alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Wisata Edukasi Desa Pucung, Kismantoro, Wonogiri

Sensasi Bermain Dolanan Jadul hingga Bikin Jamu di Desa Pucung

WONOGIRI – Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri memiliki sejumlah potensi. Salah satunya wisata edukasi. Memadukan permainan tradisional hingga membuat sabun dan jamu.

Desa Pucung terletak di Kecamatan Kismantoro. Jaraknya sekitar 57 kilometer (km) atau satu jam perjalanan dari Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri. Di sana, tersimpan potensi wisata edukasi yang layak sebagai wahana outing class.

Salah seorang pengelola wisata edukasi di Desa Pucung Dian Nugroho menjelaskan, wisatawan yang datang ditawarkan berbagai macam wahana. Salah satunya batik ciprat yang diproduksi oleh disabilitas. Itu membuktikan meski di tengah keterbatasan, namun mereka tetap bisa berkarya. Bahkan batik ciprat tersebut sudah menjadi ciri khas bagi Desa Pucung.

Selain itu, terdapat wahana pembuatan sabun cuci piring di Omah Sabun. Menariknya, warna dan aroma sabun bisa dibuat sesuai selera wisatawan. Termasuk proses pembuatan sirup herbal. Sirup yang dibuat berasal dari bahan jahe.

“Wisatawan juga kami ajari cara membuat jamu instan. Jumlahnya ada sekitar 12 varian jamu. Mulai dari kunir asem dan lain sebagainya. Semuanya dalam bentuk bubuk,” ungkap Dian, kemarin (7/5).

Mendongkrak minta kunjungan wisatawan, pengelola juga aktif berselancar di dunia maya. Melalui akun Instagram @pucungngangeni. Keempat paket wisata edukasi tersebut, bisa dipilih wisatawan sesuai selera masing-masing. Syaratnya, minimal rombongan berjumlah 20 orang. Harganya mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per orang. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas pemandu wisata dan akomodasi berupa makanan.

“Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati Kampoeng Dolanan. Tamu bisa merasakan sensasi memainkan permainan tradisional. Ada bakiak, eggrang, dan sebagainya,” imbuh Dian.

Di objek wisata ini, wisatawan juga bisa merasakan sensasi memainkan alat musik tradisonal gamelan Cokek Puri Laras. Menurut Dian, gamelan jenis ini lebih ringkas dari gamelan pada umumnya.

“Beberapa waktu lalu anggota Duta Wisata Wonogiri sempat mampir dan mencoba aneka wisata edukasi di sini. Kami juga memiliki paket agrowisata. Wisatawan bisa belajar menanam empon-empon, sekaligus pengolahan menjadi jamu instan. Setelah jadi, jamu instan siap disajikan dan diminum di tempat,” ungkapnya. (al/fer/dam)

WONOGIRI – Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri memiliki sejumlah potensi. Salah satunya wisata edukasi. Memadukan permainan tradisional hingga membuat sabun dan jamu.

Desa Pucung terletak di Kecamatan Kismantoro. Jaraknya sekitar 57 kilometer (km) atau satu jam perjalanan dari Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri. Di sana, tersimpan potensi wisata edukasi yang layak sebagai wahana outing class.

Salah seorang pengelola wisata edukasi di Desa Pucung Dian Nugroho menjelaskan, wisatawan yang datang ditawarkan berbagai macam wahana. Salah satunya batik ciprat yang diproduksi oleh disabilitas. Itu membuktikan meski di tengah keterbatasan, namun mereka tetap bisa berkarya. Bahkan batik ciprat tersebut sudah menjadi ciri khas bagi Desa Pucung.

Selain itu, terdapat wahana pembuatan sabun cuci piring di Omah Sabun. Menariknya, warna dan aroma sabun bisa dibuat sesuai selera wisatawan. Termasuk proses pembuatan sirup herbal. Sirup yang dibuat berasal dari bahan jahe.

“Wisatawan juga kami ajari cara membuat jamu instan. Jumlahnya ada sekitar 12 varian jamu. Mulai dari kunir asem dan lain sebagainya. Semuanya dalam bentuk bubuk,” ungkap Dian, kemarin (7/5).

Mendongkrak minta kunjungan wisatawan, pengelola juga aktif berselancar di dunia maya. Melalui akun Instagram @pucungngangeni. Keempat paket wisata edukasi tersebut, bisa dipilih wisatawan sesuai selera masing-masing. Syaratnya, minimal rombongan berjumlah 20 orang. Harganya mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per orang. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas pemandu wisata dan akomodasi berupa makanan.

“Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati Kampoeng Dolanan. Tamu bisa merasakan sensasi memainkan permainan tradisional. Ada bakiak, eggrang, dan sebagainya,” imbuh Dian.

Di objek wisata ini, wisatawan juga bisa merasakan sensasi memainkan alat musik tradisonal gamelan Cokek Puri Laras. Menurut Dian, gamelan jenis ini lebih ringkas dari gamelan pada umumnya.

“Beberapa waktu lalu anggota Duta Wisata Wonogiri sempat mampir dan mencoba aneka wisata edukasi di sini. Kami juga memiliki paket agrowisata. Wisatawan bisa belajar menanam empon-empon, sekaligus pengolahan menjadi jamu instan. Setelah jadi, jamu instan siap disajikan dan diminum di tempat,” ungkapnya. (al/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/