
RADARSOLO.COM - Pemkab Wonogiri terus mendorong pelestarian seni karawitan di kalangan generasi muda melalui Lomba Karawitan Pelajar se-Kabupaten Wonogiri 2026.
Kegiatan yang digelar selama dua hari pada Rabu-Kamis (21-22/10/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri itu diikuti pelajar tingkat SD dan SMP sederajat.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, lomba tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan seni tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masuknya budaya asing.
Baca Juga: Animo Tinggi! Ribuan Mahasiswa Daftar Program Beasiswa Pemuda Berprestasi Wonogiri 2026
Menurut Bupati, generasi muda perlu mendapat ruang untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai warisan budaya bangsa.
Salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler seni di sekolah
"Dulu klenengan sangat dicintai masyarakat. Saat ada hajatan, ada klenengan. Sekarang mulai tersisih dengan hiburan lain. Meski demikian, masih bisa kita jumpai termasuk di kegiatan bersih dusun dan lainnya," ujar Setyo Rabu.
Seni karawitan tidak hanya berkaitan dengan musik tradisional, tetapi juga mengandung nilai sosial, moral, dan spiritual.
Kegiatan ini dinilai dapat membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta membiasakan mereka bersikap sopan dan menghargai orang lain.
"Pelestarian seni karawitan tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah dan generasi muda yang akan meneruskan seni karawitan Jawa," kata dia.
Dia menambahkan, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak agar memiliki kepribadian luhur dan jiwa nasionalisme.




