24.7 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Serunya Tubing di Kali Serang: Ubah Lokasi Menyeramkan, Jadi Jujukan Wisatawan

RADARSOLO.ID – Potensi wisata alam di utara Boyolali tak kalah menakjubkan dibandingkan lereng Merbabu-Merapi. Ya, Desa Kebonan, Karanggede mampu mengeksplor potensi alam dan keindahan Kali Serang. Dari tanah kas desa yang tak pernah terjamah dan menyeramkan, kini menjadi jujukan wisatawan.

Tanah kas Desa Kebonan, Karanggede memiliki luas 1,5 hektare. Didominasi batu-batuan besar yang tersusun dari kebun hingga ke Kali Serang. Letaknya cukup strategis, dari Balai Desa Kebonan, menuju ke timur sekitar setengah kilometer.

Kades Kebonan Karanggede Yasir Jatmika menuturkan, tanah kas desa tersebut tak laku untuk disewakan, karena lokasinya dekat dengan bantaran Kali Serang. Ditambah rumput liar setinggi orang dewasa. Kesan menyeramkan dan angker melekat pada lokasi ini.

“Dulu orang takut ke sini, karena tempatnya wingit (menyeramkan, Red). Pada 2021, kami babat alas. Alhamdulillah semuanya lancar. Alas Watu Kebonan kami namakan AWK,” jelasnya, kemarin (12/11).

AWK menawarkan paket outbond berupa river tubing. Dari bawah Jembatan Boyoromo, Karanggede dengan finish di AWK. Tentunya didampingi instruktur berpengalaman.

“Kami tengah membangun sistem keamanan. Early warning system (EWS) banjir akan dipasang di Jembatan Boyoromo. Jadi kalau terjadi banjir, 1-2 jam air baru sampai di sini (AWK). Sekaligus ada alarm-nya. Kalau sirinenya bunyi, maka kami operasikan river tubing,” urainya.

Penataan AWK menghabiskan anggaran desa senilai Rp 600 juta dan akan terus dikembangkan. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengangkat UMKM lokal. Mereka bisa menitipkan makanan khas desa dan produk lainnya pada BUMDes. (rgl/wa)

RADARSOLO.ID – Potensi wisata alam di utara Boyolali tak kalah menakjubkan dibandingkan lereng Merbabu-Merapi. Ya, Desa Kebonan, Karanggede mampu mengeksplor potensi alam dan keindahan Kali Serang. Dari tanah kas desa yang tak pernah terjamah dan menyeramkan, kini menjadi jujukan wisatawan.

Tanah kas Desa Kebonan, Karanggede memiliki luas 1,5 hektare. Didominasi batu-batuan besar yang tersusun dari kebun hingga ke Kali Serang. Letaknya cukup strategis, dari Balai Desa Kebonan, menuju ke timur sekitar setengah kilometer.

Kades Kebonan Karanggede Yasir Jatmika menuturkan, tanah kas desa tersebut tak laku untuk disewakan, karena lokasinya dekat dengan bantaran Kali Serang. Ditambah rumput liar setinggi orang dewasa. Kesan menyeramkan dan angker melekat pada lokasi ini.

“Dulu orang takut ke sini, karena tempatnya wingit (menyeramkan, Red). Pada 2021, kami babat alas. Alhamdulillah semuanya lancar. Alas Watu Kebonan kami namakan AWK,” jelasnya, kemarin (12/11).

AWK menawarkan paket outbond berupa river tubing. Dari bawah Jembatan Boyoromo, Karanggede dengan finish di AWK. Tentunya didampingi instruktur berpengalaman.

“Kami tengah membangun sistem keamanan. Early warning system (EWS) banjir akan dipasang di Jembatan Boyoromo. Jadi kalau terjadi banjir, 1-2 jam air baru sampai di sini (AWK). Sekaligus ada alarm-nya. Kalau sirinenya bunyi, maka kami operasikan river tubing,” urainya.

Penataan AWK menghabiskan anggaran desa senilai Rp 600 juta dan akan terus dikembangkan. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengangkat UMKM lokal. Mereka bisa menitipkan makanan khas desa dan produk lainnya pada BUMDes. (rgl/wa)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/