RADARWONOGIRI.COM-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri bakal mengevaluasi study tour di sekolah.
Itu merespons dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.
Peristiwa tersebut terjadi saat perjalanan pulang wisata dari Malang, Jatim belum lama ini.
Kepala Disdikbud Wonogiri Sriyanto mengatakan, pihaknya segera mengumpulkan pihak-pihak terkait pada pekan depan.
“Bersama teman-teman, nanti kami bahas bagaimana baiknya. Itu kegiatan positif, tapi jangan sampai ada ekses negatif," ungkap dia.
"Lebih lanjut kebijakannya (soal study tour) kami akan matur pak bupati apa yang harus kami lakukan," imbuh Sriyanto.
Disdikbud juga bakal mengkaji dasar hukum digelarnya study tour. Apalagi, kegiatan ini sudah berjalan sejak berpuluh-puluh tahun.
“Jadi kami kumpulkan stakeholder terkait. Kami buatkan kajian dan akan matur pak bupati. Mungkin nanti ada kebijakan (selanjutnya)," tandas dia.
Diketahui, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru SMP di Kecamatan Jatisrono terjadi saat perjalanan pulang study tour.
Di tengah perjalanan pulang, teman korban yang duduk di samping korban mengeluhkan sesak napas. Kemudian dilarikan ke rumah sakit. Perjalanan pulang kemudian dilanjutkan.
Oknum guru itu kemudian mengambil posisi duduk di samping korban.
Saat itulah pelaku beraksi meraba-raba tubuh korban. Perbuatan itu membuat korban syok.
Beruntung, kernet bus bisa menerima isyarat korban untuk bisa pindah tempat duduk. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono