Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mulai Bediding, Wonogiri Masuk Musim Kemarau hingga September

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 18 Mei 2023 | 05:49 WIB
Penanganan pohon tumbang di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri belum lama in. Angin kencang perlu diwaspadai saat pergantian musim. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Penanganan pohon tumbang di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri belum lama in. Angin kencang perlu diwaspadai saat pergantian musim. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARWONOGIRI.COM-Wilayah Kabupaten Wonogiri diprediksi sudah memasuki musim kemarau mulai Mei-September. Tanda-tanda masuknya musim kemarau sudah terlihat. Di antaranya bediding (hawa dingin) yang terasa saat malam atau di pagi hari.

“Prediksi dari BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika), Mei sudah masuk musim kemarau," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Trias Budiono, Rabu (17/5/2023).

"Malam atau pagi hari dingin, sedangkan siang hari panas terik. Saat ini peralihan musim. Prediksi musim kemarau terjadi Mei-September," imbuhnya.

Selain itu, dia juga menyinggung soal fenomena El Nino. Dimana ada peningkatan suhu air laut di Samudra Pasifik. Saat peralihan musim, kata Trias, masyarakat diminta waspada kerawanan terjadinya angin kencang.

"Jadi masyarakat bisa mengurangi beban pohon yang sekiranya berat. Hal ini bisa dikoordinasikan dengan warga lain dan pihak terkait. Mengantisipasi dahan patah dan pohon tumbang, utamanya di area permukiman," paparnya.

Saat peralihan musim, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuhnya. Jika beraktivitas di luar rumah, bisa menggunakan topi atau payung untuk melindungi dari terik matahari.

"Biasanya di peralihan musim banyak yang batuk atau pilek. Jadi masyarakat lebih ekstra menjaga kondisi tubuhnya. (al/wa)

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Kabupaten Wonogiri #bediding #peralihan musim #musim kemarau