Seperti dilakukan Is, 34, warga Plasemen, Rejosari, Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Tersangka telah beraksi dua kali di Wonogiri. Ditambah Purwokerto, Magelang, Jogjakarta, Klaten, Boyolali, dan Sragen. Kerugian nasabah di Wonogiri sekitar Rp 75 juta, sedangkan di daerah lain Rp 50 juta.
“Tersangka mengelabuhi korban yang mengalami kesulitan menarik uang di ATM. Kemudian menawarkan bantuan. Namun, tersangka menukar kartu ATM korban dengan jenis yang mirip, sehingga korban tak sadar jadi korban kejahatan,” beber Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing di mapolres setempat, Jumat (24/1).
Nah, ATM asli tersebut digunakan Is untuk menguras isi tabungan korban. Aksi tersebut terjadi di ATM BRI Unit Sidoharjo pada 29 November 2019. Kejahatan serupa dilakukan tersangka pada Senin (6/1) di ATM BRI Pasar Kota Wonogiri. Berlanjut ke kota-kota lainnya.
Merespons laporan korban di Wonogiri, polres setempat melakukan penyelidikan berdasar rekaman kamera pemantau di lokasi ATM. Is berhasil ditangkap di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (12/1).
"Ketika hendak ditangkap, tersangka berusaha melarikan. Anggota memberikan tembakan peringatan tapi tak digubris. Karena tidak kooperatif, kaki kiri tersangka terpaksa ditembak," terang kapolres.
Hasil penyidikan, Is mengaku memelajari pembobolan ATM dari video di Youtube pada 2015. Tersangka juga pernah dibui dalam kasus sama di Lampung.
Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka yakni 18 kartu ATM berbagai jenis, tiga buah buku tabungan, dua lembar print out rekening koran, satu buah tas ransel warna hitam, nota pembelian barang, dua speaker aktif, satu microphone, empat print out pengambilan uang, satu kalung emas seberat 4 gram, uang tunai Rp 30 juta, dan satu plastik berisi kabel dan fitting lampu. (rm2/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra