Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Keseharian Dwi Utomo, Warga Manyaran Wonogiri yang Paling Dicari di Balik Kematian Semi Rahayu, Ibunya

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 15 Agustus 2025 | 13:25 WIB

 

Dwi Utomo, anak Semi Rahayu yang sedang dicari polisi.
Dwi Utomo, anak Semi Rahayu yang sedang dicari polisi.

RADARSOLO.COM-Senja mulai merayap di ufuk barat saat Joko Triyanto dan warga lain bekerja bakti  mengecor jalan di wilayah Dusun Mendongan Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran.

Mesin molen sudah siap berputar mencampur pasir, semen dan batu.

Lampu penerangan mulai disiapkan guna penerangan saat pengecoran yang dilakukan malam hari.

Tiba-tiba, seorang warga mencari Joko.

"Warga kami bilang, 'Pak RT kalih Pak RW teng pundi?," ucap Joko menirukan warga yang mencarinya.

Ya, Joko adalah Ketua RT di wilayah setempat. Dia memimpin RT 01 RW 07.

Segera saja warga menyampaikan kepentingan yang dirasa sangat mendesak.

Joko mendapatkan laporan bahwa rumah Semi Rahayu, belum menghidupkan lampu rumah.

Padahal, waktu sudah menunjukkan sekira pukul 18.00.

Biasanya, area rumah Semi diterangi lampu di waktu-waktu itu.

Curiga, tetangganya melaporkan hal tersebut ke Ketua RT dan Ketua RW.

Merasa ada hal janggal, Joko langsung meluncur ke rumah Semi.

Lokasinya tak jauh dari lokasi mesin molen, tempat dia dan warga lain melakukan kerja bakti.

Setibanya di depan rumah Semi, Joko mencoba memanggil nama warganya itu.

Namun, tak ada jawaban dari dalam rumah.

Dia didampingi warga lain kemudian membuka pintu samping rumah.

Betapa terkejutnya Joko saat melihat Semi sudah tergeletak.

"Posisinya tengkurap. Ada darah. Saya langsung yakin itu Mbak Semi. Kemudian saya tutup lagi. Di ruang tengah," kata Joko.

Pintu sempat dibuka lagi oleh warga yang ada.

Warga juga terkejut dengan kondisi Semi.

Joko langsung melaporkan hal itu kepada kadus setempat dan diteruskan ke kepolisian.

Selama ini Semi tinggal di rumah itu bersama Tarsiman, suaminya yang mengidap stroke menahun, serta Dwi Utomo, anaknya.

Uut, panggilan Dwi Utomo, pernah menderita stres bertahun-tahun lalu.

Seingat Joko, Uut stres saat SMA atau sebelum SMA. Tak diketahui secara pasti penyebab Uut stres.

Tapi Uut tak pernah mengamuk. Bahkan disebut sayang kepada orang tuanya.

Meski demikian, diduga Uut-lah yang menghabisi nyawa sang ibu.

Saat warga mengecek rumah Semi, Uut tak ada di lokasi. Menghilang. 

Ada warga yang sempat melihat Uut pada Kamis sore.

Uut bertanya kepada warga tersebut soal arah ke Mendongan.

Disebut-sebut Uut menyembunyikan arit di belakang punggungnya. 

Menurut Joko, Semi punya kepribadian yang baik di mata tetangganya. Aktif bersosialisasi. 

Kesehariaannya sebagai petani dengan menggarap lahan tak jauh dari rumahnya. 

Begitu pula dengan Uut yang tak pernah mengamuk meski dikenal pernah stres juga punya kehidupan sosial yang bagus.

Ikut berkumpul dengan pemuda-pemudi karang taruna setempat.

Joko memgatakan, apabila kambuh, Uut melakukan sejumlah hal.

Diantaranya  pergi ke masjid lalu mengumandangkan meskipun belum waktunya.

Beberapa kali warga datang mengingatkan Uut jika belum waktunya adzan.

"Pernah juga kalau ada sepeda motor kuncinya nyantol, dibawa. Kalau kumat nggak kelihatsn. Diajak bicara juga nyaut," beber Joko.

Uut juga pernah dijadikan marbot masjid.

Dia dijatah Rp 200 ribu. Itu menjadi kegiatan Uut sambil merawat orang tuanya.

"Kalau keseharian, semuanya bagus mas. Sosialnya bagus," pungkas Joko. (al) 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Dwi utomo #ibu rumah tangga #pembunuhan #manyaran #Desa Karanglor #wonogiri #Semi rahayu