Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Perekonomian Terbantu Dengan Program Padat Karya Tunai

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 6 Mei 2021 | 21:26 WIB
SIMBOLIS: Bupati Joko Sutopo serahkan kelengkapan kerja pada launching Kotaku di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, Rabu (5/5). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
SIMBOLIS: Bupati Joko Sutopo serahkan kelengkapan kerja pada launching Kotaku di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, Rabu (5/5). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI - Pemerintah terus berupaya menekan dampak pandemi terhadap perekonomian. Salah satunya lewat program padat karya tunai atau cash for work (CFW) melibatkan tukang bangunan.

CFW Wonogiri di-launching lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Arena Kolam Keceh di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, Rabu (5/5).

Kota Sukses mendapatkan alokasi anggaran Rp1,8 Miliar untuk kegiatan di enam desa/kelurahan di Kecamatan Wonogiri Kota, yakni

Desa Bulusulur, Desa Sendang, Desa Pokoh Kidul, Kelurahan Wuryorejo, Kelurahan Wonoboyo dan Kelurahan Giriwono.

Surip, warga Desa Bulusulur yang bekerja sebagai tukang bangunan menuturkan, selama pandemi, lebih dari tiga bulan menganggur. "Sekarang ada beberapa garapan. Tapi termasuk masih sepi. Ada CFW ini ya membantu saya. Soalnya waktu saya banyak menganggur," ujar di sela acara.

Menurut Surip, ada sejumlah program padat karya di desanya, yakni pembuatan drainase, pengecoran, dan bersih-bersih lingkungan.

"Sebelum bakdo (Lebaran) targetnya selesai. Sudah jalan sepekan. Kami sehari dapat upah Rp 73.100, kalau untuk tukang Rp 90.000 per hari," katanya.

Tak hanya laki-laki, program tersebut juga melibatkan kaum hawa. Di antaranya Suyatmi. Dia bersyukur dapat terlibat dalam program padat karya. "Kalau halal kenapa malu? Dulu saya daftar biar bisa membantu ekonomi keluarga," jelas dia.

Sebelumnya, Suyatmi bekerja serabutan. Tapi ketika korona mewabah, dia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo berterima kasih kepada pihak Kementerian PUPR. Sebab, Kota Sukses mendapatkan program Kotaku yang diwujudkan dalam kegiatan padat karya.

"Program ini sangat strategis. Menjadi solusi saat pandemi. Masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 bisa dapat penghasilan tambahan. Karena dilakukan saat pandemi, kami meminta para pekerja tetap menerapkan protokol kesehatan tentunya," pesan bupati. (al/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#cash for work #Padat Karya Bayar Tunai #program padat karya tunai