
RADARSOLO.COM - Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri menerima banyak keluhan soal status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Dinsos PPKB P3A Wonogiri Anton Tiyas Harjanto menjelaskan, keluhan tersebut mulai ramai setelah terjadi penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) beberapa waktu lalu.
"Sejak Januari 2026, puncaknya waktu banyak PBI-JK yang nonaktif kemarin, bulan Maret. Banyak ketahuannya saat itu. Sampai hari ini ada yang mempertanyakan," ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Jepang Sempat Membungkam Berita Proklamasi, Domei Disegel pada 20 Agustus 1945
Warga yang merasa status desilnya tidak sesuai dapat menyampaikan pengaduan melalui pemerintah desa.
Selanjutnya, data tersebut bisa diinput petugas desa untuk ditindaklanjuti. Warga juga dapat melakukan pengecekan bantuan sosial secara mandiri.
Data pengaduan kemudian dapat dilakukan ground checking (GC) oleh petugas Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing kecamatan.
Petugas mengecek kondisi warga secara langsung di lapangan.
Hasil pengecekan tersebut ternyata beragam. Ada warga yang status desilnya tetap, tetapi ada pula yang mengalami penurunan.
"Hasilnya ada yang tetap, ada juga yang turun desil, ada yang turun sedikit," ujarnya.
Baca Juga: Jaring Bibit Atlet dari 25 Kecamatan, Turnamen Bola Voli Piala Bupati #2 Wonogiri Resmi Digelar
Dari ground checking yang telah dilakukan, Dinsos Wonogiri belum menemukan warga yang justru mengalami kenaikan desil.




