alexametrics
27.4 C
Surakarta
Sunday, 22 May 2022

Taman Nyi Ageng Rakit, Bayat, Klaten: Spot Baru Menanti Sunset Rowo Jombor

KLATEN – Taman Nyi Ageng Rakit bisa jadi salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Rowo Jombor Klaten. Apalagi banyak yang bisa dilakukan traveler. Mulai dari bersepeda, naik skuter mini hingga berburu kuliner.

Taman Nyi Ageng Rakit berada di sisi timur Rowo Jombor, Kecamatan Bayat. Ketika wisatawan berkeliling akan menemui sebuah patung yang menjadi landmark dari taman tersebut. Maka tak heran menjadi salah satu spot selfie yang wajib diabadikan oleh pengunjung.

Pada taman tersebut juga terdapat amfiteater untuk panggung pertunjukan seni dan budaya dengan latar belakang panorama Rowo Jombor. Apabila tidak ada pertunjukan, wisatawan bisa berdiri di atas panggung dengan mengarah ke waduk yang dikelilingi perbukitan tersebut. Pemandangan perahu wisata yang lalu lalang hingga hamparan tanaman eceng gondok akan terlihat.

Tak jauh dari panggung itu terdapat tulisan Taman Nyi Ageng Rakit yang berwarna merah menyala. Sekitar tulisan itu sebenarnya menjadi tempat duduk pengunjung untuk menyaksikan pertunjukan. Tetapi justru menjadi salah satu spot selfie populer wisatawan yang berkunjung guna menegaskan pernah berkeliling di taman tersebut.

Ada sejumlah wahana yang patut dicoba pengunjung untuk mengelilingi Taman Nyi Ageng Rakit. Salah satunya dengan menyewa skuter mini bertenaga listrik yang tengah menjadi tren di kawasan Rowo Jombor. Cukup merogoh kocek mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 40.000 tergantung durasi sewa yang dinginkan mulai dari 15 menit hingga 40 menit.

Taman tersebut juga cocok bagi yang hendak menghilangkan kepenatan setelah seharian bekerja. Termasuk mengajak anak untuk jalan-jalan sore sambil menaiki mobil dengan tenaga aki yang juga bisa disewa. Mengingat taman yang saat ini dikelola pemkab itu cukup luas dengan didukung jalur pedestrian.

”Saya sering ke taman ini karena dekat dengan rumah saya. Biasanya sekitar pukul 16.00 baru sampai di taman. Semakin sore pemandangannya semakin bagus kalau cuacanya tidak mendung maupun hujan,” jelas salah seorang pengunjung Taman Nyi Ageng Rakit, Meilany Dwi Arum Sari, 24, asal Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Jumat (25/3).

Meilany menceritakan, usai jalan-jalan sore di taman tersebut biasanya berburu kuliner. Mengingat terdapat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan berbagai sajian menu seperti kentang ulir, jagung kukus keju hingga sate ayam. Kadang kala bersama keluarganya juga kulineran di Plaza Kuliner yang masih satu kawasan.

Plaza kuliner di Taman Nyi Ageng Rakit terdiri dari empat joglo yang di dalamnya terdapat kios. Termasuk ruangan berisikan meja dan kursi untuk menikmati berbagai hidangan khas warung apung Rowo Jombor yang saat ini sudah dibongkar. Seperti paket nila, lele, bandeng hingga ayam yang dimasak goreng maupun bakar mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 23.000 per paket.

”Taman Nyi Ageng Rakit ini fasilitasnya sudah cukup memadai. Apalagi terus bermunculan berbagai wahana seperti pasar malam. Saya harap untuk perawatan terhadap taman terus diintensifkan karena pengunjung yang datang semakin banyak,” tandasnya. (ren/adi/dam)

KLATEN – Taman Nyi Ageng Rakit bisa jadi salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Rowo Jombor Klaten. Apalagi banyak yang bisa dilakukan traveler. Mulai dari bersepeda, naik skuter mini hingga berburu kuliner.

Taman Nyi Ageng Rakit berada di sisi timur Rowo Jombor, Kecamatan Bayat. Ketika wisatawan berkeliling akan menemui sebuah patung yang menjadi landmark dari taman tersebut. Maka tak heran menjadi salah satu spot selfie yang wajib diabadikan oleh pengunjung.

Pada taman tersebut juga terdapat amfiteater untuk panggung pertunjukan seni dan budaya dengan latar belakang panorama Rowo Jombor. Apabila tidak ada pertunjukan, wisatawan bisa berdiri di atas panggung dengan mengarah ke waduk yang dikelilingi perbukitan tersebut. Pemandangan perahu wisata yang lalu lalang hingga hamparan tanaman eceng gondok akan terlihat.

Tak jauh dari panggung itu terdapat tulisan Taman Nyi Ageng Rakit yang berwarna merah menyala. Sekitar tulisan itu sebenarnya menjadi tempat duduk pengunjung untuk menyaksikan pertunjukan. Tetapi justru menjadi salah satu spot selfie populer wisatawan yang berkunjung guna menegaskan pernah berkeliling di taman tersebut.

Ada sejumlah wahana yang patut dicoba pengunjung untuk mengelilingi Taman Nyi Ageng Rakit. Salah satunya dengan menyewa skuter mini bertenaga listrik yang tengah menjadi tren di kawasan Rowo Jombor. Cukup merogoh kocek mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 40.000 tergantung durasi sewa yang dinginkan mulai dari 15 menit hingga 40 menit.

Taman tersebut juga cocok bagi yang hendak menghilangkan kepenatan setelah seharian bekerja. Termasuk mengajak anak untuk jalan-jalan sore sambil menaiki mobil dengan tenaga aki yang juga bisa disewa. Mengingat taman yang saat ini dikelola pemkab itu cukup luas dengan didukung jalur pedestrian.

”Saya sering ke taman ini karena dekat dengan rumah saya. Biasanya sekitar pukul 16.00 baru sampai di taman. Semakin sore pemandangannya semakin bagus kalau cuacanya tidak mendung maupun hujan,” jelas salah seorang pengunjung Taman Nyi Ageng Rakit, Meilany Dwi Arum Sari, 24, asal Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Jumat (25/3).

Meilany menceritakan, usai jalan-jalan sore di taman tersebut biasanya berburu kuliner. Mengingat terdapat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan berbagai sajian menu seperti kentang ulir, jagung kukus keju hingga sate ayam. Kadang kala bersama keluarganya juga kulineran di Plaza Kuliner yang masih satu kawasan.

Plaza kuliner di Taman Nyi Ageng Rakit terdiri dari empat joglo yang di dalamnya terdapat kios. Termasuk ruangan berisikan meja dan kursi untuk menikmati berbagai hidangan khas warung apung Rowo Jombor yang saat ini sudah dibongkar. Seperti paket nila, lele, bandeng hingga ayam yang dimasak goreng maupun bakar mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 23.000 per paket.

”Taman Nyi Ageng Rakit ini fasilitasnya sudah cukup memadai. Apalagi terus bermunculan berbagai wahana seperti pasar malam. Saya harap untuk perawatan terhadap taman terus diintensifkan karena pengunjung yang datang semakin banyak,” tandasnya. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/