RADARSOLO.COM-Nasib naas menimpa ABW (18). Remaja laki-laki asal Kecamatan Wonogiri Kota itu tewas usai diduga tersengat aliran listrik di pinggir jalan di kawasan Gunung Belah, Jalan Raya Pracimantoro-Wonogiri, Rabu (4/3/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya korban berboncengan dengan temannya dan hendak ke rumah rekannya di Kecamatan Eromoko.
Namun, setibanya di lokasi yang dituju, temannya tidak berada di rumah sehingga keduanya melanjutkan perjalanan ke arah Kota Wonogiri.
Di tengah perjalanan, korban dan saksi sempat berhenti di warung untuk membeli minuman, kemudian melanjutkan perjalanan dan berhenti di kawasan Gunung Belah untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan malam.
Setibanya di lokasi sekira pukul 22.35, korban duduk di atas pembatas jalan yang berdekatan dengan tiang lampu penerangan jalan.
Tak lama kemudian, temannya melihat korban tiba-tiba terjatuh ke depan dengan tangan kiri masih memegang tiang lampu milik PLN.
Korban disebutkan sempat mengalami kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulut.
Rekannya berupaya memberikan pertolongan dengan memegang kaki korban, namun merasakan adanya aliran listrik sehingga melepaskan pegangannya.
Setelah tangan korban terlepas dari tiang lampu, korban tidak lagi bergerak.
Teman korban kemudian meminta bantuan pengemudi truk yang melintas.
Warga yang berada di sekitar lokasi turut membantu hingga akhirnya ambulans dari PMI Wonogiri datang dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Hal itu juga langsung dilaporkan ke kepolisian. Sayangnya, nyawa korban tak terselamatkan.
Baca Juga: Umat Katolik Berbagi Takjil di Masjid Baiturahman, Toleransi di Sukoharjo Kian Hangat
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan pihaknya segera bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta memintai keterangan para saksi.
"Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan unsur tindak pidana. Dugaan kuat korban tersengat listrik saat memegang tiang lampu," kata Anom.
Jenazah juga telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi.
Anom mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di fasilitas umum.
Utamanya di lokasi yang berkaitan dengan instalasi listrik. Petugas PLN juga dikabarkan telah turun untuk melakukan penanganan.
"Kita harapkan masyarakat segera melapor apabila menemukan potensi bahaya di ruang publik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkas Anom. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono