alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Sekumpulan Batu Gamelan dan Wayang

Keunikan Situs Kandang Wayang di Jenar, Sragen

SRAGEN – Seni dan budaya sangat erat mengakar di Kabupaten Sragen. Bahkan sejak ratusan tahun silam, leluhur yang mendiami Bumi Sukowati berinovasi membuat gamelan batu. Lokasinya di Kandang Wayang, Desa Jenar, Kecamatan Jenar.

Setelah sekian lama terbengkalai, Kandang Wayang mulai kembali direkonstruksi secara bertahap. Jika dilihat dari peta, lokasinya berada di timur laut dari pusat kota Sragen. Jaraknya sekitar 20 kilometer (km) dari pusat kota, atau ditempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor. Namun wajib hati-hati dalam perjalanan karena ada beberapa ruas jalan yang rusak.

Awalnya Kandang Wayang ini kurang terawat. Hanya tampak bongkahan batu di areal kawasan Desa Jenar. Namun oleh relawan yang tergabung dalam Yayasan Palapa Mendira Harja (YPMH) Sragen, melihat kejanggalan dalam bongkahan batu tersebut. Lantas dari rasa keingintahuan, mereka mulai meneliti bongkahan batu yang berserakan di lokasi tersebut.

Setelah diamati, mereka memastikan batu-batu itu merupakan gamelan dan wayang terbuat dari batu. Namun untuk ukirannya masih sangat kasar, sehingga sulit dikenali. Para relawan melihat beberapa batu. Wujudnya menyerupai wayang dan gamelan.

Yang paling mencolok yakni yang ditemukan tepat berada di bawah pohon grasak. Pohon tersebut ditaksir berusia ratusan tahun. Salah satu wayang yang ditemukan diyakini wayang Srikandi, yang memiliki ketebalan sekitar 10 sentimeter (cm), tetapi ukiran yang kurang jelas. Di sekitarnya juga ditemukan perangkat gamelan yang terbuat dari batu yang berbentuk gong, bonang, saron, dan gambang. Bongkahan batu itu berada di area seluas 10 x 15 meter.

Ketua YPMH Sragen Joko Piroso menyampaikan bongkahan ini tersebar luas, sehingga perlu dipetakan. Ada yang berada di lahan warga, ada pula yang di tanah kas desa. Bahkan penuturan warga yang sudah lanjut usia, ada beberapa wayang dari batu yang sudah ada sejak lama.

”Tidak hanya diduga berbentuk Srikandi, ada pula yang seperti gunungan, semar batara guru dan sebagainya. Di sekitarnya juga ditemukan seperti gamelan, batu berbentuk bulat,” ungkapnya.

UNIK: Beberapa batu mirip gunungan wayang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Dia mengatakan apabila gong-gong batu yang ditemukan tersebut dipukul menggunakan batu, akan menghasilkan bunyi seperti gamelan yang terbuat dari besi.

”Gongnya kalau dipukul, dan bawahnya diangkat ada rongganya. Dipukul mirip kayak gamelan. Ada nada yang berbeda,” bebernya.

Pihaknya memperkirakan, gamelan dan wayang tersebut merupakan peninggalan zaman budha atau mataram kuno. Lantas untuk menjaga kelestarian dan penelusuran sejarahnya pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan BPCB Jawa Tengah di Prambanan.

”Saat ini kalau batu yang dikumpulkan ada sekitar 80 lebih di 26 titik. Yang masih terkubur di dalam tanah diduga lebih banyak lagi,” terangnya.

Dia menyampaikan situs tersebut rencananya akan dibuka menjadi tempat wisata baru. Konsep wisata cagar budaya. (din/adi/dam)

SRAGEN – Seni dan budaya sangat erat mengakar di Kabupaten Sragen. Bahkan sejak ratusan tahun silam, leluhur yang mendiami Bumi Sukowati berinovasi membuat gamelan batu. Lokasinya di Kandang Wayang, Desa Jenar, Kecamatan Jenar.

Setelah sekian lama terbengkalai, Kandang Wayang mulai kembali direkonstruksi secara bertahap. Jika dilihat dari peta, lokasinya berada di timur laut dari pusat kota Sragen. Jaraknya sekitar 20 kilometer (km) dari pusat kota, atau ditempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor. Namun wajib hati-hati dalam perjalanan karena ada beberapa ruas jalan yang rusak.

Awalnya Kandang Wayang ini kurang terawat. Hanya tampak bongkahan batu di areal kawasan Desa Jenar. Namun oleh relawan yang tergabung dalam Yayasan Palapa Mendira Harja (YPMH) Sragen, melihat kejanggalan dalam bongkahan batu tersebut. Lantas dari rasa keingintahuan, mereka mulai meneliti bongkahan batu yang berserakan di lokasi tersebut.

Setelah diamati, mereka memastikan batu-batu itu merupakan gamelan dan wayang terbuat dari batu. Namun untuk ukirannya masih sangat kasar, sehingga sulit dikenali. Para relawan melihat beberapa batu. Wujudnya menyerupai wayang dan gamelan.

Yang paling mencolok yakni yang ditemukan tepat berada di bawah pohon grasak. Pohon tersebut ditaksir berusia ratusan tahun. Salah satu wayang yang ditemukan diyakini wayang Srikandi, yang memiliki ketebalan sekitar 10 sentimeter (cm), tetapi ukiran yang kurang jelas. Di sekitarnya juga ditemukan perangkat gamelan yang terbuat dari batu yang berbentuk gong, bonang, saron, dan gambang. Bongkahan batu itu berada di area seluas 10 x 15 meter.

Ketua YPMH Sragen Joko Piroso menyampaikan bongkahan ini tersebar luas, sehingga perlu dipetakan. Ada yang berada di lahan warga, ada pula yang di tanah kas desa. Bahkan penuturan warga yang sudah lanjut usia, ada beberapa wayang dari batu yang sudah ada sejak lama.

”Tidak hanya diduga berbentuk Srikandi, ada pula yang seperti gunungan, semar batara guru dan sebagainya. Di sekitarnya juga ditemukan seperti gamelan, batu berbentuk bulat,” ungkapnya.

UNIK: Beberapa batu mirip gunungan wayang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Dia mengatakan apabila gong-gong batu yang ditemukan tersebut dipukul menggunakan batu, akan menghasilkan bunyi seperti gamelan yang terbuat dari besi.

”Gongnya kalau dipukul, dan bawahnya diangkat ada rongganya. Dipukul mirip kayak gamelan. Ada nada yang berbeda,” bebernya.

Pihaknya memperkirakan, gamelan dan wayang tersebut merupakan peninggalan zaman budha atau mataram kuno. Lantas untuk menjaga kelestarian dan penelusuran sejarahnya pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan BPCB Jawa Tengah di Prambanan.

”Saat ini kalau batu yang dikumpulkan ada sekitar 80 lebih di 26 titik. Yang masih terkubur di dalam tanah diduga lebih banyak lagi,” terangnya.

Dia menyampaikan situs tersebut rencananya akan dibuka menjadi tempat wisata baru. Konsep wisata cagar budaya. (din/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/