RADARSOLO.COM–Dinas Lingkungan Hidup serta Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLH PKP) Wonogiri mengambil langkah tegas dengan menerjunkan alat berat untuk mengeruk tumpukan sampah liar di area Pasar Slogohimo, Sabtu (3/1/2026).
Langkah ini merupakan respons atas keluhan pedagang dan warga terkait tumpukan sampah di lokasi bekas kebakaran pasar tersebut.
Pengerukan sampah ini disambut baik oleh para pedagang yang selama ini merasa terganggu dengan bau dan kotornya area pasar.
"Alhamdulillah sampahnya sudah dikeruk petugas. Harapannya pasar bisa segera dibangun kembali agar pedagang bisa menempati lokasi yang layak," ujar salah satu pedagang di lokasi.
Kepala DLH PKP Wonogiri Bahari melalui Kabid Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Waris Kadarwanto mengatakan, pengerukan dilakukan secara menyeluruh karena volume sampah yang menggunung.
Kondisi itu disebabkan banyak warga yang membuang sampah secara sembarangan.
Waris menjelaskan, penumpukan sampah liar di area publik seperti Pasar Slogohimo berkaitan dengan kebijakan penutupan sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah tidak memenuhi persyaratan teknis sesuai aturan lingkungan terbaru.
Sepanjang tahun 2025, Pemkab Wonogiri resmi menutup tiga TPA, yakni:
- TPA Slogohimo
- TPA Purwantoro
- TPA Baturetno
"Penutupan ini dilakukan sesuai aturan karena ketiga TPA tersebut kini tidak memenuhi persyaratan teknis lagi. Dampaknya, terjadi aksi 'kucing-kucingan' antara warga pembuang sampah liar dengan petugas di lapangan," jelas Waris.
Sebagai solusi atas ditutupnya TPA tersebut, DLH PKP Wonogiri kini tengah merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih mandiri di tingkat lokal. Yakni:
Mendorong optimalisasi pengolahan sampah melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di tingkat desa dan kelurahan.
Melakukan koordinasi dengan Camat, Kepala Desa, dan Lurah untuk mengedukasi warga agar tidak membuang sampah di area publik.
Menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Wonogiri. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono