RADARSOLO.COM - Wonogiri, kabupaten di selatan Jawa Tengah yang dijuluki "Kota Gaplek", ternyata menyimpan banyak surga tersembunyi yang tak kalah indah dibanding destinasi wisata populer.
Dari telaga di lereng pegunungan, air terjun alami yang masih jarang dikunjungi, hingga bukit-bukit dengan panorama menawan, semuanya menawarkan udara sejuk, suasana tenang, dan kecantikan alam yang ramah wisatawan.
Buat kamu yang bosan dengan keramaian dan ingin jalan sedikit ke alam, berikut daftar 10 lokasi hidden gem di Wonogiri yang wajib masuk bucket list — fotogenik, terjangkau, dan penuh petualangan kecil:
1-Telaga Claket
Telaga Claket berada di Desa Ngawen, Keblokan, Sendangijo, Kecamatan Selogiri. Meski tidak terlalu jauh dari pusat kota Wonogiri, telaga ini terasa seperti dunia lain: air yang tenang, dikelilingi bukit hijau, jarang terdengar suara kendaraan.
Suasananya cocok untuk piknik, bersantai sore, atau foto prewedding. Fasilitas yang tersedia meliputi warung makan, spot foto, gazebo untuk istirahat, dan sewa bebek kayuh atau perahu kecil.
Harga tiket masuk sekitar Rp 10.000/orang, sewa perahu/bebek tambahan sekitar Rp 20.000.
Lokasinya mudah dicapai lewat jalan utama menuju Selogiri dari Kota Wonogiri, kemudian belok ke desa-desa lokal; sebagian jalan sudah aspal, ada juga jalan desa setelah memasuki jalan tamasya.
2-Air Terjun Seloresi
Air Terjun Seloresi terletak di Lembah Lawu Selatan di Wonogiri.
Tempat ini menawarkan air terjun yang cukup tinggi dengan aliran segar dan suasana hutan tropis yang rapat.
Udara di sekitar sangat sejuk, suara bambu dan daun menyatu dengan aliran air memecah kesunyian.
Fasilitasnya sederhana: area parkir, warung lokal sederhana, dan jalur trekking ringan menuju lokasi air terjun.
Tiket masuk tidak disebutkan dalam beberapa sumber resmi, namun biasanya murah (diestimasi sekitar Rp 5.000-Rp 10.000).
Akses menuju lokasi memerlukan perjalanan lewat jalan desa dan jalur pegunungan; kendaraan roda dua lebih mudah, tapi mobil juga bisa asalkan hati-hati di bagian jalan tidak beraspal dan cukup menanjak.
3-Air Terjun Sanginan
Lokasi ini berasa di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, ada Air Terjun Sanginan: sebuah air terjun unik yang gratis dikunjungi.
Suasananya sangat alami, dengan batuan metamorf di bagian atas aliran air yang membentuk seperti atap goa.
Pengunjung bisa menikmati sensasi alam murni, air jernih, dan berendam ringan di kolam air di bawah. Fasilitasnya sangat minimal — parkir di tepi jalan desa, jalan setapak, area istirahat sederhana.
Karena gratis, pengunjung diharapkan menjaga kebersihan dan membawa keperluan sendiri.
Akses ke desa Kepyar perlu melewati jalan desa setelah jalan raya utama; kondisi jalan cukup menantang terutama saat hujan.
4-Air Terjun Watu Jadah
Air Terjun Watu Jadah berada di Dusun Grenjeng, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno.
Alamnya masih sangat alami: air terjun tinggi sekitar 20–30 meter, dinding bebatuan hitam pekat dengan lumut dan tumbuhan hijau menempel, membuat tampilan dramatis.
Suasana sangat cocok untuk yang suka petualangan dan suasana alam liar.
Fasilitas masih terbatas, ada area parkir kecil, warung kecil apabila ada pedagang lokal, jalur setapak menuju air terjun belum terlalu digarap secara fasilitas modern.
Tiket masuk tidak banyak dipublikasikan; kemungkinan kecil atau sangat murah.
Akses memerlukan kendaraan ke desa, dan kemudian berjalan sedikit melalui jalan setapak yang bisa licin.
5-Candi Muncar
Meski namanya “Candi”, Candi Muncar bukan candi dalam arti bangunan kuno, melainkan telaga / bendungan di lereng Pegunungan Lawu bagian selatan, Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri.
Pemandangannya sangat hijau dan terasa teduh, udara dingin di waktu pagi. Fasilitas meliputi area duduk, warung sederhana, area parker, dan jalan akses yang cukup baik dari desa setempat.
Karena masih tersembunyi, suasana cenderung tenang. Biaya masuknya tidak selalu besar — tergantung pengelola — dan biasanya sangat terjangkau. Akses melalui jalan perkampungan desa Girimarto, setelah jalan utama, ada belokan ke arah Bubakan.
6-Bukit Puncak Kraguman
Bukit Puncak Kraguman terletak di Dusun Sendang RT 003/RW 003, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, sekitar 34 km dari pusat Kota WWonogiri
Dari puncak ini pengunjung bisa menikmati panorama alam gunung-bukit, lembah, dan langit terbuka yang eksotis terutama saat pagi atau sore hari.
Suasana sunset dan sunrise di sini cukup mengagumkan. Fasilitas cukup sederhana: area parkir di desa/perkampungan, beberapa warung lokal, spot foto kayu atau bambu yang dibangun warga, dan tempat duduk.
Tiket masuk belum selalu ditetapkan, kemungkinan sangat murah atau hanya biaya parkir lokal.
Jalan menuju ke lokasi melintasi jalan utama + jalan desa; ada tanjakan dan tikungan, kondisi cor di beberapa bagian, perlu kendaraan dengan kondisi baik.
7-Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur adalah destinasi wajib di Wonogiri.
Selain perairannya yang luas dan pemandangan waduk yang tenang, kini sudah dilengkapi fasilitas seperti jembatan kaca, taman sendang, tempat bersantai, perahu, dan panorama tepi waduk yang indah.
Tiket masuk Waduk biasanya sekitar Rp 10.000/orang. Fasilitas parkir luas, warung makan, area bermain, spot selfie.
Akses menuju waduk mudah lewat jalan raya utama Wonogiri-Manyaran atau jalur akses lokal dari Kota Wonogiri; jalan umum sudah baik, tinggal ikuti petunjuk ke Waduk Gajah Mungkur.
8-Tegal Simbah
Tegal Simbah berada di kawasan pegunungan Wonogiri, tepatnya di Girimarto. Tempat ini baru dibuka beberapa tahun terakhir dan menawarkan suasana pegunungan yang sejuk, dipadukan kolam renang, taman bermain, restoran, dan spot foto estetik.
Udara sangat menyegarkan, cocok untuk keluarga atau liburan akhir pekan.
Fasilitas meliputi area parkir, taman, kolam renang, tempat makan.
Tiket masuk lebih tinggi dibanding wisata alam murni, tetapi masih terjangkau — beberapa sumber menyebut tiket spot-foto/kalian tempat rekreasi di Girimarto.
Akses melalui jalan ke Girimarto dari kota Wonogiri, sebagian jalan menanjak dan berliku; kendaraan roda dua atau mobil dengan mesin bagus lebih nyaman.
9-Pantai Karang Payung
Pantai Karang Payung berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Paranggupito.
Pasir pantai, karang-karang kecil, suasana pantai, sunset, dan angin laut menjadi daya tarik.
Fasilitasnya ada area parkir, warung-warung kecil, penginapan sederhana di sekitar pantai, tempat duduk santai.
Tiket masuk sekitar Rp 5.000/orang. Akses pantai Melalui jalan utama yang menuju Paranggupito, menerus ke desa setempat; jalan sebagian besar aspal, sebagian lokal desa.
10-Taman Bidadari Edupark
Taman Bidadari Edupark berlokasi di Ngasem, Gumiwang Lor, Wuryantoro.
Tempat ini cocok untuk liburan keluarga karena memiliki konsep edukatif + area wisata buatan.
Di lokasi terdapat kolam renang, area bermain air, spot foto seperti patung bidadari, restoran kecil/wahana kuliner, dan ruang terbuka hijau.
Tiket masuk relatif murah; ada tambahan untuk kolam renang atau wahana air.
Akses lewat jalur Wuryantoro dari Wonogiri, kemudian belok ke Ngasem; sebagian jalan desa setelah memasuki area wisata. (nik)
Editor : Niko auglandy