta rasanya yang manis memang sangat cocok untuk selingan sebelum makan malam. Makanan ringan ini juga bisa bikin kenyang, karena ada kandungan gula, ketan, dan parutan kelapa.

”Selain oleh-oleh, orang punya hajatan juga sering menggunakan kue ini sebagai ater-ater bahkan sebagai hidangan,” bebernya.

Berbeda dengan kebanyakan kue tradisional lain, cara pembuatan Wingko Babat terbilang cukup sederhana karena hanya membutuhkan sedikit bahan baku. Hanya kelapa muda parut, tepung ketan, santan, gula pasir, garam, vanili, dan air. Namun, Wingko Kenep beda dengan Wingko Semarang atau Wingko Babat. Selain bahan, bentuk Wingko Kenep kotak dicetak dengan Loyang. Sedangkan Wingko Semarangan berbentuk bulat pipih.

”Kalau saya, ada tambahan telur dan margarin. Wingko dicetak dengan loyang, per loyang Rp 27 ribu,” katanya.

Nah, musim mudik Lebaran mendatang, wingko babat dari Kenep ini bisa menjadi buah tangan untuk kerabat dan para sahabat. (kwl/adi)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/