“Salah satu tujuan acara ini, juga semoga pagi siswa yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, mereka bisa berwirausaha, dengan berbagai inovasi yang dibuatnya,” terang Kepala SMAN 1 Nogosari Tutur Aris Kusmanto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.
Aris mengakui gelaran ini merupakan hasil dari proyek penguatan pelajar Pancasila secara khusus dalam bidang kewirausahaan. “Ternyata banyak sekali kreasi yang menghasilkan banyak produk. Terlebih, yang luar biasa adalah olahan belalang,” ungkapnya
Olahan belalang jadi primadona dalam gelar karya siswa ini. “Belalang ternyata bisa dikreasi sehebat itu. Saya pernah beli belalang goreng, ya hanya digoreng biasa. Tapi ternyata dapat dimodifikasi dengan bermacam-macam jenis olahan, dan bisa menjadi produk olahan unggulan,” bebernya.
Dalam pameran ini bahan baku belalang, ternyata bisa diolah jadi belalang crispy, belalang asam manis, bakwan belalang, hingga makanan khas Jepang yakni takoyaki yang dibuat dari olahan belalang.
“Belalang selama ini kan tidak dikonsumsi, berarti ke depan harus ada uji klinis juga,” tuturnya.
Perwakilan cabang dinas pendidikan wilayah V Harminingsih yang turut hadir di acara ini mengungkapkan, selama ini belalang jarang dikonsumsi. Adanya pameran ini tentu bisa jadi pembelajaran apakah olahan ini bisa dikonsumsi secara layak atau tidak.
”Terus terang saya mengapresiasi kegiatan ini. Ini luar biasa. Terlebih ini merupakan inovasi pertama tentang adanya gelar dari kewirausahaan,” tuturnya.
”Sebagai perwakilan dinas, tentu kami merespons secara positif adanya sekolah-sekolah yang mencoba melakukan acara seperti ini. Ini bagus, sehingga siswa benar-benar mendapatkan ruang yang bisa mengeluarkan semua kreativitas dan inovasi yang dimilikinya,” pungkasnya. (mg3/nik) Editor : Damianus Bram