alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Sisi Lain Keindahan Gunung Lawu, Studio Alam Bikin Pendaki Kecantol

RADARSOLO.ID – Tidak banyak yang tahu di jalur pendakian Lawu terdapat air terjun yang eksotis. Di kalangan pendaki lawas dikenal dengan sebutan Studio Alam. Untuk menikmatinya harus menunggu saat musim hujan tiba.

Studio alam terletak tak jauh dari jalur pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu. Untuk menikmatinya, harus berjalan kaki sekitar 40 menit sampai satu jam. Selama di jalur pendakian kita akan disuguhkan anak tangga dari bebatuan yang ditata.

Di sana sudah ada papan penunjuk air terjun Studio Alam. Lalu mengambil jalur ke kiri menuju ke lokasi tersebut, Saat musim hujan, gemericik air terjun sudah terdengar saat kita akan menuju ke lokasi.

Namun karena saat ini musim kemarau, air terjun hanya tersisa tetesan pada dinding batu yang berlumut. Diketahui, aliran air tersebut berasal dari salah satu sumber mata air di Kawah Candradimuka.

Pemandangan di sekitar Studio Alam terlihat masih sangat alami. Tatanan bebatuan alam dan rindangnya pepohonan, serta lumut yang menempel pada tebing, menjadi salah satu daya tarik dari Studio Alam tersebut.

Apalagi udara di pegunungan masih sangat segar. Cocok untuk menenangkan diri. Eksotismenya karena ada lumut hijau yang menempel di tebing. Sayangnya, beberapa waktu lalu sempat ada tangan jahil yang mengelupas lumut dibuat tulisan.

”Kemarin saya datang bersama teman-teman di Solo. Saya awalnya lihat dari media sosial. Setelah datang langsung memang luar biasa air terjunnya. Kondisi alamnya masih sangat natural, udaranya juga bersih. Apalagi dengan pemandangan lumut hijau itu yang memang seperti di studio dengan pemandangan yang sebenarnya,” kata Riski Ajeng, salah seorang pengunjung.

Riski yang saat itu datang dari Temanggung mengaku takjub dengan keindahan alam di Gunung Lawu tersebut. Meski saat itu dia tidak melihat keindahan air terjun di Studio Alam, namun tetap puas.

”Saya pengen lihat air terjun itu, tapi adanya pas musim penghujan. Besok sudah mengagendakan ke sini lagi,” ucapnya.

Personel komunitas relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Budi Santoso mengungkapkan, kebanyakan pengunjung yang datang ke Studio Alam adalah mereka yang melakukan pendakian ke Gunung Lawu.

”Biasanya mereka yang naik dari Cemoro Sewu kemudian turun di Cemoro Kandang mampir dulu ke Studio Alam itu. Rasanya seperti melepas penat melihat air terjun ini. Malahan pernah ada pendaki yang nggak jadi naik ke puncak karena kecantol ngecamp di Studio Alam itu,” ucapnya. (rud/adi/dam)


RADARSOLO.ID – Tidak banyak yang tahu di jalur pendakian Lawu terdapat air terjun yang eksotis. Di kalangan pendaki lawas dikenal dengan sebutan Studio Alam. Untuk menikmatinya harus menunggu saat musim hujan tiba.

Studio alam terletak tak jauh dari jalur pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu. Untuk menikmatinya, harus berjalan kaki sekitar 40 menit sampai satu jam. Selama di jalur pendakian kita akan disuguhkan anak tangga dari bebatuan yang ditata.

Di sana sudah ada papan penunjuk air terjun Studio Alam. Lalu mengambil jalur ke kiri menuju ke lokasi tersebut, Saat musim hujan, gemericik air terjun sudah terdengar saat kita akan menuju ke lokasi.

Namun karena saat ini musim kemarau, air terjun hanya tersisa tetesan pada dinding batu yang berlumut. Diketahui, aliran air tersebut berasal dari salah satu sumber mata air di Kawah Candradimuka.

Pemandangan di sekitar Studio Alam terlihat masih sangat alami. Tatanan bebatuan alam dan rindangnya pepohonan, serta lumut yang menempel pada tebing, menjadi salah satu daya tarik dari Studio Alam tersebut.

Apalagi udara di pegunungan masih sangat segar. Cocok untuk menenangkan diri. Eksotismenya karena ada lumut hijau yang menempel di tebing. Sayangnya, beberapa waktu lalu sempat ada tangan jahil yang mengelupas lumut dibuat tulisan.

”Kemarin saya datang bersama teman-teman di Solo. Saya awalnya lihat dari media sosial. Setelah datang langsung memang luar biasa air terjunnya. Kondisi alamnya masih sangat natural, udaranya juga bersih. Apalagi dengan pemandangan lumut hijau itu yang memang seperti di studio dengan pemandangan yang sebenarnya,” kata Riski Ajeng, salah seorang pengunjung.

Riski yang saat itu datang dari Temanggung mengaku takjub dengan keindahan alam di Gunung Lawu tersebut. Meski saat itu dia tidak melihat keindahan air terjun di Studio Alam, namun tetap puas.

”Saya pengen lihat air terjun itu, tapi adanya pas musim penghujan. Besok sudah mengagendakan ke sini lagi,” ucapnya.

Personel komunitas relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Budi Santoso mengungkapkan, kebanyakan pengunjung yang datang ke Studio Alam adalah mereka yang melakukan pendakian ke Gunung Lawu.

”Biasanya mereka yang naik dari Cemoro Sewu kemudian turun di Cemoro Kandang mampir dulu ke Studio Alam itu. Rasanya seperti melepas penat melihat air terjun ini. Malahan pernah ada pendaki yang nggak jadi naik ke puncak karena kecantol ngecamp di Studio Alam itu,” ucapnya. (rud/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru