alexametrics
29 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Kali Pepe Land Jadi Landmark Baru Wisata di Boyolali

BOYOLALI – Daerah bantaran sungai dikenal sebagai kawasan yang kumuh. Namun  Wisata moderen Kali Pepe Land menjadi landmark baru di Kabupaten Boyolali. Wisata yang secara geografis itu berada di Kabupaten Boyolali dan Karanganyar itu menyulap bantaran Kali Pepe menjadi tempat yang sangat menarik.

Pengelola menyulap bantaran menjadi wisata yang setiap pekannya bisa menyedot pengunjung hingga 10.000 orang. Mulai Minggu (19/6) ini, Kali Pepe Land membuka dan memberi kesempatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjajakkan dagangannya di sana dalam bingkai pasar rakyat.

Bahkan, pengelola untuk sementara ini sama sekali tidak menarik iuran atau tarif kepada para pelaku UMKM ini. Untuk pengunjung, sementara hanya dibebani tarif parkir sebesar Rp 3.000 untuk motor, sementara tarif parkir mobil Rp 5.000. Tidak ada biaya tiket masuk.

Pengelola Kali Pepe Land, Sugiri menyampaikan selain sebagai tempat wisata, Kali Pepe Land bisa menjadi market atau pasar. “Kami khususkan untuk pedagang kecil menengah. Jadi pasar tradisional dengan konsep moderen,” ucapnya.

Sugiri menjelaskan, pasar modern yang dimaksud adalah yang bersih sekaligus menjadi tempat yang menarik bagi para pelaku UMKM maupun pengunjung. “Kami mencoba bagi para pelaku untuk berdagang dengan situasi agar lebih laku dan ramai,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk pasar rakyat yang pertama ini, pihaknya mengundang sebanyak 150 pelaku UMKM baik warga sekitar maupun di eks Karesidenan Surakarta.  Hal itu dilakukan agar pelaku UMKM bisa menikmati. Pihaknya berharap, setelah pandemi mereda ini mereka bisa kembali berjualan.

“Mereka punya lapak yang menarik, yang ramai, kita maju bersama-sama dengan UMKM. Saya pikir ke depan butuh tempat sebanyak-banyaknya yang seperti ini,” tuturnya.

Sehingga, lanjut dia, perputaran uang bisa bergerak khususnya dari rakyat untuk rakyat. “Mereka juga perlu tempat yang menarik moderen, meskipun yang dijual tradisional. Jadi tidak kalah dengan mall,” ucapnya.

Dia berharap, Kali Pepe Land bisa maju bersama UMKM dan warga sekitar. Bahkan pihaknya menargetkan ada 500 UMKM yang bisa bergabung. “Akan kita libatkan setiap weekend dan hari libur,” tandasnya.

Sebagai informasi, wisata Kali Pepe Land menyediakan beberapa stage yang bisa dimanfaatkan untuk anak-anak. Di antaranya mini trail, ATV, dan sebagainya. Ke depan juga akan dibangun swiming pool, air terjun, pemancingan alami, dan outbond. (atn/dam)

BOYOLALI – Daerah bantaran sungai dikenal sebagai kawasan yang kumuh. Namun  Wisata moderen Kali Pepe Land menjadi landmark baru di Kabupaten Boyolali. Wisata yang secara geografis itu berada di Kabupaten Boyolali dan Karanganyar itu menyulap bantaran Kali Pepe menjadi tempat yang sangat menarik.

Pengelola menyulap bantaran menjadi wisata yang setiap pekannya bisa menyedot pengunjung hingga 10.000 orang. Mulai Minggu (19/6) ini, Kali Pepe Land membuka dan memberi kesempatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjajakkan dagangannya di sana dalam bingkai pasar rakyat.

Bahkan, pengelola untuk sementara ini sama sekali tidak menarik iuran atau tarif kepada para pelaku UMKM ini. Untuk pengunjung, sementara hanya dibebani tarif parkir sebesar Rp 3.000 untuk motor, sementara tarif parkir mobil Rp 5.000. Tidak ada biaya tiket masuk.

Pengelola Kali Pepe Land, Sugiri menyampaikan selain sebagai tempat wisata, Kali Pepe Land bisa menjadi market atau pasar. “Kami khususkan untuk pedagang kecil menengah. Jadi pasar tradisional dengan konsep moderen,” ucapnya.

Sugiri menjelaskan, pasar modern yang dimaksud adalah yang bersih sekaligus menjadi tempat yang menarik bagi para pelaku UMKM maupun pengunjung. “Kami mencoba bagi para pelaku untuk berdagang dengan situasi agar lebih laku dan ramai,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk pasar rakyat yang pertama ini, pihaknya mengundang sebanyak 150 pelaku UMKM baik warga sekitar maupun di eks Karesidenan Surakarta.  Hal itu dilakukan agar pelaku UMKM bisa menikmati. Pihaknya berharap, setelah pandemi mereda ini mereka bisa kembali berjualan.

“Mereka punya lapak yang menarik, yang ramai, kita maju bersama-sama dengan UMKM. Saya pikir ke depan butuh tempat sebanyak-banyaknya yang seperti ini,” tuturnya.

Sehingga, lanjut dia, perputaran uang bisa bergerak khususnya dari rakyat untuk rakyat. “Mereka juga perlu tempat yang menarik moderen, meskipun yang dijual tradisional. Jadi tidak kalah dengan mall,” ucapnya.

Dia berharap, Kali Pepe Land bisa maju bersama UMKM dan warga sekitar. Bahkan pihaknya menargetkan ada 500 UMKM yang bisa bergabung. “Akan kita libatkan setiap weekend dan hari libur,” tandasnya.

Sebagai informasi, wisata Kali Pepe Land menyediakan beberapa stage yang bisa dimanfaatkan untuk anak-anak. Di antaranya mini trail, ATV, dan sebagainya. Ke depan juga akan dibangun swiming pool, air terjun, pemancingan alami, dan outbond. (atn/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/