Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sendang Kun Gerit Jatibatur, Gemolong: Tak Pernah Kering, Airnya Dipercaya Berkhasiat

Damianus Bram • Minggu, 11 September 2022 | 19:00 WIB
WISATA BARU: Sendang Kun Gerit Jatibatur, Gemolong, Sragen baru dibuka Agustus lalu. Wisatawan dapat menikmati kesegaran air sendang dengan suasana rimbun. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
WISATA BARU: Sendang Kun Gerit Jatibatur, Gemolong, Sragen baru dibuka Agustus lalu. Wisatawan dapat menikmati kesegaran air sendang dengan suasana rimbun. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN - Desa Jatibatur di Kecamatan Gemolong memiliki “hidden gem” yang layak dikunjungi wisatawan. Yakni sebuah sendang yang mata airnya tak kunjung habis. Warga menamainya Sendang Kun Gerit.

Akses menuju Sendang Kun Gerit tidak terlalu sulit. Lokasinya juga sangat dekat dengan jalan raya. Akses roda empat pun mudah. Apalagi sudah ada lahan parkir yang cukup untuk menampung beberapa kendaraan roda empat.

Kondisi lingkungan ini cukup asri, namun sudah ada pembangunan. Sehingga cukup nyaman dan aman. Lokasinya seperti dikelilingi bukit kecil. Kemudian oleh pengelola dibangunkan gazebo dan pendapat.

Selain itu ada sejumlah tanaman dan pepohonan yang membuat rindang. Air di kawasan tersebut cukup jernih. Sehingga sulit untuk tidak tergoda untuk berendam.

Dengan potensi tersebut, wisatawan cukup merogoh kocek Rp 5.000 per orang. Itupun sudah bisa berendam. Serta ditunjang kamar mandi dan tempat ganti pakaian yang bersih. Ada empat kolam yang dibuat untuk menampung air dari sendang.

Salah seorang warga Parjo menyampaikan, kedalaman kolam bervariasi. Mulai 1,5 meter hingga 2 meter. Air dari sendang yang mengisi kolam terus mengalir. Sebelum dibangun, mengalir ke sungai terdekat.

”Ini dibangun atas prakarsa dan investasi warga. Termasuk warga yang bekerja di Jakarta. Setiap RT ikut, sebenarnya dianjurkan untuk setiap warga. Namun tergantung kemampuan ekonomi masing-masing,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Jatibatur Sutardi menjelaskan, Sendang Kun Gerit berada di dekat sungai dan dikelilingi bukit kecil. Menurut cerita, dahulu ada pohon walikukun sepasang yang berdekatan. Ketika tertiup angin, terdengar suara gesekan yang oleh masyarakat setempat disebut gerit.

Hingga suatu ketika saat menjadi sebuah pemukiman dinamai Kun Gerit. Cerita itu turun temurun sejak nenek moyang warga sekitar. Dahulu kala, sendang tersebut menjadi sumber penghidupan warga sekitar.

”Dulu untuk air minum masyarakat sekitar. Apalagi ketika musim kemarau, warga ambil air di Sendang. Air terus memancar dan tidak pernah kering,” ungkapnya.

Tetapi seiring berjalannya waktu, warga bisa membuat sumur duduk di pekarangan masing-masing. Lantas sendang Kun Gerit menjadi terbengkalai dan tidak terurus. Belasan tahun kemudian, warga menilai kawasan tersebut bisa dimanfaatkan.

Kades menjelaskan lokasi sendang berada di tanah OO (oro-oro) dengan luas sekitar 3.000 meter. Tanah tersebut dikuasai oleh pemerintah desa. Seiring waktu muncul ide membuat desa wisata. ”Saya dan tim muncul ide membuat wisata sendang Kun Gerit,” ujar dia.

Setelah dilakukan perencanaan pada 2020, baru dibuka resmi Agustus 2022. Sekitar sebulan terakhir, pengunjung juga lebih dari 1.000 orang pada akhir pekan. Sudah ada pendapa dan akan dibuat resto lagi agar semakin langkap.

Keberadaan sendang Kun Gerit pun tidak lepas dari tempat yang sakral. Karena keberadaannya saat itu sebagai sumber penghidupan. Sehingga saat ini banyak yang percaya ada khasiat dari air sendang Kun Gerit.

”Ada yang mengatakan air dari Sendang Kun Gerit bisa membuat awet muda. Itu yang bikin wisatawan semakin tertarik hadir. Tapi pemahaman orang kan beda-beda, ada juga yang meyakini itu,” tuturnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pesona Sendang Kun Gerit #Desa Jatibatur #Sendang Kun Gerit