alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Umbul Kroman di Desa Mranggen, Klaten: Dipercaya Mampu Menambah Kecantikan

KLATEN – Potensi wisata umbul di Kabupaten Klaten seolah tidak ada habisnya. Terbaru ada Umbul Kroman di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom. Suasananya masih alami berupa pepohonan dan tebing yang menjulang tinggi.

Umbul Kroman luasnya sekitar 50 meter persegi. Airnya begitu jernih hingga bagian dasarnya terlihat jelas. Saat ini tengah menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Sekalipun lokasinya tersembunyi, tetapi banyak wisatawan yang ingin berenang di sana.

Sekitar umbul memang cukup rindang karena ditumbuhi pohon bibis yang begitu rimbun. Meski begitu, terik sinar matahari masih bisa tembus di antara sela-sela hingga air umbul menjadi kebiru-biruan karena adanya pantulan tersebut. Ditambah airnya yang begitu jernih menjadikan gelembung air dari dasar umbul pun terlihat jelas. Kedalaman umbul ini sekitar 50 centimeter hingga 70 centimeter. Sehingga aman untuk berenang anak-anak.

Menariknya, ada mitos yang berkembang dan diyakini masyarakat sekitar Umbul Kroman sampai saat ini. Bagi warga pendatang dan baru pertama kali datang serta berenang di umbul tersebut akan terlihat cantik maupun bersih. Termasuk memiliki aura yang lebih bersinar dari sebelumnya.

Kepala Desa Mranggen Miseran menceritakan, Umbul Kroman sudah ada sejak lama. Tetapi luasnya tidak seperti saat ini sebelum akhirnya dilakukan penataan. Pada 1975-an umbul ini sempat dimanfaatkan warga sekitar untuk konsumsi sehari-hari sebelum memiliki sumur. Apalagi berdasarkan penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja memiliki kandungan mineral yang tinggi.

”Pada 2021 saya memiliki program untuk dijadikan destinasi wisata. Dialokasikan anggaran dari dana desa sekitar Rp 50 juta untuk membangun kamar mandi dan kamar ganti. Sedangkan pada 2022 ini dialokasikan sekitar Rp 100 juta untuk membangun musala dan fasilitas penunjang lainnya,” ucap Miseran ditemui Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.

Pada hari biasa setiap Senin-Jumat, pengunjungnya mencapai 50 orang. Sedangkan pada akhir pekan bisa 250 wisatawan. Tetapi oleh pemerintah desa belum menerapkan penarikan retribusi hingga pengurus terbentuk maupun fasilitas penunjang telah memadai.

Pemerintah Desa Mranggen berencana melindungi sumber mata air yang utama. Seiring tingginya minat pengunjung berenang di umbul tersebut. Di samping itu, perlindungan mata air tersebut untuk mendukung penyediaan fasilitas air minum yang bisa dinikmati pengunjung secara langsung pula nantinya.

”Berenang di umbul tetapi jadi destinasi utama. Tetapi kita hendak tunjang dengan agrowisata buah pepaya di tanah bengkok di sekitar umbul. Konsepnya nanti pengunjung bisa memetik sendiri buah pepaya itu,” ucapnya. (ren/adi/dam)

KLATEN – Potensi wisata umbul di Kabupaten Klaten seolah tidak ada habisnya. Terbaru ada Umbul Kroman di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom. Suasananya masih alami berupa pepohonan dan tebing yang menjulang tinggi.

Umbul Kroman luasnya sekitar 50 meter persegi. Airnya begitu jernih hingga bagian dasarnya terlihat jelas. Saat ini tengah menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Sekalipun lokasinya tersembunyi, tetapi banyak wisatawan yang ingin berenang di sana.

Sekitar umbul memang cukup rindang karena ditumbuhi pohon bibis yang begitu rimbun. Meski begitu, terik sinar matahari masih bisa tembus di antara sela-sela hingga air umbul menjadi kebiru-biruan karena adanya pantulan tersebut. Ditambah airnya yang begitu jernih menjadikan gelembung air dari dasar umbul pun terlihat jelas. Kedalaman umbul ini sekitar 50 centimeter hingga 70 centimeter. Sehingga aman untuk berenang anak-anak.

Menariknya, ada mitos yang berkembang dan diyakini masyarakat sekitar Umbul Kroman sampai saat ini. Bagi warga pendatang dan baru pertama kali datang serta berenang di umbul tersebut akan terlihat cantik maupun bersih. Termasuk memiliki aura yang lebih bersinar dari sebelumnya.

Kepala Desa Mranggen Miseran menceritakan, Umbul Kroman sudah ada sejak lama. Tetapi luasnya tidak seperti saat ini sebelum akhirnya dilakukan penataan. Pada 1975-an umbul ini sempat dimanfaatkan warga sekitar untuk konsumsi sehari-hari sebelum memiliki sumur. Apalagi berdasarkan penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja memiliki kandungan mineral yang tinggi.

”Pada 2021 saya memiliki program untuk dijadikan destinasi wisata. Dialokasikan anggaran dari dana desa sekitar Rp 50 juta untuk membangun kamar mandi dan kamar ganti. Sedangkan pada 2022 ini dialokasikan sekitar Rp 100 juta untuk membangun musala dan fasilitas penunjang lainnya,” ucap Miseran ditemui Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.

Pada hari biasa setiap Senin-Jumat, pengunjungnya mencapai 50 orang. Sedangkan pada akhir pekan bisa 250 wisatawan. Tetapi oleh pemerintah desa belum menerapkan penarikan retribusi hingga pengurus terbentuk maupun fasilitas penunjang telah memadai.

Pemerintah Desa Mranggen berencana melindungi sumber mata air yang utama. Seiring tingginya minat pengunjung berenang di umbul tersebut. Di samping itu, perlindungan mata air tersebut untuk mendukung penyediaan fasilitas air minum yang bisa dinikmati pengunjung secara langsung pula nantinya.

”Berenang di umbul tetapi jadi destinasi utama. Tetapi kita hendak tunjang dengan agrowisata buah pepaya di tanah bengkok di sekitar umbul. Konsepnya nanti pengunjung bisa memetik sendiri buah pepaya itu,” ucapnya. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru