Pemilik Bong Supit Morodadi Harsono menjelaskan, hampir 28 tahun dia membuka jasa ini. Permintaan untuk menyunat anak sesuai waktu sangat sering ditemui. Terutama warga Solo sekitarnya dan Jogjakarta. Warga lereng Merapi-Merbabu ini kerap memesan waktu untuk menyunat. Baik pagi, siang maupun sore. Sedangkan pelayanan sunat hanya dilayani pagi dan sore saja.
"Kalau dari luar kota memang banyak yang request (pesan) waktu. Karena pertimbangan jarak. Tapi kalau masyarakat khususnya daerah Boyolali, Magelang dan Solo-Jogja pasti minta disunat sesuai sangat. Semacam perhitungan waktu Jawa, ada neptu dino, pasaran dan penetapan jamnya," jelasnya.
Upaya memesan waktu sunat juga dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menawar waktu hingga datang ke rumah. Ada pula yang datang lebih awal dan meminta waktu sunat anaknya. Dia lantas memberikan edukasi agar pelaksanaan sunat tetap menyesuaikan jadwal pelayanan.
"Bahkan ada yang datang ke rumah minta disunat sesuai sangatnya anak. Lalu ada juga yang waktunya kurang 5 menit tidak boleh disunat, harus menunggu dulu baru boleh dipotong. Kami maklum ya, karena memang masih banyak ditemui (tradisi ini). Yang penting kami berikan edukasi," jelasnya.
Biasanya anak tidak boleh disunat saat peringatan hari kematian orang tua, kakek atau neneknya. Karena hasilnya tidak akan baik. Meskipun terkadang masih ada yang meminta menunda waktu sunat, pelaksanaanya cukup cepat. Paling hanya 5 menit sudah selesai.
Masyarakat yang datang juga berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatera dan Kalimantan. Adapula warga negara asing (WNA) yang sunat di tempatnya. Sepertu Arab, Turki, Brunei Darussalam, Inggris dan Singapura. Untuk WNA asal Singapura dan Inggris biasanya merupakan mualaf dan sudah dewasa. (rgl/bun) Editor : Damianus Bram