Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ratusan Arca Era Mataram Hindu Tersimpan Baik di Rumah Arca Boyolali

Damianus Bram • Selasa, 2 November 2021 | 15:00 WIB
PENINGGALAN SEJARAH: Arca-arca yang mayoritas peninggalan Mataram Hindu terawat dengan baik di Rumah Arca Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
PENINGGALAN SEJARAH: Arca-arca yang mayoritas peninggalan Mataram Hindu terawat dengan baik di Rumah Arca Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Pengarsipan arca-arca peninggalan sejarah dirawat dengan baik di rumah arca. Tak hanya menjadi jejak sejarah, keberadaan arca menandai eksistensi suatu wilayah terutama di zaman Mataram Hindu. Sebanyak 272 arca kini tersimpan rapi di rumah arca, tepatnya di samping rumah dinas Bupati Boyolali. Sejak dibuka untuk umum pasca PPKM level 2, pengunjung bebas menikmati keberadaan warisan sejarah ini.

Berbagai macam arca mulai dari ukuran kecil sampai besar terpajang rapi. Ada pula patung Ganesha berukuran besar dengan tinggi sekitar dua meter. Juga Lingga dan Yoni berukuran besar dipintu masuk menuju rumah arca.

Juru pelihara rumah arca Boyolali, Joko Santoso mengatakan, ada 272 arca yang dirawat. Tak hanya di rumah arca, belasan patung peninggalan kuno ini juga tersimpan di Museum R. Hamong Wardoyo. Menurutnya, mayoritas arca yang disimpan merupakan peninggalan masa Mataram Hindu.

"Rumah arca sempat ditutup dan tidak menerima pengunjung, saat diberlakukan PPKM level 3 lalu. Namun, setelah PPKM turun ke level 2 dan kegiatan pariwisata diperbolehkan buka, rumah arca boleh dikunjungi lagi," jelasnya.

Joko menambahkan, benda-benda purbakala yang disimpan di rumah arca berasal dari temuan di wilayah Boyolali. Temuan itu lantas dipindahkan ke rumah arca. Terutama patung-patung yang rawan dicuri. Diketahui, arca juga memiliki nilai yang fantastis.

"Beberapa arca kami ambil dari sejumlah situs, seperti Candi Sari, Candi Lawang dan di Cabean Kunti juga ada. Paling banyak ditemukan arca Nandi atau patung sapi dan Yoni yang melambangkan kesuburan. Ada juga sejumlah patung Siwa dan Ganesha," katanya.

Sedangkan dua arca besar, Ganesha dan Yoni ditemukan di Musuk. Tak hanya menyimpan arca berbentuk patung, rumah arca juga menyimpan bagian dari batu candi seperti bata merah berukuran besar. Diperkirakan arca-arca tersebut merupakan peninggalam zaman Mataran Hindu.

"Kami lakukan arsiparis dengan memberikan nomor untuk pendataan. Selain itu, arca yang kami temukan juga sudah dalam kondisi tidak utuh (bagian kepala patung hilang, Red) karena rusak dan patah. Ada juga yang sudah berbentuk tapi belum jadi sempurna. Seperti beberapa patung Nandi," jelasnya.

Perawatan arca-arca di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Arca dibersihkan secara berkala dan dalam kondisi terawat. Pengunjung bisa menikmati hasil peradaban masa lampau ini secara gratis. (rgl/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Museum R. Hamong Wardoyo #Rumah Arca #Rumah Arca Boyolali #Arca Era Mataram Hindu