alexametrics
31.4 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Pemulihan Ekonomi ala Desa Wiroko: Sulap Tanah Bengkok Jadi Cafe dan Pool

WONOGIRI – Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 berdampak luas di berbagai sektor. Termasuk perekonomian di wilayah perdesaan. Kini seiring penurunan kasus penyebaran Corona, berbagai langkah dilakukan untuk menggeliatkan perekonomian. Seperti dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri. Melalui pembangunan kolam renang dan cafe, yang menggandeng warga sekitar.

Cafe dan kolam renang tersebut dibangun di atas tanah kas desa alias bengkok. Saat ini unit usaha tersebut dikelola Badan usaha Milik Desa (BUMDes) Redana Makmur.

“Sebelum pagebluk korona, dulunya tanah bengkok ini dimanfaatkan untuk gedung PAUD (pendidikan anak usia dini). Karena bersebelahan dengan areal persawahan, jadi kurang pas. Kemudian sawah itu dikeringkan dan dibuat kios-kios,” kata Kepala Desa (Kades) Wiroko Purwanto, Jumat (27/5).

Purwanto menambahkan, total 15 kios berdiri di atas lahan tersebut. Dibangun oleh rekanan alias pihak ketiga. Menariknya, kios itu bisa dibeli warga melalui kredit ringan. Sayang seiring berjalannya waktu, kios tersbeut diklaim kurang maksimal karena sepi pengunjung.

Di satu sisi, pemdes angkat tangan karena kesulitan dalam pengembangannya. Tak putus asa, Purwanto bersama sejumlah pihak terkait, termasuk masyarakat menggelar musyawarah.

“Dari sini muncul ide dibuat kolam renang untuk anak-anak. Di sampingnya dibuat warung kopi. Akhirnya BUMDes bergerak dengan modal sekitar Rp 35 juta,” imbuh kades.

RAMAI: gazebo dan kolam renang yang ada di lokasi tersebut. (ISTIMEWA)

Rencana di awal, hanya akan dibangun kolam renang khusus anak-anak. Masalahnya, di Kecamatan Eromoko juga sudah berdiri wahana kolam renang. Akhirnya, BUMDes mencari rekanan untuk berinvestasi.

Lalu didapatlah rekanan, yang tak lain masih warga Desa Wiroko. Tak berselang lama, modal mengalir dari investor tersebut. Akhirnya kolam renang dibangun, bersamaan dengan berdirinya cafe.

“Kebetulan saya punya teman tukang kayu. Dibuatkan dua unit gazebo, padahal tidak ada uangnya. Katanya tidak apa-apa dipasang. Sekalian buat promosi,” ujar Purwanto.

Saat ini, proses pembangunan wahana kolam renang dan cafe tersebut belum semepnuhnya rampung. Baru menyentuh 70 persen. Namun, animo pengunjung yang ingin bertamasya tak terbendung. Hingga akhirnya wahana tersebut di-launching Sabtu (21/5) pekan lalu.

Purwanto punya harapan besar dari wahan sebut. Yakni ikut membangkitkan roda perekonomian masyarakat yang sempat tersendat, dampak dari pandemi Covid-19. Karena warga setempat diperbolehkan menjual aneka makanan di lokasi tersebut.

“Di cafe kami siapkan kopi asli Wonogiri. Kami ambil kopinya dari Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto dan juga Kecamatan Karangtengah. Semoga segala upaya ini bisa memajukan ekonomi di desa kami,” beber Purwanto. (al/fer/dam)

WONOGIRI – Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 berdampak luas di berbagai sektor. Termasuk perekonomian di wilayah perdesaan. Kini seiring penurunan kasus penyebaran Corona, berbagai langkah dilakukan untuk menggeliatkan perekonomian. Seperti dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri. Melalui pembangunan kolam renang dan cafe, yang menggandeng warga sekitar.

Cafe dan kolam renang tersebut dibangun di atas tanah kas desa alias bengkok. Saat ini unit usaha tersebut dikelola Badan usaha Milik Desa (BUMDes) Redana Makmur.

“Sebelum pagebluk korona, dulunya tanah bengkok ini dimanfaatkan untuk gedung PAUD (pendidikan anak usia dini). Karena bersebelahan dengan areal persawahan, jadi kurang pas. Kemudian sawah itu dikeringkan dan dibuat kios-kios,” kata Kepala Desa (Kades) Wiroko Purwanto, Jumat (27/5).

Purwanto menambahkan, total 15 kios berdiri di atas lahan tersebut. Dibangun oleh rekanan alias pihak ketiga. Menariknya, kios itu bisa dibeli warga melalui kredit ringan. Sayang seiring berjalannya waktu, kios tersbeut diklaim kurang maksimal karena sepi pengunjung.

Di satu sisi, pemdes angkat tangan karena kesulitan dalam pengembangannya. Tak putus asa, Purwanto bersama sejumlah pihak terkait, termasuk masyarakat menggelar musyawarah.

“Dari sini muncul ide dibuat kolam renang untuk anak-anak. Di sampingnya dibuat warung kopi. Akhirnya BUMDes bergerak dengan modal sekitar Rp 35 juta,” imbuh kades.

RAMAI: gazebo dan kolam renang yang ada di lokasi tersebut. (ISTIMEWA)

Rencana di awal, hanya akan dibangun kolam renang khusus anak-anak. Masalahnya, di Kecamatan Eromoko juga sudah berdiri wahana kolam renang. Akhirnya, BUMDes mencari rekanan untuk berinvestasi.

Lalu didapatlah rekanan, yang tak lain masih warga Desa Wiroko. Tak berselang lama, modal mengalir dari investor tersebut. Akhirnya kolam renang dibangun, bersamaan dengan berdirinya cafe.

“Kebetulan saya punya teman tukang kayu. Dibuatkan dua unit gazebo, padahal tidak ada uangnya. Katanya tidak apa-apa dipasang. Sekalian buat promosi,” ujar Purwanto.

Saat ini, proses pembangunan wahana kolam renang dan cafe tersebut belum semepnuhnya rampung. Baru menyentuh 70 persen. Namun, animo pengunjung yang ingin bertamasya tak terbendung. Hingga akhirnya wahana tersebut di-launching Sabtu (21/5) pekan lalu.

Purwanto punya harapan besar dari wahan sebut. Yakni ikut membangkitkan roda perekonomian masyarakat yang sempat tersendat, dampak dari pandemi Covid-19. Karena warga setempat diperbolehkan menjual aneka makanan di lokasi tersebut.

“Di cafe kami siapkan kopi asli Wonogiri. Kami ambil kopinya dari Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto dan juga Kecamatan Karangtengah. Semoga segala upaya ini bisa memajukan ekonomi di desa kami,” beber Purwanto. (al/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/