Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond diwakilkan Kabag Ops Polres Boyolali Kompol Budiarto mengatakan, pihaknya menyiapkan 280 personel untuk pengamanan libur Nataru. Pengamanan ini juga melibatkan berbagai pihak, baik pemkab maupun kodim dengan total 970 personel pengamanan. Sedangkan Operasi Lilin Candi akan digelar pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 mendatang.
"Kami perkirakan puncak arus mudik pada 23 Desember dan arus baliknya 26 Desember. Sedangkan saat tahun baru diperkirakan arus balik pada 2 Januari 2022. Jadi Operasi Lilin Candi akan kami gelar 10 hari, mulai dari giat pencegahan dengan didukung deteksi dan penegakan hukum. Termasuk prokesnya," jelasnya saat ditemui di kantor bupati Boyolali, kemarin (15/12).
Polres juga telah memetakan potensi ancaman saat Nataru. Seperti terorisme, kejahatan konvensional, harga pangan jelang Nataru, arus mudik dan balik, sweeping organisasi masyarakat, penyebaran Covid-19, serta bencana alam.
Itulah mengapa, Polres Boyolali mendirikan pos pengamanan permanen di tujuh titik. Seperti di rest area tol Pasar Ampel, Kecamatan Ampel; Monumen Susu Murni, Boyolali Kota; Exit Tol Kragilan, Mojosongo; Pertigaan Bangak, rest area tol A dan B di Teras, serta Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak. Khusus di rest area tol, pihaknya akan menggelar swab antigen. Hal tersebut untuk mengantisipasi pendatang dari luar kota.
"Jadi dua rest area tol akan menjadi check point. Karena masyarakat luar kota lebih sering lewat tol. Maka kita lakukan swab di rest area A dan B. Kalau ada yang positif langsung kami lakukan isoter di Asrama Haji Donohudan. Sedangkan yang sudah dicek swab antigen akan dipasangi stiker khusus," jelasnya.
Swab test ini akan difasilitasi polres bersama Pemkab Boyolali. Saat ini stok swab antigen sebanyak 19.125 dari dinas kesehatan (dinkes) dan 923 alat swab antigen dari Polres Boyolali. Back-up pengamanan berasal dari Kodim 0724/Boyolali, satpol PP, pramuka, dan lainnya.
Penjagaan gereja akan dilakukan dengan mendirikan pos pengamanan insidental di tiga gereja. Yakni Gereja Santo Andreas, Gladagsari; Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Merbabu, Boyolali Kota. Ketiga gereja tersebut dipilih karena memiliki jemaat cukup besar. Sehingga perlu untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
"Pada Nataru ini, keberhasilkan kami kalau mampu memutus rantai penyebaran Covid-19. Termasuk percepatan vaksinasi, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga berkurangnya kemacetan dan kejahatan. Harapannya juga Nataru bisa berjalan aman dan kondusif," katanya.
Sementara itu, Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald Siwabessy menambahkan siap mem-back-up dalam pengamanan Nataru. Baik di tujuh pos pengamanan permanen maupun tiga pos pengamanan insidental di gereja. Pihaknya turut menerjunkan 213 personel dalam pengamanan.
"Termasuk menerjunkan personel untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Kami juga akan membantu penjagaan di tiap pos pengamanan," katanya. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram