25.9 C
Surakarta
Tuesday, 30 May 2023

Nikmatnya Tujuh Varian Risoles

MENGEMBANGKAN bisnis kuliner di masa pandemi, tentu akan banyak  halangan dirasakan. Demi bisa survive, tentu wirausahawan harus bisa membuat langkah positif agar bisnisnya tetap berkembang. Seperti langkah yang dilakukan pebisnis muda Angga Purenda.

Sempat tutup selama satu bulan pada September 2020 akibat pandemi Covid-19, tidak menghentikan langkah Angga Purenda, 29, untuk membuka kembali usaha risolesnya di Klaten. Berbagai terobosan coba diterapkan untuk menaikan penjualan di tengah kondisi tidak menentu. Mulai dari mengembangkan berbagai varian rasa, hingga mengintensifkan penjualan secara online.

Bisnisnya mulai dikembangkan sejak awal berdiri 2013 silam. Awalnya hanya menjual dua varian saja, yakni risoles mayones yang berisikan daging asap, telur rebus, dan mayones. Ada pula risoles keju yang berisikan daging asap, telur rebus, dan parutan keju. Tetapi dalam perjalanannya terus berkembang, hingga kini menjadi tujuh varian rasa.

Jawa Pos Radar Solo sempat menuju ke salah satu outlet yang ada di Jalan Rajawali, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah. Ternyata cita rasa risoles yang ditawarkan tidak hanya gurih semata. Tetapi juga manis dengan kehadiran risoles cokelat yang berisikan cokelat premium, keju cheddar, dan kacang sangrai.

Bahkan pelanggan juga bisa menjumpai risoles dengan cita rasa pedas pula lewat varian sosis mayo pedas. Berisikan sosis ayam, telur rebus, dan mayones yang sudah dicampur dengan saus pedas. Banyaknya pilihan varian rasa itulah menjadi pembeda sekaligus strategi mengembangkan usaha rumahan yang kini telah memiliki dua outlet.

Di samping banyaknya pilihan variannya, pelanggan juga bisa membeli risoles dalam bentuk mentah, sehingga pelanggan bisa menggorengnya di rumah.

”Tetapi kami juga melayani penggorengan, sehingga pelanggan bisa menikmati ketika masih hangat,” ucap Penanggungjawab Risoles Klaten, Angga Purenda.

Lebih lanjut, Angga mengungkapkan, inovasi usaha melalui pengembangan varian terus dilakukan dengan mengikuti permintaan pasar. Apabila pelanggan sudah jenuh dengan salah satu varian langsung diganti dengan yang baru. Seperti yang pernah dilakukannya ketika penjualan risoles keju merosot langsung diganti dengan varian risoles cream cheese.

Sementara itu, dalam hal produksi dan penjualan, Angga dibantu oleh tiga karyawannya. Dalam satu hari bisa memproduksi 120 biji hingga 250 biji risoles tergantung pemesanan dari pelanggan. Pelanggannya pun tidak hanya kawula muda saja. Mengingat ada varian risoles kentang dan jagung manis yang menjadi favorit kalangan orang tua.

Para pelanggan juga tidak hanya dari seputaran Klaten saja tetapi memiliki penggemar di sejumlah daerah seperti Solo, Sukoharjo, dan Gunungkidul. Apalagi memiliki layanan khusus pengantaran risoles ke Kota Jogja. Hal itu dilakukan untuk bisa menjangkau banyaknya pelanggan di tengah pandemi.

”Kami juga mengembangkan layanan pemesanan secara online, hingga melalui aplikasi pesan antar. Ini kita terapkan untuk memudahkan pelanggan dalam memesan risoles dimana pun berada. Termasuk juga melayani metode pembayaran transaksi secara online,” tambahnya.

Angga mengungkapkan, dari tujuan varian rasa yang dikembangkan, risoles mayones tetap jadi primadona pelanggan. Selain disantap langsung, produk risolesnya juga disajikan untuk acara arisan hingga resepsi pernikahan. Biasanya dikemas dengan dibalut plastik bening dan diberikan cabai.

“Penerapan PPKM sempat memberikan dampak pada menurunnya pemesanan. Tetapi seiring kasus Covid-19 yang melandai, penjualan berangsur normal,” tambahnya.

Salah satu pelanggan risoles, Ukhtiani Putri, 27, asal Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan jika dirinya baru tahu adanya risoles dengan tujuh varian pada tahun ini. Setelah dirinya diajak temannya untuk membeli risoles tersebut.

”Paling favorit tetap risoles cokelat soalnya beda dari risoles pada umumnya. Apalagi ketika gigit itu tidak hanya coklat saja tetapi juga terasa kacang sangrainya. Saat bersamaan pula cita rasa kulitnya juga begitu terasa,” ucap Ukhti.

Menurutnya, yang menjadi pembeda lainnya, pembelian risoles dalam bentuk mentah. Hal itu menjadikan dirinya bisa menyimpan di lemari es sebelum keesokan harinya bisa digoreng sebagai bekal kerja. Ditambah ukurannya yang dinilai cukup besar sehingga membuatnya begitu kenyang.

”Soal harga juga ramah di kantong, tidak mahal. Saya harapkan usaha risoles ini bisa dikembangkan lagi dengan menambah varian lagi seperti blueberry, strawberry maupun tiramisu,” pungkasnya. (ren/nik/dam)

MENGEMBANGKAN bisnis kuliner di masa pandemi, tentu akan banyak  halangan dirasakan. Demi bisa survive, tentu wirausahawan harus bisa membuat langkah positif agar bisnisnya tetap berkembang. Seperti langkah yang dilakukan pebisnis muda Angga Purenda.

Sempat tutup selama satu bulan pada September 2020 akibat pandemi Covid-19, tidak menghentikan langkah Angga Purenda, 29, untuk membuka kembali usaha risolesnya di Klaten. Berbagai terobosan coba diterapkan untuk menaikan penjualan di tengah kondisi tidak menentu. Mulai dari mengembangkan berbagai varian rasa, hingga mengintensifkan penjualan secara online.

Bisnisnya mulai dikembangkan sejak awal berdiri 2013 silam. Awalnya hanya menjual dua varian saja, yakni risoles mayones yang berisikan daging asap, telur rebus, dan mayones. Ada pula risoles keju yang berisikan daging asap, telur rebus, dan parutan keju. Tetapi dalam perjalanannya terus berkembang, hingga kini menjadi tujuh varian rasa.

Jawa Pos Radar Solo sempat menuju ke salah satu outlet yang ada di Jalan Rajawali, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah. Ternyata cita rasa risoles yang ditawarkan tidak hanya gurih semata. Tetapi juga manis dengan kehadiran risoles cokelat yang berisikan cokelat premium, keju cheddar, dan kacang sangrai.

Bahkan pelanggan juga bisa menjumpai risoles dengan cita rasa pedas pula lewat varian sosis mayo pedas. Berisikan sosis ayam, telur rebus, dan mayones yang sudah dicampur dengan saus pedas. Banyaknya pilihan varian rasa itulah menjadi pembeda sekaligus strategi mengembangkan usaha rumahan yang kini telah memiliki dua outlet.

Di samping banyaknya pilihan variannya, pelanggan juga bisa membeli risoles dalam bentuk mentah, sehingga pelanggan bisa menggorengnya di rumah.

”Tetapi kami juga melayani penggorengan, sehingga pelanggan bisa menikmati ketika masih hangat,” ucap Penanggungjawab Risoles Klaten, Angga Purenda.

Lebih lanjut, Angga mengungkapkan, inovasi usaha melalui pengembangan varian terus dilakukan dengan mengikuti permintaan pasar. Apabila pelanggan sudah jenuh dengan salah satu varian langsung diganti dengan yang baru. Seperti yang pernah dilakukannya ketika penjualan risoles keju merosot langsung diganti dengan varian risoles cream cheese.

Sementara itu, dalam hal produksi dan penjualan, Angga dibantu oleh tiga karyawannya. Dalam satu hari bisa memproduksi 120 biji hingga 250 biji risoles tergantung pemesanan dari pelanggan. Pelanggannya pun tidak hanya kawula muda saja. Mengingat ada varian risoles kentang dan jagung manis yang menjadi favorit kalangan orang tua.

Para pelanggan juga tidak hanya dari seputaran Klaten saja tetapi memiliki penggemar di sejumlah daerah seperti Solo, Sukoharjo, dan Gunungkidul. Apalagi memiliki layanan khusus pengantaran risoles ke Kota Jogja. Hal itu dilakukan untuk bisa menjangkau banyaknya pelanggan di tengah pandemi.

”Kami juga mengembangkan layanan pemesanan secara online, hingga melalui aplikasi pesan antar. Ini kita terapkan untuk memudahkan pelanggan dalam memesan risoles dimana pun berada. Termasuk juga melayani metode pembayaran transaksi secara online,” tambahnya.

Angga mengungkapkan, dari tujuan varian rasa yang dikembangkan, risoles mayones tetap jadi primadona pelanggan. Selain disantap langsung, produk risolesnya juga disajikan untuk acara arisan hingga resepsi pernikahan. Biasanya dikemas dengan dibalut plastik bening dan diberikan cabai.

“Penerapan PPKM sempat memberikan dampak pada menurunnya pemesanan. Tetapi seiring kasus Covid-19 yang melandai, penjualan berangsur normal,” tambahnya.

Salah satu pelanggan risoles, Ukhtiani Putri, 27, asal Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan jika dirinya baru tahu adanya risoles dengan tujuh varian pada tahun ini. Setelah dirinya diajak temannya untuk membeli risoles tersebut.

”Paling favorit tetap risoles cokelat soalnya beda dari risoles pada umumnya. Apalagi ketika gigit itu tidak hanya coklat saja tetapi juga terasa kacang sangrainya. Saat bersamaan pula cita rasa kulitnya juga begitu terasa,” ucap Ukhti.

Menurutnya, yang menjadi pembeda lainnya, pembelian risoles dalam bentuk mentah. Hal itu menjadikan dirinya bisa menyimpan di lemari es sebelum keesokan harinya bisa digoreng sebagai bekal kerja. Ditambah ukurannya yang dinilai cukup besar sehingga membuatnya begitu kenyang.

”Soal harga juga ramah di kantong, tidak mahal. Saya harapkan usaha risoles ini bisa dikembangkan lagi dengan menambah varian lagi seperti blueberry, strawberry maupun tiramisu,” pungkasnya. (ren/nik/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img