Sego rontok bisa ditemui di Warung Mbok Tun di Lingkungan Gadungan RT 03 RW 03 Kelurahan/Kecamatan Kismantoro. Pemilik warung itu sudah menjajakan dagangannya sejak puluhan tahun.
”Sudah buka sejak lama. Sejak 1986 waktu anak pertama saya umur enam tahun. Menunya ya ini sego rontok,” ujar Partun, pemilik warung tersebut, kemarin (19/8).
Dia menceritakan, sebelum menjual sego rontok, Partun menjual nasi pecel. Namun, wanita yang akrab disapa Mbok Tun itu merasa sudah banyak warung yang menjajakan nasi pecel. Hingga akhirnya muncul menu sego rontok.
Sego rontok sebenarnya adalah sepiring nasi hangat plus guyuran sambal kacang yang biasa digunakan untuk pecel ditambah rontokan gorengan. Rontokan itu dibuat dari tepung yang digoreng, seperti yang digunakan untuk menggoreng tempe. Lantas disajikan di atas piring yang sudah dilambari daun jati.
Meski sangat sederhana, namun menu ini memiliki cita rasa yang menggoyang lidah. Rasa pedas sambal kacang plus kriuk dari rontokan sudah bisa mengenyangkan pengunjung. Apalagi harganya juga sangat bersahabat.
”Satu porsi sego rontok dijual seharga Rp 4.000,” ujar Mbok Tun.
Jika masih kurang, pengunjung juga bisa memesan telur dadar atau ceplok. Telur itu baru dimasak saat ada pesanan. Jadi bisa dipastikan sego rontok plus telur goreng dihidangkan dalam kondisi hangat. Jika ditambah telur goreng, harganya Rp 8.000. Selain itu, sejumlah gorengan juga disiapkan di meja sebagai lauk tambahan.
Mbok Tun menerangkan, sego rontok banyak penikmatnya. Bahkan, ada juga pelanggan dari luar Kecamatan Kismantoro yang sengaja mampir ke warung itu.
”Ada yang dari Slogohimo, Purwantoro. Dari Ponorogo juga ada yang langganan,” kata dia.
Warung sego rontok ini dulunya buka 24 jam nonstop. Namun beberapa waktu terakhir, warung tutup pukul 01.00 dini hari dan kembali buka pukul 06.00. Warung tersebut saat ini dikelola Mbok Tun bersama keluarganya.
”Kalau yang makan kesini lebih banyak saat malam hari ketimbang siang,” tandas Mbok Tun. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram