Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Intan Juwita, Terobosan Baru Desa Slogoretno Wujudkan Desa Wisata Berbasis Pertanian

Iwan Adi Luhung • Selasa, 11 November 2025 | 22:05 WIB
Lahan pertanian di Desa Slogoretno selain berfungsi untuk ketahanan pangan juga tempat rekreasi alam. (Dok. Desa Slogoretno)
Lahan pertanian di Desa Slogoretno selain berfungsi untuk ketahanan pangan juga tempat rekreasi alam. (Dok. Desa Slogoretno)

RADARSOLO.COM – Desa Slogoretno terus berinovasi dalam pelayanan masyarakat dan mengoptimalkan potensi daerahnya. Terbaru, melalui inovasi Intan Juwita (Integrasi Antara Jalan Usaha Tani, Wisata, dan Aktivitas Olahraga).

Program ini menjadi terobosan pemerintah desa setempat untuk menyatukan potensi pertanian, pariwisata, dan kesehatan masyarakat dalam satu jalur tematik.

Kepala Desa Slogoretno Suparmanto menjelaskan, gagasan ini muncul dari kebutuhan mengoptimalkan potensi alam desa yang selama ini belum tergarap maksimal, seperti bentang sawah terasiring dan lahan pertanian luas.

“Melalui Intan Juwita, kami ingin agar jalan usaha tani tidak hanya berfungsi sebagai jalur logistik pertanian, tetapi juga menjadi ruang publik yang produktif dan sehat,” ujarnya.

Ciri khas Intan Juwita terletak pada konsep jalur tani sehat, di mana jalan usaha tani (JUT) difungsikan ganda sebagai jalur logistik. Fungsinya mempermudah mobilitas hasil panen petani sehingga menghemat tenaga dan biaya operasional.

Selanjutnya jalur rekreasi. Dikelilingi hamparan sawah yang indah, jalur ini dirancang sebagai kawasan wisata kuliner dan edukasi dalam pengembangan desa wisata.

“Kemudian ada jalur olahraga. Permukaan jalan berpaving juga difungsikan sebagai lintasan jogging dan sepeda santai di tengah panorama persawahan,” ujar dia.

Program Intan Juwita membawa manfaat ekonomi dan sosial nyata bagi warga. Integrasi dengan agrowisata interaktif memungkinkan pengunjung ikut memetik hasil panen, menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian. Warga juga berpeluang membuka usaha baru seperti penyewaan sepeda, jasa pemandu wisata, hingga UMKM kuliner lokal.

Selain itu, ketersediaan jalur olahraga di alam terbuka mendorong masyarakat untuk hidup sehat dan aktif.

Pemerintah desa juga menargetkan program ini menjadi sumber pendapatan asli desa (PAD) dari retribusi wisata dan parkir. Berbagai kegiatan budaya dan olahraga seperti jalan santai dan pentas seni tradisional (Tari Kethek Ogleng dan Reog) akan rutin digelar untuk memperkuat identitas Desa Slogoretno sebagai desa wisata budaya dan sehat.

Tahapan pembangunan Intan Juwita telah meliputi perencanaan fisik, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pelatihan UMKM lokal. Agenda Gelar Sedekah Agung Panen Raya kini menjadi penanda dimulainya era baru integrasi pertanian, wisata, dan olahraga di Slogoretno.

Suparmanto berharap inovasi ini dapat terus berkelanjutan dan menjadikan Slogoretno sebagai model desa percontohan dalam pengelolaan potensi alam yang sinergis dan berkelanjutan. (al/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#tematik #pemerintah desa #Intan Juwita #pariwisata #Desa Slogoretno #kesehatan #potensi pertanian