"Iya betul lampu apill (alat pemberi isyarat lalu lintas) Metro tertabrak kendaraan. Laporan dari anggota, kejadiannya sekitar pukul 04.30," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri Waluyo.
Dia menerangkan, peristiwa itu merupakan kecelakaan tunggal dimana ada sebuah mobil berjenis minibus yang menabrak lampu apill. Berdasarkan informasi, mobil yang menabrak lampu apill itu adalah Daihatsu Xenia dengan nomor polisi AD 9385 KM.
"Kendaraan melaju dari arah Wonogiri (selatan) menuju Solo (utara). Diindikasikan karena pengendara mengantuk terjadi kecelakaan menabrak tiang lampu apill. Kecelakaan tunggal," terang Waluyo.
Akibat peristiwa itu, bagian depan mobil ringsek. Selain itu sejumlah tiang termasuk tiang lampu apill dan tiang lain rusak. Tiang lampu apill ambruk.
Waluyo menerangkan, karena kerusakan tiang dan tidak berfungsinya lampu apill disana, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas. Hal itu demi kelancaran arus lalu lintas.
"Sementara akan kita lakukan rekayasa. Supaya fungsi pengaturan lalu lintas di titik itu ada. Kita juga cek kelistrikannya bagaimana disana," papar Waluyo.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo pada Minggu sekitar pukul 08.45, petugas Dishub Wonogiri masih melakukan penanganan tiang lampu apill yang rusak.
Sementara itu, dikabarkan bahwa pengendara Daihatsu Xenia itu adalah seorang tentara dan merupakan anggota Kodim 0728/Wonogiri. Hal itu juga dikonfirmasi oleh Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto.
"Iya benar, anggota yang terlibat kecelakaan tunggal itu," terang Deny.
Diketahui, identitas anggota Kodim 0728/Wonogiri yang terlibat kecelakaan tunggal itu adalah Serma N. Dandim memastikan, kondisi anggotanya juga baik-baik saja.
"Hanya mobilnya saja yang rusak. Mobil pribadi," terang Dandim.
Diketahui, anggota Kodim itu baru pulang dari kegiatan gathering di wilayah Kecamatan Baturetno sekitar pukul 03.00. Kemudian yang bersangkutan sempat beristirahat di Pom Bensin Pokoh sekitar pukul 04.00. Karena mengantuk, Serma N kemudian mengalami kecelakaan di TKP.
Saat kejadian, kata Deny, anggotanya tidak mengenakan atribut militer. Selain itu, paska kecelakaan anggotanya tidak mengalami luka serius.
"Rusak mobilnya, kerugian mungkin sekitar Rp 20-30 juta. Untuk traffic light-nya sudah dikoordinasikan pihak terkait untuk ganti rugi. Sudah klir," kata Deny. (al/dam) Editor : Damianus Bram