alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Menyusuri Kampung Terisolasi Girpasang di Lereng Merapi

RADARSOLO.ID – Mengawali awal tahun, tak ada salahnya menyusuri kampung terisolasi Girpasang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Pemandangan alamnya hijau dengan udaranya yang sejuk karena berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kampung Girpasang hanya dihuni 12 kepala keluarga (KK) dengan 34 jiwa. Lokasinya terpisahkan oleh jurang dan perbukitan. Untuk menuju ke kampung tersebut warga biasa berjalan kaki dengan melintasi ribuan anak tangga.

Kini setelah ada gondala dan jembatan gantung membuat kampung terisolasi itu semakin banyak dikunjungi wisatawan. Memang ada hal yang menarik ketika menyusuri kampung yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi ini. Salah satunya keramahan warga setempat dalam menyambut pengunjung.

Ketika sampai di kampung Girpasang, akan dijumpai beberapa kedai kopi yang dikelola warga setempat. Disajikan pula kuliner menarik mulai dari camilan tales goreng hingga nasi jagung. Bahkan ada paket ingkung dan panggang yang dimasak langsung oleh ibu-ibu Girpasang.

KOPI KHAS: Kedai yang dikembangkan anak muda kampung setempat. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Nasi jagung menjadi salah satu favorit. Bahan bakunya berasal dari kebun warga yang diproses pengolahannya dengan membutuhkan waktu yang lama. Biasanya disajikan dengan sayur mayur, ikan asin, dan sambal.

Selama berwisata di kampung ini jangan berharap mendapatkan sinyal stabil. Maka itu lokasi Girpasang sangat cocok bagi kawula muda yang hendak self healing untuk keluar sejenak dari rutinitas sehari-hari. Mengingat Girpasang menyuguhkan pengalaman liburan dengan suasana alam yang segar khas lereng Merapi.

”Memang Girpasang ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan wisatawan karena lokasinya yang terisolir atau terpencil. Kemudian berbagai potensi alam dan kulinernya yang salah satunya kopi membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung,” kata Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo Sutarno ditemui Jawa Pos Radar Solo di Kampung Girpasang beberapa waktu yang lalu.

Tak jauh dari Girpasang sebenarnya bisa berkunjung ke Gua Jepang. Hanya saja akses menuju lokasi belum mendukung. Pihak desa berencana mengembangkan gua untuk melengkapi destinasi wisata di Girpasang.

”Setiap akhir pekan pengunjung yang datang ke Girpasang bisa mencapai 500 wisatawan. Sedangkan pada hari biasa bisa mencapai 200 wisatawan,” tambahnya.

Sebelum meninggalkan Girpasang, tak ada salahnya membeli oleh-oleh khas untuk dibawa pulang ke rumah. Salah satunya berbagai sayur-mayur segar yang baru saja dipanen secara langsung oleh warga dari kebunnya memang dijajakan di kampung tersebut. (ren/adi/dam)

RADARSOLO.ID – Mengawali awal tahun, tak ada salahnya menyusuri kampung terisolasi Girpasang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Pemandangan alamnya hijau dengan udaranya yang sejuk karena berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kampung Girpasang hanya dihuni 12 kepala keluarga (KK) dengan 34 jiwa. Lokasinya terpisahkan oleh jurang dan perbukitan. Untuk menuju ke kampung tersebut warga biasa berjalan kaki dengan melintasi ribuan anak tangga.

Kini setelah ada gondala dan jembatan gantung membuat kampung terisolasi itu semakin banyak dikunjungi wisatawan. Memang ada hal yang menarik ketika menyusuri kampung yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi ini. Salah satunya keramahan warga setempat dalam menyambut pengunjung.

Ketika sampai di kampung Girpasang, akan dijumpai beberapa kedai kopi yang dikelola warga setempat. Disajikan pula kuliner menarik mulai dari camilan tales goreng hingga nasi jagung. Bahkan ada paket ingkung dan panggang yang dimasak langsung oleh ibu-ibu Girpasang.

KOPI KHAS: Kedai yang dikembangkan anak muda kampung setempat. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Nasi jagung menjadi salah satu favorit. Bahan bakunya berasal dari kebun warga yang diproses pengolahannya dengan membutuhkan waktu yang lama. Biasanya disajikan dengan sayur mayur, ikan asin, dan sambal.

Selama berwisata di kampung ini jangan berharap mendapatkan sinyal stabil. Maka itu lokasi Girpasang sangat cocok bagi kawula muda yang hendak self healing untuk keluar sejenak dari rutinitas sehari-hari. Mengingat Girpasang menyuguhkan pengalaman liburan dengan suasana alam yang segar khas lereng Merapi.

”Memang Girpasang ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan wisatawan karena lokasinya yang terisolir atau terpencil. Kemudian berbagai potensi alam dan kulinernya yang salah satunya kopi membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung,” kata Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo Sutarno ditemui Jawa Pos Radar Solo di Kampung Girpasang beberapa waktu yang lalu.

Tak jauh dari Girpasang sebenarnya bisa berkunjung ke Gua Jepang. Hanya saja akses menuju lokasi belum mendukung. Pihak desa berencana mengembangkan gua untuk melengkapi destinasi wisata di Girpasang.

”Setiap akhir pekan pengunjung yang datang ke Girpasang bisa mencapai 500 wisatawan. Sedangkan pada hari biasa bisa mencapai 200 wisatawan,” tambahnya.

Sebelum meninggalkan Girpasang, tak ada salahnya membeli oleh-oleh khas untuk dibawa pulang ke rumah. Salah satunya berbagai sayur-mayur segar yang baru saja dipanen secara langsung oleh warga dari kebunnya memang dijajakan di kampung tersebut. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru