Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Gencar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Damianus Bram • Senin, 8 Agustus 2022 | 01:21 WIB
NASIONALISME: Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Abdul Kharis Almasyhari (kiri) sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Boyolali, Kamis (4/8). (ISTIMEWA)
NASIONALISME: Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Abdul Kharis Almasyhari (kiri) sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Boyolali, Kamis (4/8). (ISTIMEWA)
BOYOLALI Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Abdul Kharis Almasyhari kembali menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini berlangsung di Rumah Makan Bu Yoso Boyolali, Kamis (4/8). Sekaligus HUT Ke-77 Kemerdekaan RI.

“Peringatan HUT Ke-77 Republik Indonesia, merupakan momentum penting bagi bangsa. Untuk memaknai dan memahami arti empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar tersebut diyakini menjadi sebuah sarana dan metode, untuk kembali ke jati diri Indonesiaan,” kata Abdul Kharis dihadapan ratusan warga Boyolali yang datang dalam sosialisasi.

Kharis menambahkan, saat ini sudah tercium indikasi kemerosotan penghayatan dan degradasi aktualisasi wawasan kebangsaan. Di antaranya, meningkatnya semangat sempit primordialisme dan menebalnya ego kedaerahan seiring penerapan otonomi daerah. Kemudian keterpurukan akibat krisis multi dengan maraknya praktik-praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme,

Selain itu, gelombang besar globalisasi yang menyebabkan semakin menguatnya budaya yang menjauh dari jati diri bangsa. Seperti hedonisme dan libelarisme.

“Globalisasi merupakan keniscayaan. Jika ingin selamat, maka yang harus masyarakat lakukan adalah, mampu mengendalikan gerak  globalisasi. Jangan sampai terseret dalam pusaran arus globalisasi,” imbuhnya.

Mengatasi itu, lanjut Kharis, masyarakat harus membangun kesadaran berbangsa dan bernegara. Bahwa individu yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan NKRI, harus memiliki sikap serta perilaku diri yang tumbuh dari kemauan, yang dilandasasi keikhlasan atau kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan negara.

“Berbagai masalah terkait kesadaran berbangsa dan bernegara, sebaiknya mendapat perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada UUD 1945, untuk menjaga dan memelihara NKRI serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan,” pintanya.

Kharis berpesan, agar seluruh peserta sosialisasi meningkatkan kesadaran bela negara. Kesadaran ini akan menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri. Selain kewajiban, juga sekaligus kehormatan bagi setiap warga negara. Dilaksanakan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban.

“Ada tiga hal yang harus dilakukan. Yaitu mengembangkan persamaan hak dan kedudukan di antara sesama anak bangsa. Mengembangkan toleransi. Serta memiliki rasa senasib dan sepenanggungan di antara sesama bangsa Indonesia,” tandasnya. (*/fer) Editor : Damianus Bram
#Abdul Kharis Almasyhari #Wakil Ketua Komisi I DPR RI #4 pilar kebangsaan #Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan