Kepala Kantor Kemenag Wonogiri Anif Solikhin mengaku belum mendapat petunjuk resmi terkait kabar tersebut. Termasuk informasi yang akurat terkait persyaratannya. Karena kemungkinan, pemerintah pusat juga masih menunggu regulasi dari pemerintah Arab Saudi.
“Masyarakat kan berharap, (kuota ibadah haji) tahun ini kembali lagi 100 persen. Bahkan kalau bisa ditambah. Tapi nanti kan juga tergantung keputusan pemerintah Arab Saudi,” ungkap Anif, Rabu (4/1/2023).
Sebagai catatan, tahun lalu Kota Sukses hanya mendapat jatah 160 jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci. Menurut anif, angka tersebut hanya 40 persen dari kuota yang seharusnya diterima.
“Kuotanya kami kan ikut Jawa Tengah. Wonogiri kemarin yang memenuhi syarat hanya 160 jamaah. Kalau 100 persen, seharusnya yang berangkat dari Wonogiri ada 380-an jamaah,” imbuh Anif.
Anif membeberkan, ke-160 jamaah haji tersebut adalah yang tertunda keberangkatannya pada 2020. Dampak dari pandemi Covid-19. Itupun yang memenuhi persyaratan dari pemerintah pusat. Terkait batasan usia dan persyaratan lainnya.
“Karena itu kami masih menunggu dulu petunjuk teknis dari pusat. Apakah ada batasan usia lagi atau tidak. Termasuk persyaratan lainnya. Apakah tidak ada batasan usia lagi atau tidak, kami tunggu dulu,” urainya.
Menurut Anif, persyaratan tersebut biasanya tertuang dalam Peraturan Menteri Agama. Diperkirakan baru dikeluarkan pada April mendatang. Atau saat mendekati pelaksanaan ibadah haji.
“Intinya kami harus tahu dulu pengumuman resminya. Kami kira ini (kabar kuota haji 100 persen) disambut baik oleh masyarakat,” tandasnya. (al/fer/dam) Editor : Damianus Bram