RADARWONOGIRI.COM – Mengeringnya Waduk Gajah Mungkur (WGM) memunculkan fenomena padang rumput dari dasar waduk. Hal itu dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai.
Diketahui, padang rumput itu di wilayah Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko. Saat air WGM surut dan mengering, muncul jalan alternatif yang menghubungkan Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko dengan Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno.
Kepala Desa Glesungrejo Andi Wirawan mengatakan, saat air WGM mengering, muncul fenomena padang rumput. Padang rumput itu banyak dikunjungi oleh masyarakat.
”Banyak yang jadi area pertanian juga. Memang kerap dikunjungi masyarakat,” kata dia, kemarin (10/9).
Diketahui, wilayah WGM yang mengering ini masuk di antara dua desa itu. Pembatasnya berupa sungai yang saat musim kemarau seperti ini masih mengalir. Ketika penghujan atau air WGM penuh, kawasan itu tergenangi air. Sehingga sepeda motor tidak bisa melintas. Lalu, pada waktu tertentu ada perahu yang yang beroperasi dan mengangkut sepeda motor yang ingin menyebarang.
Kawasan padang rumput hijau di Desa Glesungrejo, jaraknya sekira 2 kilometer dari pemukiman warga. Pengendara harus berhati-hati untuk menuju ke sana. Sebab jalanan masih berupa tanah telah mengering dan tidak terlalu lebar.
Beberapa waktu lalu, di padang rumput itu sudah banyak anak muda berada di sana. Mereka duduk berkelompok-kelompok di samping sepeda motor masing-masing. Biasanya dilakukan sore menjelang matahari terbenam. Mereka berswafoto di lokasi itu. Juga ada penjual minuman keliling menggunakan sepeda motor. Sebagian pengunjung membeli minuman itu sembar menikmati suasana padang rumput dan melihar sunset.
Salah seorang pengunjung Raihan, 20, mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke padang rumput WGM. Setiap kali berkunjung selalu membawa sepeda motor. ”Ke sini lihat sunset. Kan cuma saat musim kemarau saja bisanya,” kata dia.
Senada diungkapkan pengunjung lain, Arief Saifuddin, 24. Menurutnya, menikmati sunset di padang rumput WGM bukan yang kali pertama. ”Sudah dua kali ini saya ke sini. Sama teman-teman,” beber dia. (al/adi)
Editor : Damianus Bram