Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terjun Bebas! Angka Kunjungan Pantai Sembukan hingga Museum Karst Wonogiri Anjlok 50 Persen

Iwan Adi Luhung
Penulis: Iwan Adi Luhung❯
Pengunjung menikmati keindahan Pantai Klotok, Wonogiri. (IWAN ADI/RADAR SOLO)Pengunjung menikmati keindahan Pantai Klotok, Wonogiri. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

Advertisement

RADARSOLO.COM-Penurunan jumlah pengunjung selama masa libur Lebaran 2026 di Kabupaten Wonogiri ternyata tidak hanya dialami oleh Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM).

Tren serupa menimpa empat destinasi wisata lainnya yang dikelola Pemkab Wonogiri, di mana angka kunjungan tercatat anjlok drastis hingga mencapai 50 persen.

Data Anjloknya Kunjungan di Empat Destinasi

Advertisement

Fakta lesunya pariwisata ini terungkap dari data resmi yang dihimpun oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Wonogiri.

Penurunan jumlah wisatawan tersebut terjadi di empat lokasi plesiran, yakni Museum Karst Indonesia (MKI), kawasan Pantai Sembukan dan Pantai Klothok, Goa Putri Kencono, serta Kahyangan.

Advertisement

Perbandingan data kunjungan pada periode libur Lebaran menunjukkan persentase penurunan yang sangat tajam, yakni mencapai 50,37 persen.

Berikut adalah rincian perbandingan pengunjung di empat objek wisata tersebut:

  • Libur Lebaran 2025 (8 hari, 31 Maret–7 April): Total 9.915 pengunjung.

  • Libur Lebaran 2026 (4 hari, 21–24 Maret): Total 4.921 pengunjung.

Jika dibedah lebih rinci per destinasi, rincian angka kunjungan pada libur Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya adalah sebagai berikut:

  • Pantai Sembukan & Pantai Klothok: 4.115 pengunjung (turun dari 8.595 pengunjung)

  • Museum Karst Indonesia (MKI): 458 pengunjung (turun dari 882 pengunjung)

  • Kahyangan: 286 pengunjung (turun dari 358 pengunjung)

  • Goa Putri Kencono: 62 pengunjung (turun dari 80 pengunjung)

Libur Singkat dan Faktor Daya Beli

Kepala Disporapar Wonogiri, Haryanto, mengamini fenomena penurunan jumlah wisatawan di empat objek wisata andalan tersebut.

Berdasarkan hasil analisis sementara pihaknya, terdapat sejumlah faktor utama yang memicu merosotnya angka kunjungan tahun ini:

  • Masa Libur Lebih Singkat: Libur setelah hari H Lebaran tahun 2026 hanya berlangsung sekitar empat hari, jauh lebih pendek dibandingkan momentum Lebaran tahun lalu yang mencapai sepekan penuh.

  • Penurunan Daya Beli Masyarakat: Lesunya faktor ekonomi diduga kuat memengaruhi kemampuan dan minat masyarakat untuk menyisihkan dana rekreasi.

"Di destinasi wisata daerah lain, kita juga melihat beberapa mengalami penurunan jumlah kunjungan. Faktor ekonomi mungkin sangat berpengaruh. Hasil analisa sementara kami seperti itu," beber Haryanto, Rabu (1/4/2026).

Advertisement

Artikel Terkait

Khawatir Kondisi Makin Memburuk, Labuhan Ageng 2026 Tetap Digelar Meski Sederhana

Khawatir Kondisi Makin Memburuk, Labuhan Ageng 2026 Tetap Digelar Meski Sederhana

Labuhan Ageng 2026 di Pantai Sembukan tetap digelar meski sederhana. Warga percaya tradisi ini penting untuk keselamatan dan tolak bala.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer