alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Potensi Desa Suruhkalang di Karanganyar: Dongkrak Perekonomian via Olahraga

KARANGANYAR – Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten, merupakan pagar dari Kabupaten Karanganyar. Lantaran letak geografisnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukoharjo. Di sana, terdapat sejumlah potensi yang bisa dikembangkan. Terutama di sektor olahraga.

Penggalian potensi di Desa Suruhkalang memang layak dicermati. Karena pemerintah desa (pemdes) setempat getol mengangkat sektor olahraga. Padahal, wilayah Bumi Intanpari terkenal dengan sektor pariwisata.

Desa Suruhkalang mulai bersolek pada 2019. Tepatnya saat Mawan Thohari menjabat sebagai kepala desa (kades). Pembangunan di sektor olahraga gencar dilakukan. Bahkan hingga menyasar tiap dusun di kawasan tersebut.

Kini, potensi terbesar desa tersebut, salah satunya keberadaan lapangan sepak bola mini. Tak hanya itu, mulai dibangun sejumlah sarana dan prasarana penunjang olahraga di desa seluas 204,6 hektare tersebut. Harapannya, kelak muncul bibit-bibit atlet potensial dari Desa Suruhkalang.

“Penduduk di sini sekitar 4.814 jiwa. Banytak yang gemar olahraga, terutama sepak bola, voli, tenis meja, bului tangkis, atletik, dan sebagainya. Di tiap dusun sudah kami sediakan fasilitas olahraga. Bisa digunakan masyarakat, termasuk anak-anak,” terang Mawan, Jumat (1/7).

Mawan mengaku, lapangan sepak bola mini yang ada sekarang, sudah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Rehab lapangan tersebut mengandalkan anggaran dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Karanganyar. Mengingat anggaran dana desa (DD) tidak diperbolehkan untuk membangun infrastruktur.

“Dulu sebelum saya menjabat, lapangan sepak bola tidak terawat. Sekarang sudah mulus dan fasilitasnya lengkap,” imbuh Mawan.

Di lapangan tersebut, sering digunakan untuk turnamen. Baik kelompok umur veteran, hingga usia dini. Selain itu, lapangan ini juga disewakan untuk umum. Nah, hasilnya bisa untuk menambah pendapatan asli desa (PADes).

“Fasilitas olahraga di tiap dusun, seringnya untuk senam ibu-ibu. Bisa juga dipakai untuk voli ddan bulu tangkis,” ungkap Mawan.

Selain menambah PADes, keberadaan turnamen sepak bola di lapangan mini Suruhkalang, berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner.

“Di beberapa tempat juga kami bangun kios-kios atau ruko. Memberikan kesempatan bagi pengelola UMKM di Suruhkalang. Sekaligus bisa meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (rud/fer/dam)

KARANGANYAR – Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten, merupakan pagar dari Kabupaten Karanganyar. Lantaran letak geografisnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukoharjo. Di sana, terdapat sejumlah potensi yang bisa dikembangkan. Terutama di sektor olahraga.

Penggalian potensi di Desa Suruhkalang memang layak dicermati. Karena pemerintah desa (pemdes) setempat getol mengangkat sektor olahraga. Padahal, wilayah Bumi Intanpari terkenal dengan sektor pariwisata.

Desa Suruhkalang mulai bersolek pada 2019. Tepatnya saat Mawan Thohari menjabat sebagai kepala desa (kades). Pembangunan di sektor olahraga gencar dilakukan. Bahkan hingga menyasar tiap dusun di kawasan tersebut.

Kini, potensi terbesar desa tersebut, salah satunya keberadaan lapangan sepak bola mini. Tak hanya itu, mulai dibangun sejumlah sarana dan prasarana penunjang olahraga di desa seluas 204,6 hektare tersebut. Harapannya, kelak muncul bibit-bibit atlet potensial dari Desa Suruhkalang.

“Penduduk di sini sekitar 4.814 jiwa. Banytak yang gemar olahraga, terutama sepak bola, voli, tenis meja, bului tangkis, atletik, dan sebagainya. Di tiap dusun sudah kami sediakan fasilitas olahraga. Bisa digunakan masyarakat, termasuk anak-anak,” terang Mawan, Jumat (1/7).

Mawan mengaku, lapangan sepak bola mini yang ada sekarang, sudah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Rehab lapangan tersebut mengandalkan anggaran dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Karanganyar. Mengingat anggaran dana desa (DD) tidak diperbolehkan untuk membangun infrastruktur.

“Dulu sebelum saya menjabat, lapangan sepak bola tidak terawat. Sekarang sudah mulus dan fasilitasnya lengkap,” imbuh Mawan.

Di lapangan tersebut, sering digunakan untuk turnamen. Baik kelompok umur veteran, hingga usia dini. Selain itu, lapangan ini juga disewakan untuk umum. Nah, hasilnya bisa untuk menambah pendapatan asli desa (PADes).

“Fasilitas olahraga di tiap dusun, seringnya untuk senam ibu-ibu. Bisa juga dipakai untuk voli ddan bulu tangkis,” ungkap Mawan.

Selain menambah PADes, keberadaan turnamen sepak bola di lapangan mini Suruhkalang, berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner.

“Di beberapa tempat juga kami bangun kios-kios atau ruko. Memberikan kesempatan bagi pengelola UMKM di Suruhkalang. Sekaligus bisa meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (rud/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/