alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Soto Kwali Daging Sapi Khas Sragen: Kuah Cenderung Keruh, Bumbu Rempah Kuat

SRAGEN – Soto sudah menjadi makanan nusantara. Di berbagai daerah, rasa dan cara penyajiannya pun berbeda-beda. Begitu pula soto kwali khas Sragen yang punya cita rasa tersendiri. Seperti apa?

Jika di Klaten ada soto garing atau kering, Boyolali ada soto kuah bening, Solo dengan Soto Gading, maka Sragen punya soto dengan kuahnya yang keruh. Kuah keruh ini karena bumbu rempahnya yang banyak. Sehingga cita rasanya lebih berani.

Terdapat sejumlah warung soto di Sragen yang sudah melegenda. Di antaranya Soto Girin, Soto Gimo Girin, Soto Pak Kardi, Soto Buthek, Soto Cimplis dan masih banyak lagi. Mereka punya cabang di berbagai daerah.

Pada umumnya, kuah Soto diambil dari kwali besar yang ditempatkan di depan warung. Penyajiannya di mangkok kecil. Namun penjual tidak pelit memberi potongan daging yang cukup tebal. Selain itu ada taburan bawang goreng, seledri, dan kecambah.

Jika masih dirasa kurang mantap, di warung Soto menyediakan lauk tambahan. Seperti jerohan sapi, baik babat dan paru. Bisa juga dinikmati bersama sate telur puyuh, tempe, tahu, dan kerupuk. Soto makin menggugah selera makan ketika ditambah sambal, perasan jeruk nipis dan kecap. Tergantung selera masing-masing.

Salah satunya soto kwali daging sapi Sugiyanto di Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang. Jika hari biasa sejak pukul 05.00 pagi sudah ramai didatangi pembeli. Namun karena bulan puasa, buka lebih awal.

”Sejak pukul 02.00 sudah buka kalau bulan puasa. Biasanya ramai yang sahur di sini,” terangnya.

Lantas untuk harganya dia menyediakan mangkok kecil Rp 5.000 per mangkok. Sedangkan untuk mangkok besar Rp 9.000.

Sementara salah seorang pembeli Santoso mengaku rindu menikmati soto daging sapi khas Sragen. Pria asli Sragen yang merantau ke ibu kota ini selalu menyempatkan diri mampir mencari soto kwali Sragen.

”Dulu salah satu tempat makan favorit. Ini mumpung baru sampai pulang kampung ya menyempatkan cari Soto khas Sragen ini,” tuturnya. (din/adi)

SRAGEN – Soto sudah menjadi makanan nusantara. Di berbagai daerah, rasa dan cara penyajiannya pun berbeda-beda. Begitu pula soto kwali khas Sragen yang punya cita rasa tersendiri. Seperti apa?

Jika di Klaten ada soto garing atau kering, Boyolali ada soto kuah bening, Solo dengan Soto Gading, maka Sragen punya soto dengan kuahnya yang keruh. Kuah keruh ini karena bumbu rempahnya yang banyak. Sehingga cita rasanya lebih berani.

Terdapat sejumlah warung soto di Sragen yang sudah melegenda. Di antaranya Soto Girin, Soto Gimo Girin, Soto Pak Kardi, Soto Buthek, Soto Cimplis dan masih banyak lagi. Mereka punya cabang di berbagai daerah.

Pada umumnya, kuah Soto diambil dari kwali besar yang ditempatkan di depan warung. Penyajiannya di mangkok kecil. Namun penjual tidak pelit memberi potongan daging yang cukup tebal. Selain itu ada taburan bawang goreng, seledri, dan kecambah.

Jika masih dirasa kurang mantap, di warung Soto menyediakan lauk tambahan. Seperti jerohan sapi, baik babat dan paru. Bisa juga dinikmati bersama sate telur puyuh, tempe, tahu, dan kerupuk. Soto makin menggugah selera makan ketika ditambah sambal, perasan jeruk nipis dan kecap. Tergantung selera masing-masing.

Salah satunya soto kwali daging sapi Sugiyanto di Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang. Jika hari biasa sejak pukul 05.00 pagi sudah ramai didatangi pembeli. Namun karena bulan puasa, buka lebih awal.

”Sejak pukul 02.00 sudah buka kalau bulan puasa. Biasanya ramai yang sahur di sini,” terangnya.

Lantas untuk harganya dia menyediakan mangkok kecil Rp 5.000 per mangkok. Sedangkan untuk mangkok besar Rp 9.000.

Sementara salah seorang pembeli Santoso mengaku rindu menikmati soto daging sapi khas Sragen. Pria asli Sragen yang merantau ke ibu kota ini selalu menyempatkan diri mampir mencari soto kwali Sragen.

”Dulu salah satu tempat makan favorit. Ini mumpung baru sampai pulang kampung ya menyempatkan cari Soto khas Sragen ini,” tuturnya. (din/adi)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/