Kejadiannya, pasutri ini sedang mencari rumput di ladang. Saat sedang menyabit, Sutarni tak sengaja menyenggol sarang tawon di cabang pohon jambu. Sontak tawon ndas berhamburan menyerang kepala dan sejumlah bagian tubuhnya.
Merasa kesakitan, Sutarni berteriak minta tolong. Mengengar teriakan istrinya, Sujadi yang berada tak jauh dari lokasi berlari memberikan pertolongan. Sutarni ditarik menjauh.
“Tawon masih mengejar dan menyengat kepala, leher, dan lengan. Sakitnya luar biasa. Suami saya juga disengat. Tapi tidak parah,” ujar Sutarni saat ditemui di bangsal RS Hidayah, kemarin (16/12).
Setiba di rumah, Sutarni dan Sujadi lalu dilarikan para tetangga ke RS Hidayah. Hasil pemeriksaan dokter, Sutarni harus menjalani rawat inap. Sedangkan Sujadi diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan.
“Kondisi saya sudah membaik. Tinggal menjalani masa pemulihan. Masih terasa pusing dan nyeri sedikit,” imbuhnya.
Dokter Galih Rakasiwi yang menangani korban saat masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hidayah membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku kondisi Sutarni paling parah dan sempat mengalami peradangan.
“Ini tanda terkena sengatan hewan (tawon ndas). Sekarang kondisi Sutarni sudah membaik. Tinggal pemulihan. Sedangkan suaminya hanya rawat jalan,” jelasnya.
Sementara itu, Sujadi mengaku sarang tawon tersebut sudah dimusnahkan tim Search and Rescue (SAR) Boyolali. Dengan cara dibakar, tak lama setelah kejadian.
“Itu ladang milik saya. Selama ini saya tidak tahu kalau di pohon jambu ada sarang tawonnya. Mungkin ini peringatan bagi kami dan juga warga lainnya. Agar selalu berhati-hati dan waspada dengan sarang tawon,” beber Sujadi. (wid/fer/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra