RADARWONOGIRI.COM-Selain munculnya nisan makam lawas dari dasar Waduk Gajah Mungkur (WGM), ada pula padang rumput WGM dadakan di Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko.
Fenomena padang rumput WGM itu menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Menjadi lokasi wisata dadakan. Banyak warga yang bersantai saat sore hari.
Pantauan radarwonogiri.com, Senin (11/9/2023) sore, padang rumput WGM menjadi ladang mencari cuan. Ada sejumlah pedagang yang menjajakan aneka makanan di lokasi tersebut.
"Ramai kalau sore. Sejak pukul 15.00, sudah ada yang ke sini. Pulangnya sekitar magrib," ujar Nur, salah seorang PKL di padang rumput WGM.
Warga Desa Glesungrejo Kecamatan Baturetno itu memang sengaja berdagang di padang rumput WGM.
Itu dilakukannya setiap tahun. "Ramainya akhir pekan. Ramai sekali. Waktu mau pulang juga macet," jelasnya.
Ditambahkan Nur, akhir pekan adalah waktu bagi PKL memanen cuan. Dia bisa mendapatkan pendapatan kotor hingga Rp 300 ribu. Dagangannya antara lain pecel, gorengan, dan minuman.
"Alhamdulillah bisa menambah pendapatan. Setiap waduk kering dan muncul padang rumput WGM, saya selalu jualan di sini," beber dia.
Sudah sejak dua pekan terakhir, Nur berjualan di padang rumput WGM.
"Biasanya ada yang bikin kegiatan. Misalnya menerbangkan banyak layang-layang di sana. Tapi masih belum kering betul," ujar Nur sambil menunjuk area padang rumput lurus di depan lapaknya.
Terpisah, Camat Eromoko Danang Erawanto mengatakan, padang rumput WGM memang ramai saat sore hari. Ada potensi ekonomi di padang rumput WGM.
"Dulu kami sudah ada rencana sebagai wisata musiman," ujar dia.
Namun, imbuh Danang, karena pandemi Covid-19, hal itu belum bisa terealisasi.
Sebelum pagebluk, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kades setempat dan kades lain terkait potensi-potensi wisata yang ada.
"Untuk sementara ini biar tumbuh secara alami dulu. Nanti bisa kami kembangkan lebih jauh dan lebih besar," papar Danang. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono