alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Butuh Upaya untuk “Menahan” Wisatawan di Kota Solo

SOLO – Atraksi malam yang belakangan digenjot Pemkot Surakarta, diantaranya konser musik, diklaim mampu menyedot wisatawan berkunjung ke Kota Bengawan. Namun masih diperlukan upaya ekstra.

“Dalam konsep pariwisata, atraksi malam, seperti konser, itu hanya untuk menangkap wisatawan. Bukan menahan wisatawan. Sebab syarat atraksi wisata yang mampu menjadi penahan wisatawan sifatnya harus reguler,” ungkap pakar pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Deria Adi Wijaya, belum lama ini.

Ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemkot untuk menyediakan atraksi wisata malam yang digelar reguler. Tidak kalah penting, wahana tersebut ramah keluarga agar semua elemen masyarakat bisa menikmati acara tersebut.

Lebih lanjut Deria menjelaskan, ada modal kepariwisataan yang dapat dikembangkan sedemikian rupa, sehingga mampu menahan wisatawan selama berhari-hari dan dapat dinikmati berkali-kali.

“Bahkan pada kesempatan lain, wisatawan kembali tertarik datang ke tempat yang sama. Atraksi demikian itu adalah atraksi penahan. Sebaliknya ada juga atraksi yang hanya dapat menarik kedatangan wisatawan. Disebut penangkap wisatawan. Yang hanya sekali dinikmati. Kemudian ditinggalkan oleh wisatawan. Contohnya, Candi Borobudur. Itu atraksi penangkap wisatawan, sedangkan Pantai Kuta adalah atraksi penahan wisatawan,” urainya.

Dengan adanya atraksi wisata malam yang bersifat reguler, juga akan menguntungkan pihak biro perjalanan wisata dalam membuat paket. Mereka bisa membuat rangkaian paket wisata sampai malam hari. Sebab selama ini, tidak sedikit biro perjalanan wisata kebingungan membawa wisatawannya di malam hari saat ke Solo.

“Contohnya di Jogja ada Sendratari Ramayana. Itu kan reguler tiap malam terselenggara. Otomatis tiap ada rombongan datang ke Jogja, pasti tersedia atraksi wisata malam ini. Kalau konser musik kan sifatnya masih tentatif. Tapi tetap bagus kalau sudah mulai geliat ini,” sambungnya.

Deria mengatakan, konser musik bisa menggerakkan seniman Kota Solo yang tergabung dalam satu wadah untuk bisa menyajikan atau mengekspresikan seni karya mereka, sehingga bisa diapresiasi oleh masyarakat. Harapannya, event itu dapat menjadi atraksi penahan wisata. Dalam hal ini yang diselenggarakan malam hari dan bersifat reguler. (aya/wa)

SOLO – Atraksi malam yang belakangan digenjot Pemkot Surakarta, diantaranya konser musik, diklaim mampu menyedot wisatawan berkunjung ke Kota Bengawan. Namun masih diperlukan upaya ekstra.

“Dalam konsep pariwisata, atraksi malam, seperti konser, itu hanya untuk menangkap wisatawan. Bukan menahan wisatawan. Sebab syarat atraksi wisata yang mampu menjadi penahan wisatawan sifatnya harus reguler,” ungkap pakar pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Deria Adi Wijaya, belum lama ini.

Ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemkot untuk menyediakan atraksi wisata malam yang digelar reguler. Tidak kalah penting, wahana tersebut ramah keluarga agar semua elemen masyarakat bisa menikmati acara tersebut.

Lebih lanjut Deria menjelaskan, ada modal kepariwisataan yang dapat dikembangkan sedemikian rupa, sehingga mampu menahan wisatawan selama berhari-hari dan dapat dinikmati berkali-kali.

“Bahkan pada kesempatan lain, wisatawan kembali tertarik datang ke tempat yang sama. Atraksi demikian itu adalah atraksi penahan. Sebaliknya ada juga atraksi yang hanya dapat menarik kedatangan wisatawan. Disebut penangkap wisatawan. Yang hanya sekali dinikmati. Kemudian ditinggalkan oleh wisatawan. Contohnya, Candi Borobudur. Itu atraksi penangkap wisatawan, sedangkan Pantai Kuta adalah atraksi penahan wisatawan,” urainya.

Dengan adanya atraksi wisata malam yang bersifat reguler, juga akan menguntungkan pihak biro perjalanan wisata dalam membuat paket. Mereka bisa membuat rangkaian paket wisata sampai malam hari. Sebab selama ini, tidak sedikit biro perjalanan wisata kebingungan membawa wisatawannya di malam hari saat ke Solo.

“Contohnya di Jogja ada Sendratari Ramayana. Itu kan reguler tiap malam terselenggara. Otomatis tiap ada rombongan datang ke Jogja, pasti tersedia atraksi wisata malam ini. Kalau konser musik kan sifatnya masih tentatif. Tapi tetap bagus kalau sudah mulai geliat ini,” sambungnya.

Deria mengatakan, konser musik bisa menggerakkan seniman Kota Solo yang tergabung dalam satu wadah untuk bisa menyajikan atau mengekspresikan seni karya mereka, sehingga bisa diapresiasi oleh masyarakat. Harapannya, event itu dapat menjadi atraksi penahan wisata. Dalam hal ini yang diselenggarakan malam hari dan bersifat reguler. (aya/wa)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/